Anjungan Kabupaten Jepara
Anjungan Kabupaten Jepara merupakan salah satu Anjungan Daerah di Taman Mini Jawa Tengah (Puri Maerokoco). Anjungan ini menampilkan beberapa arsitektur rumah adat khas Jepara. Bangunan – bangunan dalam anjungan Jepara terdiri atas Joglo Jepara, Padonggo Birowo, Sculpture Palace, dll.
- Jenis objek
- Kompleks
- Fungsi
- Kebudayaan (kategori penelusuran)
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Anjungan Kabupaten Jepara dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Puri Maerokoco, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Letak fisik mengikuti Puri Maerokoco di kawasan PRPP Kota Semarang. Uraian sumber menyebut beberapa bangunan peragaan; lokasi kawasan dikonfirmasi oleh portal pariwisata resmi Jawa Tengah.
- Nama utama
- Anjungan Kabupaten Jepara
- Lokasi
- Puri Maerokoco, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q17998196; ID1569074
- Klasifikasi sumber
- kebudayaan · nomor ID1569074
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas kompleks arsitektur. Kategori fungsi untuk penelusuran: kebudayaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, pintu, jendela, atau gerbang, ornamen atau relief, susunan ruang, atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Anjungan Kabupaten Jepara merupakan salah satu Anjungan Daerah di Taman Mini Jawa Tengah (Puri Maerokoco). Anjungan ini menampilkan beberapa arsitektur rumah adat khas Jepara. Bangunan – bangunan dalam anjungan Jepara terdiri atas Joglo Jepara, Padonggo Birowo, Sculpture Palace, dll.
Joglo Jepara
Joglo Jepara adalah Rumah Adat Jepara merupakan salah satu rumah tradisional yang mencerminkan perpaduan akulturasi kebudayaan masyarakat Jepara. Joglo Jepara yang kini di Puri Maerokoco dahulunya adalah Rumah Warga Jepara tepatnya dari Desa Kalipucang Wetan, Pada tahun 1984 pemerintah membeli joglo jepara pada pemiliknya yang bernama Mbah Haji Tohar sebesar Rp. 8.000.000,-. Rumah Adat Jepara memiliki atap genteng yang disebut “Atap Wuwungan”. Jenis bangunan ini merupakan bangunan tradisional di daerah Jepara dan sampai saat ini masih banyak dijumpai.
Ciri khusus arsitektur bangunan ini adalah:
Bahan bangunan terbuat dari kayu dengan dinding kayu berukir
Memiliki 4 buah tiang di tengah bangunan
Atap dari genting dan khusus kerpus memiliki motif ukiran gambar wayang.
Adapun konsep falsafah dari bangunan joglo ini adalah:
Menghadap ke laut dengan maksud agar berpikiran luas
Membelakangi gunung dengan maksud agar tidak congkak dan tinggi hati
Atap berujud pegunungan dengan maksud religius yaitu Tuhan di atas dan berkuasa atas segalanya
Tiga buah pintu di depan merupakan perwujudan hubungan antara:
Manusia dengan Tuhan
Manusia dengan manusia
Manusia dengan alam
Tiga wuwungan atap tidak patah tetapi melengkung yang mempunyai maksud sebagai perwujudan cara hidup yang luwes.
Pradonggo Birowo
Bangunan ini merupakan duplikat dari bangunan aslinya yang ada di sebelah kiri Pendopo Kabupaten Jepara. Fungsi bangunan ini adalah sebagai tempat gamelan yang hanya terdiri atas kendang, kecrek, kempul, dan genjur. Dibunyikan setiap hari Senin sehingga gamelan ini oleh orang Jepara disebut GONG SENEN. Pada bagian depan bangunan Pradonggo Birowo terdapat miniatur Air Terjun Songgo Langit.
Sculpture Palace
Bangunan ini merupakan bangunan monumental bagi potensi industri kerajinan di Jepara yaitu dalam bentuk patung orang yang menggambarkan sedang memahat kuda yang maksudnya merupakan simbol dinamika Jepara sebagai kota ukir.
Gapura Mantingan
Gapura ini merupakan duplikat gapura kuno yang ada di Desa mantingan yang merupakan pintu masuk menuju Makam Ratu Kalinyamat dan Masjid Kuno Mantingan.Dilihat dari sisi arsitektur diperkirakan gapuro kuno Mantinga ini dibangun pada ahir abad XVII yaitu dalam pengertian Bahasa Arab ghoruuren yang bermakna agar setiap orang yang datang ke komplek Masjid Kuno Mantingan dan Makam Ratu Kalinyamat agar selalu ingat untuk memohon ampunan pada Tuhan Yang Maha Esa.
Miniatur Air Terjun Songgolangit
Bangunan ini merupakan prototip dari sebuah objek wisata alam yang indah dengan air terjunya yang berlokasi di desa Bucu Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara.
Luas
Luas Anjungan Jepara adalah 890,74 yang terdiri:
Bangunan tradisional dengan luas bangunan 63 m2
Pradonggo Birowo dengan luas bangunan 9 m2
Sclupture palace dengan luas bangunan 9 m2
Bangunan serba guna dengan luas bangunan 147 m2
Gapura Mantingan dengan luas bangunan 12,75 m2
Miniatur air terjun Songgo langit dengan luas 16 m2
Toilet service room dengan luas bangunan 227,70 m2
Taman gaya Jepara dengan luas 373,33 m2
Bangunan plaza dengan luas 217 m2
Penjelasan isi dan penggunaan bangunan
Bangunan joglo Jepara diisi dengan:
Duplikat meja kursi RA Kartini
Meja marmer kuno
Alat tenun tradisional dari troso
Lukisan imajinasi Ratu Kalinyamat
Lukisan RA Kartini
Contoh beberapa hasil industri kerajianan Jepara, Seperti relief, tenun ikat, monel, macan kurung, dan lain-lain
Pada waktu tertentu bangunan joglo Jepara ini dan bangunan serbaguna dapat digunakan pula sebagai Ajang pameran
Atraksi Kesenian
Pada event-event tertentu, gedung serbaguna dapat digunakan pula untuk kepentingan atraksi seni khas Jepara antara lain: Emprak, Kentrung, Ketoprak,Samroh Prasah, Angguk, Dagelan, Ludruk, dll.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Riwayat dalam arsip sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Sejarah
Pembangunan anjungan Jepara di Puri Maerokoco dimulai pada bulan Juni 1992 dan selesai pada bulan Juli 1993 dengan biaya sebesar Rp 407.887.600,- melalui Inpres 1993/1994. Anjungan Jepara di Puri Maerokoco dibangun berdasarkan surat Gubernur Kepala Tingkat I Jawa Tengah, Nomor: 510.1/32442 tanggal 29 Agustus 1991 yang merupakan sarana informasi dan promosi Kabupaten Jepara tentang produk andalan komoditas non migas yang berupa industri kerajinan dari pariwisata.
Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber
Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Anjungan Kabupaten Jepara. Revisi 29793436. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29793436. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Anjungan Kabupaten Jepara membahas beberapa bangunan peragaan arsitektur di Puri Maerokoco, Semarang. Nama kabupaten menunjukkan wilayah tradisi yang direpresentasikan; profil bukan satu rumah asli di kabupaten tersebut.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2026-09-17T07:33:53Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Anjungan Kabupaten Jepara · revisi 29793436 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-17T07:33:53Z
- Grand Maerokoco · lokasi di Kota Semarang ↗Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah · diakses pada 2026-10-16
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.