Istano Silinduang Bulan
Istano Silinduang Bulan atau Istana Silindung Bulan merupakan istana yang terletak di Nagari Pagaruyung, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Kini istana tersebut telah direnovasi setelah mengalami kebakaran pada tanggal 21 Maret 2010.
- Jenis objek
- Bangunan
- Fungsi
- Fungsi mengikuti uraian sumber
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Istano Silinduang Bulan dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Sumatera Barat, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.
- Nama utama
- Istano Silinduang Bulan
- Lokasi
- Sumatera Barat, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q12486844; ID149916
- Klasifikasi sumber
- fungsi yang dibahas sumber · nomor ID149916
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Lihat di Peta Arsitektur ↗
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas bangunan individual. Fungsi ruang mengikuti uraian sumber. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup pintu, jendela, atau gerbang, ornamen atau relief, susunan ruang, atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Istano Silinduang Bulan atau Istana Silindung Bulan merupakan istana yang terletak di Nagari Pagaruyung, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Kini istana tersebut telah direnovasi setelah mengalami kebakaran pada tanggal 21 Maret 2010.
Rentetan kebakaran
Pada tahun 1821, istana ini terbakar dalam kecamuk Perang Padri. Pada tahun 1869, Istano Silinduang Bulan dibangun lagi oleh Yang Dipertuan Gadih Puti Reno Sumpu, kemenakan dari Sultan Tangkal Syariful Alam Bagagar Syah Yang Dipertuan Hitam, serta putri dari Yang Dipertuan Gadih Reno Sori dengan Sultan Abdul Jalil Yang Dipertuan Sembahyang (pemegang jabatan Raja Adat, Raja Ibadat, dan Raja Alam).
Selama bertahun-tahun, Istano Silinduang Bulan berada dalam kondisi yang memprihatinkan. Pada tanggal 4 Agustus 1961, istana ini dibakar oleh orang-orang dari Partai Komunis Indonesia (PKI).
Pada tahun 1987, pembangunan kembali istana dimulai dan diresmikan pada tahun 1989. Di antara tokoh yang memprakarsai yakni Sutan Usman Yang Dipertuan Tuanku Tuo Ahli Waris Daulat Yang Dipertuan Raja Pagaruyung, Tan Sri Raja Khalid bin Raja Harun, Raja Syahmenan bin Raja Harun, dan Aminuzal Amin Datuk Raja Batuah.
Pada tanggal 21 Maret 2010, istana ini kembali terbakar.
Bentuk dan tata ruang
Istano Silinduang Bulan disebut juga rumah gadang sambilan ruang dengan ukuran 28 x 8 meter. Di halamannya, berdiri dua rangkiang yang bernama Si Bayau-bayau dan Si Tinjau Lauik. Istano Silinduang Bulan mengadopsi bentuk rumah gadang model alang babega yang merupakan ciri khas rumah gadang seorang raja.
Istano Silinduang Bulan mempunyai empat buah bilik (kamar tidur) dan dua buah anjung. Di samping kanan bernama Anjung Emas dan di samping kiri Anjung Perak. Di bagian belakangnya terdapat dapur.
Tiang penyangga rumah gadang ini berjumlah 52 buah, terdiri dari: delapan buah di barisan depan disebut tiang tetapi panagua alek, barisan kedua memanjang bangunan terdapat 12 buah tiang yang disebut tiang tamban suko mananti, barisan ketiga memanjang bangunan terdapat 12 buah tiang yang disebut tiang tangah manti salapan. Salah satu dari 12 tiang ini disebut tonggak tuo, atau disebut juga tiang panjang simajolelo yang terletak di bagian kanan setelah pintu masuk. Barisan keempat berjumlah 12 tiang disebut tiang dalam puti bakuruang yang menjadi penopang bagian tengah rumah.
Selanjutnya 12 tiang lagi disebut tiang salek dindiangnyo samiek. Barisan tiang ini membatasi dinding belakang dengan bagian muka bilik. Delapan tiang lagi di bagian belakang disebut tiang dapua suko dilabo. Kedua anjung di ujung kiri dan kanan rumah adalah tempat tahta raja, yakni Rajo Tuo di Anjung Emas dan Tuan Gadih di Anjung Perak.
Ukiran
Ukiran yang membalut Istano Silinduang Bulan berjumlah lebih dari 200 macam motif ukiran. Hampir seluruh motif ukiran Minangkabau terdapat di Istano Silinduang Bulan. Ukiran itu mendominasi bentuk luar fisik bangunan yang kaya dengan simbol-simbol. Setiap ukiran dan penempatannya mempunyai makna sendiri-sendiri, sebagai tanda bahwa Istano Silinduang Bulan adalah rumah gadang raja atau sebagai pusat adat.
Beberapa motif ukirannya antara lain terdapat di bandua ayam bagian memanjang di bawah jendela, dihiasi tiga jenis ukiran: aka cino, sikambang manih dan siriah gadang. Pada bagian dinding yang lebih luas dihiasi dengan ukiran: pucuak rabuang dan aka Cino ditambah dengan hiasan kaca tabentang kalangik. Pada jalusi di atas jendela dihiasi dengan ukiran tembus dengan motif si kambang manih. Pada bagian bawah pinggir atap yang disebut dampa-dampa dihiasi dengan tiga jenis ukiran: pisang sasikek, aka Cino, dan tantadu bararak. Pada pintu masuk ditemukan berbagai ukiran: tupai managun, daun bodi, saik wajik, bungo lado, buah palo bapatah, dan itiak pulang patang.
Banyak lagi bagian pada dinding istana yang diukir dengan berbagai jenis ukiran. Umumnya ukiran-ukiran itu didominasi oleh warna-warna: merah, kuning, hitam dan diselingi oleh warna coklat (warna tanah), serta warna perak dan emas.
Di bagian dalam, semua bagian ditutupi dengan kain tabir dan langik-langik dengan sulaman bertatah warna emas dengan berbagai motif. Ini semua merupakan hasil kerajinan rakyat dari nagari-nagari di sekitar Pagaruyung antara lain Sungayang dan Pandai Sikek.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Riwayat dalam arsip sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Sejarah
Nama Silinduang Bulan adalah nama yang diberikan kepada Istana Raja Pagaruyung setelah dipindahkan dari Ulak Tanjuang Bungo ke Balai Janggo pada tahun 1550 oleh Daulat Yang Dipertuan Raja Gamuyang Sultan Bakilap Alam (Sultan Alif Kalifatullah Johan Berdaulat Fil’Alam I), Raja Alam sekaligus pemegang jabatan Raja Adat dan Raja Ibadat Pagaruyung. Tahun ini sebagai penanda awal diberlakukannya secara resmi hukum syariat Islam di seluruh kerajaan Pagaruyung menggantikan hukum-hukum yang bersumber dari agama Buddha Tantrayana.
Istano Silinduang Bulan dibangun kembali pada tahun 1750, karena bangunan lama telah tua dan mulai runtuh.
Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber
Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Istano Silinduang Bulan. Revisi 27222675. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Kontributor Wikidata · data terstruktur CC0 1.0
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 27222675. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Istano Silinduang Bulan sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2025-05-03T02:47:24Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Istano Silinduang Bulan · revisi 27222675 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2025-05-03T02:47:24Z
- Wikidata P625 · Istano Silinduang Bulan ↗Kontributor Wikidata · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2023-08-03T19:18:52Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.