Gereja Santo Arnoldus Janssen, Bekasi
Gereja Santo Arnoldus Janssen adalah sebuah gereja paroki Katolik yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat, Indonesia. Gereja ini merupakan Paroki Bekasi yang berada dalam wilayah Keuskupan Agung Jakarta.
- Jenis objek
- Bangunan
- Fungsi
- Keagamaan (kategori penelusuran)
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Gereja Santo Arnoldus Janssen, Bekasi dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Margahayu, Jawa Barat, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.
- Nama utama
- Gereja Santo Arnoldus Janssen, Bekasi
- Lokasi
- Margahayu, Jawa Barat, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q126686469; ID4297299
- Klasifikasi sumber
- keagamaan · nomor ID4297299
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Lihat di Peta Arsitektur ↗
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: keagamaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, pintu, jendela, atau gerbang, ornamen atau relief, susunan ruang, tiang atau struktur penyangga, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Gereja Santo Arnoldus Janssen adalah sebuah gereja paroki Katolik yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat, Indonesia. Gereja ini merupakan Paroki Bekasi yang berada dalam wilayah Keuskupan Agung Jakarta. Gereja Santo Arnoldus Janssen dinamai menurut Arnoldus Janssen, pendiri Serikat Sabda Allah (SVD), tempat para imam SVD bertugas di gereja ini.
Pendirian gedung gereja
Guna memiliki sarana peribadatan yang lebih memadai, pembangunan gedung gereja mulai direncanakan. Gedung gereja dirancang memiliki bentuk joglo dengan daya tampung 1.500 orang. Izin prinsip berupa surat rekomendasi dari Bupati Kepala Daerah Tingkat II Bekasi Suko Martono terbit pada 15 Juli 1986. Izin pelaksanaan pembangunan gereja berupa Izin Mendirikan Bangunan juga kemudian terbit pada tahun yang sama.
Setelah melakukan pembangunan, gedung gereja selesai dibangun pada tanggal 22 November 1987, bertepatan dengan Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam. Bupati Kepala Daerah Tingkat II Bekasi, Suko Martono meresmikan gedung gereja ini. Pemberkatan gedung gereja juga dilakukan pada hari yang sama oleh Uskup Agung Soekoto.
Tampak dalam gereja
Setelah renovasi usai pada tahun 2011, panti umat utama di dalam gedung gereja mampu menampung hingga setidaknya 1.500 orang, tanpa balkon. Narteks gereja terdapat tiga bagian panti umat, utama di tengah, serta dua di sisi panti imam. Di sebelah kiri panti imam, panti umat sebagian digunakan sebagai panti paduan suara. Sementara di sebelah kanan panti imam, panti umat sebagian digunakan sebagai tempat duduk pada pro-diakon dan petugas liturgi.
Selain itu, terdapat berbagai sarana rohani juga di dalam bangunan gereja. Terdapat sebuah ceruk khusus untuk pembaptisan atau baptisterium, bersebelahan dengan bilik pengakuan dosa. Terdapat pula beberapa patung rohani, seperti Patung Hati Kudus Yesus, Patung Bunda Maria, Patung Keluarga Kudus, Patung Pieta, Patung Bunda Maria dengan Yesus, Lukisan Kerahiman Ilahi, serta jendela kaca patri menggambarkan santo pelindung gereja, Arnoldus Janssen.
Pemekaran paroki
Sebagai gereja perdana di Bekasi, sejumlah gereja yang awalnya merupakan bagian dari Paroki Bekasi telah dimekarkan menjadi paroki mandiri. Beberapa paroki yang dimekarkan dari Paroki Bekasi, antara lain Kranji (1991), Taman Galaxi (1995), Bekasi Utara (1996), dan Cikarang (2004).
Fasilitas rohani
Di kompleks gereja ini terdapat sebuah gua maria yang bernama Gua Maria Fatima. Gua Maria ini diresmikan oleh Uskup Bandung, Alexander Djajasiswaja pada 13 Mei 2000 yang merupakan hari Penampakan Bunda Maria di Fatima. Di sebelah Gua Maria, juga terdapat sebuah kapel kecil.
Di kompleks gereja ini juga terdapat berbagai sarana dan prasarana rohani lainnya untuk menunjang kehidupan umat di paroki ini. Berdiri sebuah gedung pastoran, sebagai tempat tinggal para pastor yang melayani di Paroki Bekasi, berselebahan dengan Aula dan Gedung Sekretariat Paroki.
Persis di sebelah kompleks gereja, terdapat pula kompleks persekolahan KB dan TK Strada Budi Luhur Bekasi.
Dalam rangka merayakan Tahun Yubileum 2025, Gereja Santo Arnoldus Janssen juga memasang Porta Sancta di pintu utama gereja
Stasi
Di wilayah Paroki Bekasi terdapat dua stasi, yaitu Gereja Santo Petrus Rasul - Stasi Cibitung dan Gereja Santo Yohanes Paulus II - Rawalumbu.
Gereja Santo Petrus Rasul, Stasi Cibitung
Gereja Santo Petrus Rasul terletak di Wanasari, Cibitung, Bekasi. Umat Stasi Cibitung setidaknya telah mencapai 7000 jiwa per 2024, terbagi ke dalam 17 wilayah, melayani umat Katolik di wilayah Cibitung dan Tambun. Stasi ini dilayani para imam dari Serikat Sabda Allah.
Peribadatan dilaksankan setiap hari Minggu pukul 7 pagi, Jumat Pertama serta Hari Raya Gereja Katolik lainnya.
Bangunan gereja ini masih berupa bangunan bedeng atau saung sementara, sebuah ruang terbuka yang digunakan sebagai tempat peribadatan, karena umat belum memiliki dana yang cukup untuk membangun bangunan gereja permanen. Bangunannya disangga tiang-tiang besi tanpa fasad.
Seperti pada umumnya, gereja ini memiliki panti umat yang cukup setidaknya menampung hingga 500 umat. Sebuah panti imam sederhana, dihiasi dengan sebuah Gunungan, karena mayoritas umat Stasi Cibitung didominasi umat Katolik dari etnis Jawa. Terdapat pula sebuah panti paduan suara di depan sebuah dinding ikonostasis yang dipenuhi gambar-gambar para orang kudus, serta potret dari Paus petahana Paus Leo XIV dan Uskup Agung Jakarta petahana, Ignatius Kardinal Suharyo. Di belakang panti imam terdapat sebuah sakristi.
Gereja ini menempati lahan yang luas. Terdapat toko rohani, Gua Maria Ibu Penolong Abadi, Jalan Salib di sekitar kompleks, ukiran Santo Petrus sang pelindung stasi, sebuah aula berbentuk saung, lahan parkir dan tempat kegiatan umat.
Eksterior Stasi Cibitung
Interior Stasi Cibitung
Fasilitas penunjang Stasi Cibitung
Gereja Santo Yohanes Paulus II, Rawalumbu
Gereja Santo Yohanes Paulus II terletak di Jalan Kemuning IV, Bojong Menteng, Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat. Pembangunan gereja di Rawalumbu dimulai setelah diterbitkannya izin mendirikan bangunan (IMB). Prosesi peletakan batu pertama berlangsung pada 10 Januari 2021. Gedung gereja ini diresmikan oleh Penjabat Wali Kota Bekasi, Gani Muhamad, pada 22 November 2024. Pada 26 Oktober 2025, Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo memimpin pemberkatan gedung gereja Santo Yohanes Paulus II. Upacara pemberkatan gereja turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Riwayat dalam arsip sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Sejarah
Perkembangan Bekasi sebagai daerah penyangga Jakarta, semakin berkembang pada akhir tahun 1950-an. Uskup Agung Jakarta, Adrianus Djajasepoetra, S.J. mengambil kebijakan di mana Bekasi masuk dalam wilayah Keuskupan Agung Jakarta. Pada tahun 1958, sebuah tanah di kawasan Jalan Ir. H. Juanda dibeli dan didirikan Sekolah Strada Budi Luhur. Sekolah tersebut selesai dibangun pada tahun 1967.
Sejumlah umat kemudian melaksanakan Perayaan Natal pertama pada tahun 1966, yang disusul dengan pelaksanaan Misa secara lebih teratur sejak tahun 1967 hingga 1970 di Sekolah Strada Budi Luhur. Perkembangan umat di wilayah Bekasi membawa peningkatan status Bekasi menjadi stasi dari Gereja Santa Maria Dipamarga, Klender. Sejak saat itu, kegiatan liturgis dan pastoral semakin ditingkatkan intensitasnya. Perkembangan semakin terjadi sejak tahun 1975 sejak berbagai perumahan dibangun di Bekasi. Sejak 20 Juni 1978, Pastor Antonius Maria van den Braak, S.J. mulai datang secara teratur di kawasan Bekasi. Rapat pleno stasi berlangsung pada 19 Desember 1978 yang dipimpin oleh Pastor van den Braak.
Uskup Agung Jakarta, Leo Soekoto, S.J. menetapkan Stasi Bekasi menjadi Paroki pada tanggal 25 Februari 1979. Dalam surat keputusan itu, ditetapkan nama pelindung Paroki Bekasi ialah Santo Arnoldus Janssen, yang merupakan pendiri Serikat Sabda Allah. Dalam surat itu juga, ditetapkan pastor kepala paroki pertama adalah R.P. Jan Lali, S.V.D.
Renovasi gereja
Setelah gedung gereja dipergunakan selama 22 tahun, pengurus Gereja merencanakan untuk melaksanakan renovasi. Renovasi gereja selesai pada 25 September 2011 yang diresmikan oleh Uskup Agung Jakarta, Ignatius Suharyo.
Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber
Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Gereja Santo Arnoldus Janssen, Bekasi. Revisi 29979133. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Kontributor Wikidata · data terstruktur CC0 1.0
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29979133. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Gereja Santo Arnoldus Janssen, Bekasi sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2026-09-25T16:43:34Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Gereja Santo Arnoldus Janssen, Bekasi · revisi 29979133 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-25T16:43:34Z
- Wikidata P625 · Gereja Santo Arnoldus Janssen, Bekasi ↗Kontributor Wikidata · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2024-10-27T03:30:25Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.