Gereja Trinitas, Cengkareng
Gereja Trinitas adalah sebuah gereja paroki Katolik yang berlokasi di Cengkareng Barat, Jakarta Barat, Jakarta. Gereja ini berada di bawah pengelolaan Keuskupan Agung Jakarta. Secara parokial, Gereja ini merupakan Paroki Cengkareng.
- Jenis objek
- Bangunan
- Fungsi
- Keagamaan (kategori penelusuran)
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Gereja Trinitas, Cengkareng dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Cengkareng Barat, DKI Jakarta, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.
- Nama utama
- Gereja Trinitas, Cengkareng
- Lokasi
- Cengkareng Barat, DKI Jakarta, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q19730369; ID1644441
- Klasifikasi sumber
- keagamaan · nomor ID1644441
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Lihat di Peta Arsitektur ↗
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: keagamaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bahan bangunan, pintu, jendela, atau gerbang, susunan ruang, tiang atau struktur penyangga, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Gereja Trinitas adalah sebuah gereja paroki Katolik yang berlokasi di Cengkareng Barat, Jakarta Barat, Jakarta. Gereja ini berada di bawah pengelolaan Keuskupan Agung Jakarta. Secara parokial, Gereja ini merupakan Paroki Cengkareng. Gereja Trinitas dinamai menurut Trinitas, suatu doktrin utama dalam iman Kristiani. Gereja ini berada dalam reksa pastoral tarekat Oblat Maria Imakulata.
Pendirian gereja dan paroki
Pada tahun 1974, Stasi Cengkareng mulai dikelola oleh para Misionaris Oblat Maria Imakulata (OMI). Imam OMI yang pertama bertugas adalah R.P. Patrick Moroney, O.M.I. Pada tanggal 1 Mei 1975, Stasi Cengkareng dipisahkan dari Paroki Tangerang. Setahun kemudian, mulai dilakukan pembelian tanah yang akan dibangun menjadi lokasi gereja. Pada 26 Mei 1978, nama pelindung paroki yang ditentukan adalah Trinitas. Beberapa kelompok umat dan kategorial kemudian mulai terbentuk. Pada 11 Juni 1978, Dewan Paroki dan Pengurus Gereja Dana Papa untuk Paroki Cengkareng dilantik oleh R.P. David Shelton, O.M.I. Imam yang kemudian bertugas adalah R.P. John Petrus McLaughlin, O.M.I. yang bertugas sejak Agustus 1978.
Proses pembangunan gedung gereja dimulai dengan dibuatnya suatu Gedung Serba Guna. Perizinan gedung tersebut diajukan pada tahun 1982, tetapi izin yang diterbitkan oleh Gubernur Tjokropranolo menyatakan bahwa gedung tersebut tidak untuk kegiatan peragamaan. Permohonan izin gereja kemudian diajukan pada 3 Agustus 1984, yang dilengkapi dengan pengajuan IMB pada 21 Desember 1985. Gubernur Wiyogo Atmodarminto mengeluarkan surat Izin Pendahuluan Pembangunan Gereja pada 27 Januari 1987. Setahun berselang, melalui surat dari Gubernur DKI Jakarta, diberikan izin penunjukkan penggunaan tanah. Peletakkan batu pertama dilaksanakan pada 19 November 1988. Dengan diterimanya izin pendahuluan IMB pada 3 Mei 1989, maka pembangunan gedung dimulai pada 21 Mei 1989. Pembangunan gedung gereja selesai pada 31 Januari 1990. Pada 21 Februari 1990, gedung gereja diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Wiyogo Atmodarminto, dan juga diberkati oleh Uskup Agung Jakarta, Leo Soekoto, S.J. Satu hari setelahnya, dilaksanakan misa penerimaan tahbisan imamat kepada R.P. F.X. Sudirman, O.M.I., yang merupakan imam ketiga OMI dari Indonesia.
Setelah pembangunan gedung gereja usia, dilakukan pendirian aula yang kemudian diberi nama 'Santo Eugenius de Mazenod' dan beberapa ruang kegiatan gereja yang selesai pada tahun 1997. Gedung tersebut diresmikan oleh Uskup Agung Jakarta, Julius Kardinal Darmaatmadja, S.J. pada 11 Mei 1997. Untuk menampung umat yang kian hari kian membengkak jumlahnya, gedung gereja telah diperluas dengan penambahan sayap kiri, kanan dan depan gedung. Sejak akhir tahun 2002, tenda permanen yang memakan lahan parkir sebelah kanan gereja terpasang. Tenda ini dimaksudkan untuk mengantisipasi jumlah umat yang melebihi kapasitas gedung gereja pada perayaan besar Gereja. Pada tempo 2012 hingga 2014, Gereja Trinitas sempat mengalami renovasi. Pada 21 Juni 2014, renovasi Gereja Trinitas diresmikan oleh Uskup Agung Jakarta, Ignatius Suharyo.
Pemekaran
Pada tahun 1981, bagian selatan Daan Mogot dimekarkan untuk membentuk suatu paroki tersendiri, yang kemudian dibangun dan dikenal sebagai Gereja Santo Thomas Rasul, Bojong Indah. Pada awal tahun 1999, Paroki Cengkareng membeli suatu tanah di kawasan Kalideres. Di atas tanah tersebut kemudian berdiri Gereja Santa Maria Imakulata, Kalideres. Paroki Kalideres kemudian dimekarkan dari Paroki Cengkareng pada tahun 2015. Pada tahun 2002, di kawasan Villa Taman Bandara juga dibeli sebuah tanah yang kemudian menjadi Kapel Santo Vincentius Pallotti. Saat ini kapel tersebut merupakan bagian dari Paroki Kalideres.
Bangunan
Di dalam gereja, terdapat 14 gambar perhentian Jalan Salib yang dipasang di dinding seputar gereja bagian dalam. Selain itu, terdapat juga 12 buah lukisan kaca yang dibagi menjadi dua seri, yang menggambarkan sejarah/kisah penciptaan, karya Kristus di dunia, perkembangan Gereja hingga terakhir, serta gambar Monumen Nasional (Monas) yang menunjukkan keberadaan gedung gereja di wilayah kota Jakarta.
Penjelasan
Di atas pintu utama gedung gereja, terdapat sebuah lukisan kaca berupa lambang kuno dari Trinitas. Pelukis gambar yang berasal dari Rusia dan hidup pada abad ke-14 menggambarkan Trinitas sesuai dengan peristiwa yang diambil dari Kitab Kejadian (18:1-15). Gambar ini telah diberi beberapa judul, salah satunya adalah "Pertemuan Ilahi". Tiga orang duduk di sekitar meja, Mereka saling memandang yang menunjukkan kesatuan-Nya.
Panti imam terdapat sejajar/lurus dari pintu utama. Meja altar dibuat lebih tinggi sebagai simbolisasi Gunung Kalvari, tempat Yesus dikurbankan. Altar ini didedikasikan/diberkati oleh Uskup Agung Soekoto. Salib yang ada di panti imam merupakan salib yang digunakan pada saat perayaan ekaristi di Stadion Utama Gelora Bung Karno dalam rangka kunjungan apostolik Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1989. Salib ini didupai dalam perayaan ekaristi tersebut. Salib ini dipersiapkan oleh Paroki Cengkareng. Pada pengembangan awalnya, salib ini dikerjakan dalam waktu sekitar 40 hari, dan dikerjakan secara terpotong-potong oleh para pemahat asal Desa Mas, Bali. Setelah perayaan ekaristi tersebut, salib dibawa ke Gereja Trinitas dan dirangkai kembali. Bentuk salib tersebut dibuat menyerupai salib pada tongkat gembala (ferula) Paus Yohanes Paulus II. Wajah Yesus digambarkan menoleh ke kiri berdasarkan inspirasi pada Injil Yohanes (19:26-27) saat Yesus menyerahkan ibu-Nya, Maria, kepada para murid.
Pada panti imam juga terdapat tabernakel untuk menyimpan hosti yang telah diberkati dengan kaki dian, suatu lampu berwarna merah yang menyala saat terdapat Sakramen Mahakudus di dalam tabernakel. Terdapat pula gong dan sebuah bejana permandian. Selain itu, juga terdapat dua buah mimbar di sekitar panti imam. Di belakang panti imam terdapat sakristi sebagai lokasi persiapan bagi imam dan para petugas liturgi dan juga menyimpan peralatan liturgi.
Peribadatan
Gereja Trinitas menyelenggarakan Misa harian pada pagi hari. Misa mingguan dilaksanakan satu kali pada Sabtu sore dan tiga kali pada hari Minggu. Selain itu, juga dilaksanakan Misa pada Jumat pertama, yakni pada malam hari. Liturgi umumnya diselenggarakan dalam bahasa Indonesia.
Fasilitas
Di sekitar panti imam Gereja Trinitas terdapat dua buah patung, yakni Patung Hati Kudus Yesus dan Patung Bunda Maria. Sejumlah patung juga terletak di pelataran gereja, antara lain patung Keluarga Kudus, patung Santo Eugenius de Mazenod, dan patung Hati Kudus Yesus. Gereja Trinitas juga memiliki sebuah Gua Maria dan ruang adorasi. Ruang adorasi diberkati oleh Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo pada 4 Juni 2023. Di sekitar pintu utama gereja, terdapat juga patung Pieta.
Tarekat
Paroki Cengkareng dilayani oleh imam-imam dari Kongregasi Oblat Maria Imakulata (OMI). Dua orang imam OMI yang saat ini bertugas di Gereja Trinitas adalah R.P. Reynold Agustinus Sombolayuk, O.M.I. dan R.P. Gregorius Basir Karimanto, O.M.I. Selain itu, terdapat juga para suster dari Kongregasi Amalkasih Darah Mulia (ADM) dan Jesus Maria Joseph (JMJ). Kongregasi ADM mulai bertugas di Gereja Trinitas sejak tahun 1980. Permintaan sebelumnya diajukan pada tahun 1975, tetapi jumlah suster yang ada masih mengalami keterbatasan. Para suster JMJ mulai masuk ke Gereja Trinitas pada tahun 1985.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Riwayat dalam arsip sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Sejarah awal
Pada awalnya Paroki Cengkareng merupakan bagian dari Gereja Santo Kristoforus, Grogol, yang pada saat itu dipimpin oleh R.P. Henricus Kemper, M.S.C. Pada tahun 1971, Uskup Agung Jakarta, Leo Soekoto, S.J. menyerahkan Stasi Cengkareng dan Stasi Kapuk kepada Paroki Tangerang, di mana jabatan pastor paroki pada masa itu diampu oleh R.P. Anton Mulder, S.J. Pendataan umat mulai dilakukan pada tahun 1972 oleh dua orang yang ditugaskan oleh Uskup Agung Soekoto, guna mengetahui kondisi umat di wilayah Stasi Cengkareng dan Stasi Kapuk. Pendataan dilakukan secara berjalan kaki dan mengunjungi dari rumah ke rumah.
Pada tahun 1972, perayaan ekaristi bulanan juga mulai diselenggarakan di Kompleks Kodam Jaya di bilangan Kebon Jeruk, yang kemudian meningkat frekuensinya menjadi dua kali dalam satu bulan pada akhir tahun 1973. Beberapa pertemuan umat pada saat penyelenggaraan misa requiem bagi umat di kawasan Cengkareng, membuat umat dapat berkumpul dan membentuk komunitas. Sebuah sekolah kemudian didirikan di kawasan Cengkareng, yang merupakan bagian dari Perkumpulan Strada.
Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber
Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Gereja Trinitas, Cengkareng. Revisi 29141384. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Kontributor Wikidata · data terstruktur CC0 1.0
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29141384. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Gereja Trinitas, Cengkareng sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2026-04-19T01:28:17Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Gereja Trinitas, Cengkareng · revisi 29141384 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-04-19T01:28:17Z
- Wikidata P625 · Gereja Trinitas, Cengkareng ↗Kontributor Wikidata · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2025-11-09T13:44:55Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.