Arsitektur.
bagian dari ensiklopedia.online
ARS-R600953630
Adaptasi ensiklopedia kolaboratif · ringkasan berbahasa Indonesia dan teks sumber berbahasa Indonesia. Identitas dan rujukan berasal dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia, nomor ID953630. Asal dan lisensi uraian
BangunanKalimantan Barat, IndonesiaARS-R600953630

Masjid At-Taqwa (Ketapang)

Masjid At-Taqwa adalah sebuah masjid yang berada di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Indonesia, dan merupakan masjid tertua di Ketapang. Masjid ini merupakan peninggalan bersejarah Kerajaan Matan V.

Dasar informasi:[1]
Bandingkan
Jenis objek
Bangunan
Fungsi
Keagamaan (kategori penelusuran)
Masa tercatat
Belum diringkas dari riwayat sumber
Kondisi dan status
Kondisi mutakhir belum dinilai
01

Identitas dan tapak

Masjid At-Taqwa (Ketapang) dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Kalimantan Barat, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.

Dasar informasi:[1]
Lingkup profil: Artikel sumber mengidentifikasi Masjid At-Taqwa (Ketapang) sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan. Bangunan lain pada tapak tidak otomatis menjadi bagian dari entitas ini.
Nama utama
Masjid At-Taqwa (Ketapang)
Lokasi
Kalimantan Barat, Indonesia · Bangunan di Indonesia
Nama lain dalam sumber
Q3386522; ID953630
Klasifikasi sumber
keagamaan · nomor ID953630
Dasar kondisi
Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Titik lokasi: Titik rujukan Wikidata P625 untuk identitas sumber; bukan jejak bangunan. Ketelitian horizontal belum diverifikasi.
Lihat di Peta Arsitektur ↗
02

Ruang dan fungsi

Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: keagamaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.

Dasar informasi:[1]

Membaca arsitektur

Uraian sumber mencakup ornamen atau relief, susunan ruang, atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.

Dasar informasi:[1]

Deskripsi fisik dalam sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Pembuka

Masjid At-Taqwa adalah sebuah masjid yang berada di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Indonesia, dan merupakan masjid tertua di Ketapang. Masjid ini merupakan peninggalan bersejarah Kerajaan Matan V.

Awalnya masjid ini berada di pinggiran Sungai Pawan, Kampung Kauman. Namun karena abrasi dipindahkan ke lokasi lain dan dan berganti nama menjadi Masjid At Taqwa. Masjid Jami asal Kerajaan Matan itu kini hanya menyisakan sebatang tiang yang tetap dilestarikan.

Rehabilitasi

Saat ini Masjid At Taqwa sudah mengalami rehab total sehingga ornamen At Taqwa tempo dulu tidak tampak lagi. Yang tersisa hanya kubah, mimbar dan empat buah tiang sebagai penyangga yang berada tepat di bawah kubah masjid.Masjid At Taqwa diera tahun 80-90 an pernah populer menjadi sentral taklim wa taklum serta kegiatan dakwah dan tabligh yang dimotori seorang tokoh agama yaitu Ustad H Nawawi bin H. Ahmad dan Ustad Sudarman. Namun setelah wafatnya Ustad H Nawawi pada tahun 1999, kegiatan ini sempat vakum. Namun kini beragam aktivitas dilaksanakan di Masjid At Taqwa, seperti Taklim setiap hari tentang fadhilat amal, musyawarah harian usai Salat Subuh untuk melaksanakan program, menentukan petugas kegiatan dan kunjungan silaturrahmi dengan jiran tetangga masjid.

Hari Senin malam, musyawarah di tempat pusat kegiatan Masjid At Taqwa Kampung Kaum yang dihadiri oleh utusan setiap kecamatan dalam Wilayah Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara membicarakan tentang perkembangan usaha dakwah di kecamatan masing-masing.

03

Pihak dan peran

Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.

Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.

04

Riwayat perubahan

Riwayat dalam arsip sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Sejarah

Masjid ini merupakan salah satu peninggalan bersejarah Kerajaan Matan. Semula masjid At Taqwa bernama Masjid Jami yang terletak persis di pinggiran Sungai Pawan. Namun atas prakarsa seorang tokoh agama, Mualim Haji Muhammad Ali Usman, dilakukan pemindahan ke lokasi yang aman dari abrasi. Pemindahan ini juga atas pertimbangan daya tampung masjid yang sudah tidak memadai. Pemindahan Masjid Jami sekaligus pergantian nama menjadi Masjid At Taqwa. Pada tahun 1950 M, Haji Muhammad Ali Usman mengambil inisiatif membentuk Panitia Pembangunan Masjid At Taqwa. Pelaksanaan pembangunan berjalan agak tertatih-tatih, tetapi dengan kemauan kuat dan kerja keras serta dilandasi niat yang tulus dan ikhlas akhirnya rampunglah pekerjaan pembangunan Masjid At Taqwa.

Kasi Pelestarian Budaya Daerah Disbudparpora Kabupaten Ketapang, Ermnasyah mengatakan salah satu hal yang tidak kalah penting dalam pelaksanaan pekerjaan pembangunan tersebut adalah peran serta masyarakat Kampung Kaum dan Kampung Banjar bekerja bergotong royong tanpa pamrih. Kadang-kadang pada malam hari saat bulan purnama dan penerangan lampu seadanya mereka lakukan apa yang dapat dikerjakan. Mereka ingin sekali cepat mewujudkan masjid yang bakal menjadi kebanggaan mereka.Ermansyah menceritakan bertepatan dengan Peringatan Hari Pahlawan pada tanggal 10 November 1952, pemakaian Masjid At Taqwa diresmikan dengan ditandai pemberian sebuah jam dinding dari Panitia Hari Pahlawan Kabupaten Ketapang oleh Serma Soeprapto (SOB).Ermansyah menjelaskan Masjid Jami dibangun masa pemerintahan Panembahan H Gusti Muhammad Sabran yang memerintah Kerajaan Matan V di Mulia Kerta pada tahun 1876–1908 M, tepatnya 11 Maret 1876 pusat Kerajaan Matan di Tanjung Pura pindah ke Mulia Kerta Ketapang. Dalam kurun waktu ituGusti Muhammad Sabran mendirikan Masjid Jami di pinggir Sungai Pawan.

Masjid ini juga sebagai tempat melakukan syiar Agama Islam dan sekaligus tempat Salat Jumat. Ummat Islam dari Kampung Negeri Baru, Mulia Kerta, Arab, Tuan-Tuan, Banjar, Sungai Kinjil, Baru, Sukabaru, Mulia Baru, Kantor, Tengah, Sampit dan Kampung Kaum selalu mendatangi masjid ini pada hari Jumat. Hal ini terus berkembang hingga pemerintahan Panembahan Gusti Muhammad Saunan, sebelum ditangkap Jepang. Masjid Jami pada waktu itu hanya satu-satunya masjid yang ada di Ketapang. Agama Islam pada zaman Sultan Jamaluddin makin berkembang dengan pesat. Di Tanjung Pura sendiri berdiri sebuah madrasah yang diasuh Aminullah Al Maghribi yang dikenal dengan sebutan Syech Maghribi. Para santri datang dari berbagai tempat di Kalimantan Barat, sehingga Syech Maghribi dikenal sebagai ulama besar pada zaman itu.

Tanggal observasi fisik belum dipastikan

Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber

Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.

Dasar informasi:[1]
05

Ukuran dan sistem

Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.

Dasar informasi:[1]

Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.

06

Dokumentasi dan sumber

Edisi sumber dan hak penggunaan

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Masjid At-Taqwa (Ketapang). Revisi 29969915. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.

Kontributor Wikidata · data terstruktur CC0 1.0

Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗

Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.

Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29969915. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.

Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Masjid At-Taqwa (Ketapang) sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.

Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.

Tanggal atau versi data sumber: 2026-09-25T13:11:25Z.

Catatan pembacaan sumber
  • Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
  • Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.

Dasar informasi

  1. Wikipedia bahasa Indonesia · Masjid At-Taqwa (Ketapang) · revisi 29969915 ↗
    Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-25T13:11:25Z
  2. Wikidata P625 · Masjid At-Taqwa (Ketapang) ↗
    Kontributor Wikidata · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-08-06T18:37:26Z

Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.

Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.

Baca dokumentasi