Kelenteng Cu An Kiong
Kelenteng Cu An Kiong (h=慈安宮; p=cí ān gōng; harfiah: Istana Ketenteraman dan Welas Asih) merupakan kelenteng tertua di Kota Lasem dan secara tradisi lokal sering disebut sebagai salah satu kelenteng tertua di Pulau Jawa.
- Jenis objek
- Bangunan
- Fungsi
- Keagamaan (kategori penelusuran)
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Kelenteng Cu An Kiong dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Lasem, Jawa Tengah, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.
- Nama utama
- Kelenteng Cu An Kiong
- Lokasi
- Lasem, Jawa Tengah, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q31174066; ID2093636
- Klasifikasi sumber
- keagamaan · nomor ID2093636
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: keagamaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, pintu, jendela, atau gerbang, susunan ruang, tiang atau struktur penyangga. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Kelenteng Cu An Kiong (h=慈安宮; p=cí ān gōng; harfiah: Istana Ketenteraman dan Welas Asih) merupakan kelenteng tertua di Kota Lasem dan secara tradisi lokal sering disebut sebagai salah satu kelenteng tertua di Pulau Jawa.
Ruang utama kelenteng yang berisi altar Tian Shang Sheng Mu berada di bagian belakang dan tidak terbuka untuk umum, mengikuti prinsip hierarki ruang sakral dalam kosmologi keagamaan Tionghoa.
Pada salah satu pintu kelenteng, pada kedua daun pintunya digambarkan dua tokoh Tionghoa-Lasem yang mengajarkan teknik membatik kepada penduduk setempat, yaitu Bi Nang Un dan istrinya, Na Li Ni.
Arsitektur dan tata ruang
Kelenteng Cu An Kiong menampilkan ciri arsitektur kelenteng Tionghoa selatan dengan denah memanjang dan orientasi ke arah dalam. Pola ini mencerminkan konsep kosmologi Tionghoa yang memaknai ruang sebagai perjalanan spiritual dari area profan menuju pusat sakral.
Struktur rangka kayu jati, sistem sambungan tradisional tanpa paku, serta ragam hias naga dan flora mitologis menunjukkan kesinambungan teknik bangunan Tionghoa yang beradaptasi dengan material lokal Jawa.
Peran dalam pembentukan kawasan Lasem
Dalam kajian sejarah perkotaan, Cu An Kiong dipandang sebagai titik orientasi awal terbentuknya Pecinan Lasem. Kedekatannya dengan sungai menegaskan fungsi kelenteng sebagai pusat keagamaan, sosial, dan ekonomi komunitas Tionghoa pesisir.
Kajian akademik dan pelestarian
Kelenteng Cu An Kiong menjadi objek penelitian lintas disiplin, termasuk sejarah, antropologi, dan arsitektur. Sejumlah karya ilmiah yang tersimpan dalam **Petra Christian University Repository** membahas kelenteng ini sebagai contoh penting akulturasi budaya Tionghoa–Jawa di pesisir utara Jawa.
Dalam konteks pelestarian, Cu An Kiong termasuk bagian dari kawasan heritage Lasem yang dijaga secara swadaya oleh komunitas setempat.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Riwayat dalam arsip sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Sejarah
Orang-orang Tionghoa mulai datang dan mendarat di kawasan hutan jati di sekitar Sungai Babagan Lasem sejak abad ke-15. Menurut tradisi setempat, Kelenteng Cu An Kiong dibangun menggunakan kayu jati yang tersedia melimpah. Dua tiang jati utama sebagai struktur penyangga hingga kini belum pernah diganti dan dianggap sebagai bagian tertua dari bangunan.
Permukiman di sekitar kelenteng berkembang pesat dan kemudian membentuk inti kawasan Kota Lasem modern.
Sebagian besar pendatang awal Tionghoa bukan berasal dari kalangan terpelajar dan banyak yang buta huruf, sehingga catatan tertulis mengenai pembangunan awal kelenteng relatif terbatas. Setelah kondisi ekonomi membaik, kelenteng dipugar dengan mendatangkan ahli ukir dari Guangdong. Beberapa di antaranya kemudian menetap di Kabupaten Kudus dan mengajarkan keterampilan seni ukir kepada masyarakat lokal. Salah satu tokoh terkenal adalah Tiang Sun Khing, yang namanya diabadikan menjadi Desa Sunggingan, sementara Tee Ling Sing dikenal luas sebagai Kyai Telingsing.
Pada masa penjajahan Belanda, kelenteng ini pernah dijarah sehingga banyak arsip dan benda bersejarah hilang. Berdasarkan catatan yang ditemukan di museum di Den Haag, terdapat peta Lasem bertahun 1477 yang telah mencantumkan lokasi kelenteng ini. Namun, sumber lain menyebutkan kemungkinan pendirian pada tahun 1335 Masehi.
Renovasi besar terakhir dilakukan pada tahun 1838 untuk meninggikan lantai bangunan yang kerap terendam banjir akibat letaknya yang berada tepat di depan Kali Lasem. Menurut tradisi lisan, Laksamana Zheng He pernah mendarat di kawasan ini. Pada masa lalu, Kali Lasem bermuara langsung ke Laut Jawa dan berfungsi sebagai jalur pelayaran penting dengan dermaga yang kini telah hilang.
Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber
Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Kelenteng Cu An Kiong. Revisi 29900789. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29900789. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Kelenteng Cu An Kiong sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2026-09-18T16:10:45Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Kelenteng Cu An Kiong · revisi 29900789 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-18T16:10:45Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.