Katedral Bandung
Katedral Bandung, atau yang bernama resmi Katedral Santo Petrus, adalah sebuah gereja katedral Katolik yang terletak di Jalan Merdeka, Babakanciamis, Sumurbandung, Bandung, Indonesia.
- Jenis objek
- Bangunan
- Fungsi
- Keagamaan (kategori penelusuran)
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Katedral Bandung dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.
- Nama utama
- Katedral Bandung
- Lokasi
- Bandung, Jawa Barat, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q4425998; ID40531
- Klasifikasi sumber
- keagamaan · nomor ID40531
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Lihat di Peta Arsitektur ↗
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: keagamaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, pintu, jendela, atau gerbang, ornamen atau relief, susunan ruang, tiang atau struktur penyangga, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Katedral Bandung, atau yang bernama resmi Katedral Santo Petrus, adalah sebuah gereja katedral Katolik yang terletak di Jalan Merdeka, Babakanciamis, Sumurbandung, Bandung, Indonesia. Bangunan ini dirancang oleh Charles Prosper Wolff Schoemaker dan bergaya arsitektur neo-Gotik akhir. Dilihat dari atas bentuknya menyerupai salib yang simetris. Katedral Santo Petrus mempunyai luas tanah sebesar 2.385 m² dan luas bangunan sebesar 785 m².
Gerejanya sendiri diberi nama St. Franciscus Regis pada tanggal 16 Juni 1895. Setelah Bandung memperoleh status gemeente (setingkat kotamadya) pada tahun 1906, diputuskan untuk membangun bangunan gereja baru. Pembangunan bangunan yang baru dilaksanakan sepanjang tahun 1921. Katedral ini lalu diberkati pada 19 Februari 1922 oleh Edmundus Luypen, S.J., Vikaris Apostolik Batavia.
Bangunan gereja
Gereja ini dibangun dengan prinsip dasar Neo-Gotik, dengan beberapa sentuhan gaya Timur. Beberapa bagian struktur yang mengadopsi bentuk Gotik mencakup menara lonceng yang menjulang tinggi, rose window (kaca mawar), deretan kaca patri, ribbed vault (rusuk yang berbentuk melengkung), dan bentuk utama gereja yang membentuk salib Latin. Elemen dekoratif bergaya Art Deco turut disertakan untuk menciptakan sebuah kontras. Pada bagian eksterior, digunakan moulding (lekukan pada dinding) yang menghasilkan bayangan dinamis akibat interaksi dengan sinar matahari. Desain ini terinspirasi oleh arsitektur Timur yang menampilkan lekuk-lekuk sebagai salah satu elemen pada permukaan bangunan.
Eksterior
Di bagian bawah kaca mawar (rose window) terdapat tiga buah kolom yang melambangkan konsep ketidakterbatasan dalam Allah Tritunggal Mahakudus, yakni tidak memiliki awal maupun akhir. Kaca mawar tersebut terdiri dari sebuah lingkaran pusat yang dikelilingi oleh 12 lingkaran kecil. Lingkaran pusat melambangkan Yesus, sedangkan dua belas lingkaran kecil menggambarkan kedua belas rasul-Nya.
Menara gereja terletak di sebelah kiri (saat dilihat dari pintu utama). Hal ini berkaitan dengan psikologis manusia yang "merasa lemah pada bagian kiri".
Serambi dan panti umat
Saat memasuki pintu utama Katedral yang terletak di sisi barat, terdapat sebuah serambi (narthex), yang memiliki pencahayaan yang lebih redup dan langit-langit dibuat lebih rendah. Area ini dapat dimaknai sebagai ruang transisi dari ruang profan menuju ruang sakral, dengan adanya tempat air suci dan bejana pembaptisan. Di panti umat (nave), pencahayaan gereja lebih terang tetapi lembut. Adapun langit-langit di panti umat dibuat tinggi sebagai salah satu bentuk penerapan gaya Gotik. Di sekitar pintu utama juga terdapat sebuah gambar segitiga dengan mata di tengah-tengahnya, sebagai representasi atas Allah yang Mahatahu.
Di dinding sisi utara Katedral Bandung, terdapat sebuah kaca patri bertuliskan IHS (Iesus Humanum Salvator). Di panti umat juga terdapat sejumlah patung, termasuk patung Santo Ignatius Loyola dan Santo Petrus.
Cagar budaya
Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 19 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Kawasan dan Bangunan Cagar Budaya, Katedral Bandung terdaftar sebagai salah satu cagar budaya di Kota Bandung.
Peribadatan
Gereja Katedral Bandung melaksanakan misa harian pada pagi hari (06.00 WIB) dan sore hari (17.00 WIB). Pada hari Sabtu, misa harian hanya diselenggarakan pada pagi hari. Misa mingguan dilaksanakan pada Sabtu Sore (17.00 WIB) dan empat kali pada hari Minggu (06.00, 09.00, 12.00, dan 17.00 WIB). Misa Jumat Pertama juga dilaksanakan pada hari Jumat awal bulan, dengan tiga kali misa (06.00, 12.00, dan 17.00 WIB). Liturgi umumnya diselenggarakan dalam Bahasa Indonesia.
Fasilitas
Katedral Bandung juga memiliki sebuah Gua Maria yang terletak di samping bangunan utama gereja. Katedral Bandung juga memiliki gedung pastoral dan aula yang terletak di samping Gua Maria.
Katedral Bandung berada satu kompleks dengan Persekolahan Santo Yusup.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Riwayat dalam arsip sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Sejarah
Kisah Gereja Katedral Santo Petrus Bandung dimulai pada tahun 1878, ketika Bandung mulai berkembang sebagai ibu kota Karesidenan Priangan. Saat itu, kebutuhan umat Katolik akan tempat peribadatan formal mulai dirasakan.
Dengan semakin banyaknya penduduk Eropa di Bandung, terutama di kawasan sekitar Gedung Balai Kota—yang awalnya merupakan gudang perkebunan—muncul gagasan untuk mendirikan sebuah gereja. Selain Gereja Katedral untuk umat Katolik, dibangun pula Gereja Bethel bagi umat Protestan di seberang Taman Balai Kota. Kedua gereja tersebut hendak dirancang oleh seorang arsitek Belanda, Charles Prosper Wolff Schoemaker.
Seiring perkembangan, pada 13 Februari 1907, Bandung secara administratif dipisahkan dari Distrik Cirebon, dan Stasi Bandung ditetapkan sebagai stasi baru di bawah kepemimpinan Pastor J. Timmers, yang sebelumnya telah melayani umat di Bandung selama empat tahun. Dengan bertambahnya jumlah jemaat, gereja sementara yang digunakan tidak lagi mampu menampung umat, yang mencapai 1.800 anggota. Bahkan, dalam satu perayaan Ekaristi, jemaat yang hadir bisa mencapai 280 orang, dengan menempati bangunan sekitar 170 m².
Pada tahun 1921, arsitek Wolff Schoemaker ditunjuk untuk mendesain gedung gereja baru di atas lahan bekas peternakan Merpikaweg. Pemilihan Schoemaker dianggap strategis karena keahliannya dalam arsitektur Eropa klasik, meskipun ia bukan arsitek Katolik seperti Maclaine Pont. Schoemaker, yang memiliki latar belakang militer dan pendidikan teknik, dinilai mampu menyelesaikan proyek dengan efisien baik dari segi waktu maupun biaya.
Proyek ini melibatkan kolaborasi erat antara Schoemaker sebagai arsitek, Pastor P.J.W. Muller yang mengusulkan gaya arsitektur Gothik, dan M. Kunst sebagai ahli bangunan yang merealisasikan desain tersebut. Pembangunan dimulai pada tahun 1921 dan selesai hanya dalam waktu satu tahun. Gereja Katedral Santo Petrus resmi diberkati oleh Vikaris Apostolik Batavia, Edmundus Luypen, S.J. pada 19 Februari 1922, sekaligus meresmikannya sebagai bagian dari Vikariat Apostolik Batavia.
Sebagai bagian dari upaya mewujudkan Bandung sebagai kota modern, pembangunan Gereja Katedral juga menjadi salah satu dari 750 bangunan monumental yang dibangun antara 1918 dan 1925 di bawah Gemeentewerken Bandung yang dipimpin oleh Frans Johan Louwrens Ghijsels.
Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber
Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Katedral Bandung. Revisi 29904425. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Kontributor Wikidata · data terstruktur CC0 1.0
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29904425. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Katedral Bandung sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2026-09-18T17:16:02Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Katedral Bandung · revisi 29904425 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-18T17:16:02Z
- Wikidata P625 · Katedral Bandung ↗Kontributor Wikidata · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-05-04T20:17:38Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.