Arsitektur.
bagian dari ensiklopedia.online
ARS-R604458392
Adaptasi ensiklopedia kolaboratif · ringkasan berbahasa Indonesia dan teks sumber berbahasa Indonesia. Identitas dan rujukan berasal dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia, nomor ID4458392. Asal dan lisensi uraian
KompleksSumatera Utara, IndonesiaARS-R604458392

Candi Sisangkilon

Candi Sangkilon adalah situs cagar budaya yang berada di Desa Sangkilon, Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas, Provinsi Sumatera Utara. Candi Sangkilon juga dikenali sebagai salah satu peninggalan arkeologi yang diperhatikan di wilayah Padang Lawas, walaupun kondisinya saat ditemukan sudah tidak utuh dan hingga kini belum sepenuhnya dipugar.

Dasar informasi:[1]
Bandingkan
Jenis objek
Kompleks
Fungsi
Keagamaan (kategori penelusuran)
Masa tercatat
Belum diringkas dari riwayat sumber
Kondisi dan status
Kondisi mutakhir belum dinilai
01

Identitas dan tapak

Candi Sisangkilon dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Sumatera Utara, Indonesia. Konteks Indonesia didukung keterangan wilayah atau kategori sumber, serta uraian arsitektur yang diperiksa; tidak menyatakan asal tradisi yang eksklusif.

Dasar informasi:[1]
Lingkup profil: Artikel sumber mengidentifikasi Candi Sisangkilon sebagai kompleks dengan lingkup beberapa bangunan atau ruang. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan. Kompleks dihitung satu profil dan tidak ditambahkan ke hitungan bangunan individual.
Nama utama
Candi Sisangkilon
Lokasi
Sumatera Utara, Indonesia · Bangunan di Indonesia
Nama lain dalam sumber
ID4458392
Klasifikasi sumber
keagamaan · nomor ID4458392
Dasar kondisi
Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
02

Ruang dan fungsi

Profil ini membahas kompleks arsitektur. Kategori fungsi untuk penelusuran: keagamaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.

Dasar informasi:[1]

Membaca arsitektur

Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, ornamen atau relief, susunan ruang, atap atau kubah, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.

Dasar informasi:[1]

Deskripsi fisik dalam sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Pembuka

Candi Sangkilon adalah situs cagar budaya yang berada di Desa Sangkilon, Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas, Provinsi Sumatera Utara. Candi Sangkilon juga dikenali sebagai salah satu peninggalan arkeologi yang diperhatikan di wilayah Padang Lawas, walaupun kondisinya saat ditemukan sudah tidak utuh dan hingga kini belum sepenuhnya dipugar.

Deskripsi dan Lokasi

Candi Sangkilon terletak di sekitaran perkebunan kelapa sawit yang tidak terlalu jauh jaraknya dari aliran Sungai Sangkilon. Saat pertama kali ditemukan, bangunan utama dari candi Sangkilon sudah berada dikondisi yang kurang baik, hanya tersisa sebagian kaki candi dan bagian tubuh candi tanpa atap.

Bangunan utama Candi Sangkilon berukuran 11 x 11 m dengan tinggi sekitar 3,1 m. Bagian yang masih tersisa adalah sebagian kaki serta dinding dari sisi barat dan bagian utara. Pada bagian ujung-ujung tangga candi utama, terhias sepasang hiasan makara dengan ukiran makhluk raksasa pada bagian mulut candi yang sudah dalam kondisi tidak sempurna.

Selain bangunan induk, di situs ini juga terdapat tiga gundukan tanah yang diyakini sebagai bekas bangunan candi lain, meskipun strukturnya tidak lagi terlihat jelas:

Gundukan A: Berukuran 6 x 9 m dengan tinggi 6 m.

Gundukan B: Berukuran 6 x 9 m dengan tinggi 4 m.

Gundukan C: Berukuran 5 x 6 m dengan tinggi 1 m.

Status Cagar Budaya dan Tantangan Pelestarian

Candi Sangkilon punya peran penting dalam studi sejarah dan ilmu pengetahuan mengenai arsitektur candi. Oleh karenanya, Candi ini telah teregistrasi sebagai Cagar Budaya dan mendapatkan penetapan resmi dari kementerian melalui Surat Keputusan Menteri No. PM.88/PW.007/MKP/2011.

Walaupun sudah ditetapkan sebagai cagar budaya, Candi Sangkilon hingga saat ini belum mendapatkan pemugaran yang memadai dan rendah perawatan. Kondisi ini diperparah dengan pengawasan yang kurang sehingga menyebabkan candi rentan terhadap aktivitas perusakan, terutama oleh pencuri artefak. Sebagai contoh, pada tahun 2009 ditemukan galian liar sedalam 3 m dengan panjang 4 m di sebelah selatan candi. Selain lubang galian, pemburu harta karun juga memindahkan bata-bata dari reruntuhan candi secara tidak teratur sehingga menambah kerusakan pada situs. Perhatian dan upaya pelestarian yang lebih serius sangat dibutuhkan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada Candi Sangkilon.

03

Pihak dan peran

Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.

Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.

04

Riwayat perubahan

Riwayat dalam arsip sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Sejarah Penemuan dan Penelitian

Penemuan Candi Sangkilon sudah diketahui sejak masa penjajahan Belanda pada abad ke-19. Sejumlah pakar dari Belanda, yakni Kerkhoff, Schnitger, Von Rosenberg, Van den Bosch, Franz Junghun, dan Van Stein Callenfels, sudah melakukan penelitian di situs ini. Pada tahun 1854, Von Rosenberg menemukan fragmen-fragmen dari arca Buddha di lokasi candi Sangkilon.

Penelitian yang cukup lama dan rinci dilakukan oleh Schnitger pada tahun 1935. Schnitger menemukan sebuah prasasti lempengan emas berukuran 5 x 14 cm di bilik bangunan induk Candi Sangkilon. Prasasti ini menggunakan aksara Nagari dan menggunakan bahasa Sanskerta. Terlihat kemiripan dengan Prasasti Muara Takus yang berasal dari abad ke-14. Schnitger juga menemukan arca di halaman candi yang mengindikasikan ciri dari golongan Buddha Vajrayana, termasuk arca berbentuk buaya dengan wajah menyeramkan dan dua arca raksasa yang berada dalam posisi menyembah.

Berdasarkan hasil penelitiannya, Schnitger memiliki pendapat bahwasanya candi-candi di daerah Padang Lawas, yakni Candi Sangkilon, dibangun pada periode yang sama dengan stupa-stupa peninggalan dari Kerajaan Sriwijaya yang berada di Muara Takus, Provinsi Riau, diperkirakan sekitar abad ke-12.

Setelah kemerdekaan Indonesia, penelitian di situs Candi Sangkilon dilanjutkan Dinas Purbakala dan Lembaga Purbakala dan Peninggalan Nasional (LPPN), yang sekarang disebut Pusat Penelitian Arkeologi Nasional. Situs ini menunjukkan bukti persebaran agama Hindu hingga ke tengah Pulau Sumatera yang erat kaitannya dengan jaringan perdagangan yang menghubungkan Sriwijaya dengan Kerajaan Chola di India.

Tanggal observasi fisik belum dipastikan

Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber

Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.

Dasar informasi:[1]
05

Ukuran dan sistem

Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.

Dasar informasi:[1]

Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.

06

Dokumentasi dan sumber

Edisi sumber dan hak penggunaan

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Candi Sisangkilon. Revisi 29102063. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.

Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗

Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.

Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29102063. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.

Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Candi Sisangkilon sebagai kompleks dengan lingkup beberapa bangunan atau ruang. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.

Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.

Tanggal atau versi data sumber: 2026-04-04T12:36:12Z.

Catatan pembacaan sumber
  • Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
  • Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.

Dasar informasi

  1. Wikipedia bahasa Indonesia · Candi Sisangkilon · revisi 29102063 ↗
    Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-04-04T12:36:12Z

Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.

Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.

Baca dokumentasi