Arsitektur.
bagian dari ensiklopedia.online
ARS-R600741419
Adaptasi ensiklopedia kolaboratif · ringkasan berbahasa Indonesia dan teks sumber berbahasa Indonesia. Identitas dan rujukan berasal dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia, nomor ID741419. Asal dan lisensi uraian
KompleksDaerah Istimewa Yogyakarta, IndonesiaARS-R600741419

Astana Pajimatan Himagiri

Astana Pajimatan Himagiri (Pasaréan Dalêm Para Nata Astana Pajimatan Himagiri); juga disebut Makam Raja Imogiri; adalah kompleks pemakaman yang berlokasi di Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dasar informasi:[1]
Bandingkan
Jenis objek
Kompleks
Fungsi
Fungsi mengikuti uraian sumber
Masa tercatat
Belum diringkas dari riwayat sumber
Kondisi dan status
Kondisi mutakhir belum dinilai
01

Identitas dan tapak

Astana Pajimatan Himagiri dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.

Dasar informasi:[1]
Lingkup profil: Artikel sumber mengidentifikasi Astana Pajimatan Himagiri sebagai kompleks dengan lingkup beberapa bangunan atau ruang. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan. Kompleks dihitung satu profil dan tidak ditambahkan ke hitungan bangunan individual.
Nama utama
Astana Pajimatan Himagiri
Lokasi
Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia · Bangunan di Indonesia
Nama lain dalam sumber
Q38666042; ID741419
Klasifikasi sumber
fungsi yang dibahas sumber · nomor ID741419
Dasar kondisi
Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
02

Ruang dan fungsi

Profil ini membahas kompleks arsitektur. Fungsi ruang mengikuti uraian sumber. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.

Dasar informasi:[1]

Membaca arsitektur

Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, pintu, jendela, atau gerbang, susunan ruang, tiang atau struktur penyangga, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.

Dasar informasi:[1]

Deskripsi fisik dalam sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Pembuka

Astana Pajimatan Himagiri (Pasaréan Dalêm Para Nata Astana Pajimatan Himagiri); juga disebut Makam Raja Imogiri; adalah kompleks pemakaman yang berlokasi di Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kompleks pemakaman ini merupakan tempat pemakaman bagi penguasa monarki dari dinasti wangsa Mataram beserta keluarga keturunan dan kerabatnya.

Terminologi

Nama "Astana Pajimatan Himagiri" terdiri dari tiga kata yaitu: astana (Sanskerta: sthāna berarti "tempat"), pajimatan (Jawa: pajimatan berarti "penyakralan") dan himagiri yang berarti "gunung berkabut".

Himagiri diambil dari bahasa Sanskerta hima dan giri (hima berarti "salju/kabut" dan giri berarti "gunung/bukit"). Himagiri juga dipadankan dengan nama lain untuk Himalaya. Dengan demikian Astana Pajimatan Himagiri bermakna sebagai "tempat penyakralan gunung berkabut".

Tata letak

Area pemakaman di Astana Pajimatan Himagiri dibagi menjadi tiga kompleks utama; kompleks makam raja-raja Mataram Islam berada di sisi utara paling atas, kompleks makam raja-raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat berada di sisi barat dan kompleks makam raja-raja Keraton Kasultanan Yogyakarta Hadiningrat berada di sisi timur. Di kompleks makam raja-raja Mataram Islam terdapat dua bagian yaitu : Astana Kasultanagungan, dan Astana Pakubuwanan. Di kompleks makam raja-raja Surakarta terdapat tiga bagian yaitu Astana Kaswargan, Astana Kapingsangan dan Astana Girimulya. Di kompleks makam raja-raja Yogyakarta terdapat tiga bagian yaitu Kedhaton Kasuwargan, Kedhaton Besiyaran, dan Kedhaton Saptarengga.

Di area pemakaman ini juga terdapat lokasi makam seorang pengkhianat, bernama Tumenggung Endranata dengan makam di tiga bagian yang terpisah; di beberapa bagian dari ke-409 anak tangga, di sekitar Gapura Supit Urang dan di kolam sisi kanannya. Tumenggung Endranata sendiri disebut berkhianat karena membocorkan rencana penyerbuan di Batavia.

Berkaitan dengan Tumenggung Endranata, sejarawan de Graaf mendeskripsikannya sebagai seorang pengkhianat namun bukan dalam konteks penyerbuan Mataram di Batavia. Ia dihukum mati setelah selesainya pemberontakan Adipati Pragola II. Alasan dari penjatuhan hukuman mati tersebut karena janda Adipati Pragola II melapor kepada Sultan Agung bahwa Tumenggung Endranata sesungguhnya menjadi penghasut dalam konflik pemberontakan Adipati Pragola II.

Bangunan

Astana Pajimatan Himagiri terdiri atas beberapa halaman makam. Setiap astana, masing-masing memiliki tiga halaman. Tempat pemakaman raja berada di halaman paling atas beserta istri dan juga keluarganya, halaman kedua berada di tengah dan halaman terbawah merupakan halaman persiapan bagi peziarah. Tiap halaman dihubungkan dengan sebuah gapura. Di dalam kompleks Astana Pajimatan Himagiri juga terdapat berbagai komponen bangunan di antaranya adalah:

Tangga

Sebelum memasuki pemakaman, terdapat banyak anak tangga yang lebarnya sekitar 4 meter dengan kemiringan 45 derajat menghubungkan pemukiman dengan pemakaman. Anak tangga di Astana Pajimatan Himagiri kurang lebih berjumlah 446. Setiap bagian anak tangga memiliki arti dan makna tertentu, sebagai berikut:

Anak tangga dari pemukiman penduduk menuju area dekat Masjid Pajimatan Himagiri berjumlah 32. Jumlah anak tangga ini menandakan Astana Pajimatan Himagiri yang dibangun pada tahun 1632.

Anak tangga dari area dekat Masjid Pajimatan Himagiri menuju pekarangan Masjid Pajimatan Himagiri berjumlah 13. Jumlah anak tangga ini melambangkan kenaikan takhta Sultan Agung Anyakrakusuma sebagai raja Mataram pada tahun 1613.

Anak tangga dari pekarangan Masjid Pajimatan Himagiri menuju tangga terpanjang berjumlah 46. Jumlah anak tangga ini menandakan kemangkatan Sultan Agung pada tahun 1646.

Anak tangga terpanjang berjumlah 346. Jumlah anak tangga ini menandakan Astana Pajimatan Himagiri yang dibangun secara bertahap selama 346 tahun.

Anak tangga di sekitar kolam berjumlah 9. Jumlah anak tangga ini melambangkan 9 anggota Walisanga.

Masjid

Astana Pajimatan Himagiri dilengkapi dengan masjid di sisi barat pelataran menuju tangga pemakaman. Masjid ini disebut Masjid Pajimatan Himagiri yang digunakan sebagai tempat ibadah oleh para abdi dalem saat sedang bertugas di sana. Ruang utama masjid memiliki luas sekitar 10x6 meter persegi. Bagian serambi memiliki ukuran sekitar 6x3 meter persegi. Masjid ini memiliki halaman seluas kurang lebih 80 meter persegi.

Bangsal

Bangsal dapat di jumpai di area pemakaman dan juga di depan masjid. Bangsal adalah bangunan terbuka yang memiliki deretan penyangga (saka guru) tetapi tidak memiliki dinding. Bangsal di Astana Pajimatan Himagiri digunakan oleh para abdi dalem untuk menjalankan tugasnya. Di samping itu bangsal juga sering digunakan untuk tempat menunggu oleh para peziarah yang sedang berziarah ke makam.

Kelir

Kelir adalah bangunan kecil berbentuk pagar bertembok di area pintu masuk tiap halaman. Kelir berfungsi sebagai penghalang agar pandangan orang tidak melihat langsung ke dalam. Di Astana Pajimatan Himagiri terdapat empat bangunan kelir, yaitu kelir di Gapura Supit Urang, kelir di Regol Sri Manganti I, kelir di Regol Sri Manganti II dan kelir di Gapura Papak.

Regol

Serangkaian halaman terbuka di Astana Pajimatan Himagiri disebut dengan pelataran. Setiap pelataran dihubungkan dengan regol sebagai pembatas antara masing-masing pelataran. Regol merujuk kepada bangunan beratap yang berfungsi sebagai pintu masuk yang menghubungkan satu kompleks halaman ke kompleks halaman yang lain.

Gapura

Untuk menuju ke atas Astana Pajimatan Himagiri terdapat gapura yang bernama Gapura Supit Urang. Supit Urang adalah nama strategi perang Mataram yang dilakukan dengan cara mengepung musuh secara rangkap dari kedua sisi, sehingga musuh benar-benar terkurung membentuk pola seperti udang. Gapura Supit Urang secara simbolik merupakan gapura utama untuk masuk ke semua area pemakaman. Kedelapan astana yang ada di kompleks Astana Pajimatan Himagiri masing-masing memiliki gapura sebagai akses masuknya.

Kompleks

Daftar berikut adalah urutan pembagian kompleks makam di Astana Pajimatan Himagiri. Pada mulanya penguasa Mataram berada di bagian yang sama, setelah kerajaan terpecah bagian untuk penguasa Surakarta dan Yogyakarta dipisahkan.

Astana Kasultanagungan

Sri Sultan Agung Anyakrakusuma

Kanjeng Ratu Batang / Kanjeng Ratu Wetan (permaisuri Sultan Agung)

Sri Susuhunan Amangkurat II

Sri Susuhunan Amangkurat III

Astana Kapingsangan

Sri Susuhunan Pakubuwana VI

Sri Susuhunan Pakubuwana VII

Sri Susuhunan Pakubuwana VIII

Sri Susuhunan Pakubuwana IX

Astana Girimulya

Sri Susuhunan Pakubuwana X

Sri Susuhunan Pakubuwana XI

Sri Susuhunan Pakubuwana XII

Sri Susuhunan Pakubuwana XIII

Budaya dan tradisi

Terdapat tiga tradisi yang biasa dilakukan di Astana Pajimatan Himagiri di antaranya adalah Nawu Enceh, Kirab Budaya Ngarak Siwur, dan Nyadran. Prosesi masing-masing tradisi tersebut adalah sebagai berikut:

Nawu Enceh

Nawu Enceh adalah upacara menguras air gentong dengan tujuan membersihkan gentong yang ada di depan makam Sultan Agung. Tradisi ini dilakukan pada setiap bulan Sura pada hari Jumat Kliwon. Acara tersebut dimulai dengan pembacaan doa oleh juru kunci makam. Doa dipanjatkan kepada Allah untuk para leluhur yang telah meninggal dunia.

Ngarak Siwur

Ngarak Siwur adalah kirab budaya yang masih berhubungan dengan tradisi Nawu Enceh. Kirab Budaya dilakukan sebelum upacara Nawu Enceh yaitu pada hari Kamis Wage di sore hari. Kirab budaya ini menitik beratkan pada ngarak atau mempawaikan siwur yaitu alat yang digunakan untuk mengambil air di dalam tempayan yang terbuat dari tempurung kelapa berjumlah dua buah dari masing-masing karaton (Surakarta dan Yogyakarta).

Nyadran Karaton

Nyadran Karaton adalah serangkaian upacara adat yang dilakukan oleh masing-masing karaton (Surakarta dan Yogyakarta) pada saat bulan Ruwah untuk mengucapkan rasa syukur yang dilakukan secara kolektif dengan mengunjungi dan mendoakan leluhur yang telah meninggal. Upacara adat ini melibatkan abdi dalem, santana dalem dan pangageng karaton.

03

Pihak dan peran

Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.

Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.

04

Riwayat perubahan

Riwayat dalam arsip sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Sejarah

Pemakaman kerajaan terdahulu berada di Pasarean Mataram. yakni berada di Kota Gede Sayangan, Jagalan, Kecamatan. Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sedangkan Astana Pajimatan Himagiri dibangun di atas bukit Merak oleh Kanjeng Sinuwun Sri Sultan Agung Prabu Hanyokrokusumo (1613-1645) pada dekade keempat abad ke-17, pembangunannya dimulai pada tahun 1632.

Pembangunan kompleks Astana Pajimatan Himagiri dipimpin oleh Kanjeng Raden Kiai Tumenggung Citrokusumo, arsitekturnya merupakan perpaduan budaya Jawa - Hindu. Struktur bangunan yang berada di area pemakaman merupakan ciri utama arsitektur Jawa pra-Islam. Kompleks pemakaman ini terletak di sebuah bukit yang bernama Merak dengan ketinggian sekitar 100 meter di atas permukaan laut.

Sebelum membangun pemakaman baru di bukit Merak, Sultan Agung awalnya memerintahkan membangun kembali pemakaman di Girilaya, yang merupakan tempat pemakaman keluarganya. Orang yang dipercaya untuk membangun pemakaman tersebut adalah Kanjeng Panembahan Juminah yang merupakan paman Sultan Agung. Setelah pembangunan tersebut selesai, Panembahan Juminah wafat. Untuk menghormati jasanya, maka Sultan Agung memerintahkan agar pamannya dimakamkan di Girilaya.

Adapun tokoh yang dimakamkan di Astana Girilaya adalah Ki Ageng Giring, Ki Ageng Sentong, Kanjeng Panembahan Girilaya (mertua Sultan Agung), Kanjeng Ratu Ageng Banawati (ibu Sultan Agung) dan Panembahan Juminah (paman Sultan Agung). Oleh karena Girilaya telah digunakan sebagai tempat pemakaman keluarga, Sultan Agung berencana membangun pemakaman untuk keturunannya di bukit Merak yang berada di selatan Girilaya.

Pemilihan bukit Merak sebagai lokasi pemakaman tidak dapat dilepaskan dari konsep masyarakat Jawa yang memandang gunung dan bukit atau dataran yang lebih tinggi sebagai suatu tempat yang sakral dan menjadi penghubung manusia kepada tuhan. Bukit Merak dipercaya memiliki kekuatan magis dan sakral. Hal tersebut sebagai konstruksi intelektual yang dibentuk untuk memenuhi kebutuhan manusia terhadap hal-hal yang bersifat religius.

Sultan Agung wafat pada tahun 1646 dan menjadi raja pertama yang dimakamkan di Astana Pajimatan Himagiri, kemudian penerus wangsa Mataram dan keturunannya juga turut dimakamkan di sini. Hingga pasca Perjanjian Giyanti pada tahun 1755, yang membagi Mataram menjadi Surakarta dan Yogyakarta, maka raja, keluarga jeturunan dan kerabatnya dimakamkan di Astana Pajimatan Himagiri. Di sisi barat menjadi lokasi pemakaman raja-raja dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, sedangkan di sisi timur menjadi lokasi pemakaman raja-raja dari Keraton Kasultanan Yogyakarta Hadiningrat.

Astana Pajimatan Himagiri termasuk jaringan tradisi ziarah masyarakat Jawa ke lokasi makam-makam leluhur. Hal ini menjadikan pemakaman ini sebagai salah satu destinasi utama wisata religi yang umum dilakukan oleh masyarakat Jawa. Kompleks pemakaman ini dikelola oleh Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta dengan menempatkan para abdi dalem yang menjaga pemakaman dan dikelola secara bersama.

Tanggal observasi fisik belum dipastikan

Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber

Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.

Dasar informasi:[1]
05

Ukuran dan sistem

Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.

Dasar informasi:[1]

Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.

06

Dokumentasi dan sumber

Edisi sumber dan hak penggunaan

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Astana Pajimatan Himagiri. Revisi 29986280. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.

Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗

Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.

Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29986280. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.

Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Astana Pajimatan Himagiri sebagai kompleks dengan lingkup beberapa bangunan atau ruang. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.

Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.

Tanggal atau versi data sumber: 2026-09-26T03:28:51Z.

Catatan pembacaan sumber
  • Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
  • Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.

Dasar informasi

  1. Wikipedia bahasa Indonesia · Astana Pajimatan Himagiri · revisi 29986280 ↗
    Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-26T03:28:51Z

Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.

Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.

Baca dokumentasi