Masjid Babul Hasanah
Masjid Babul Hasanah adalah masjid tertua di Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Masjid yang terletak di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Hilir ini, mulai dibangun tahun 1947.
- Jenis objek
- Bangunan
- Fungsi
- Keagamaan (kategori penelusuran)
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Masjid Babul Hasanah dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Kayong Utara, Kalimantan Barat, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.
- Nama utama
- Masjid Babul Hasanah
- Lokasi
- Kayong Utara, Kalimantan Barat, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q12497281; ID973630
- Klasifikasi sumber
- keagamaan · nomor ID973630
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Lihat di Peta Arsitektur ↗
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: keagamaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, tiang atau struktur penyangga, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Masjid Babul Hasanah adalah masjid tertua di Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Masjid yang terletak di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Hilir ini, mulai dibangun tahun 1947.
Rehabilitasi
Masjid ini sudah mengalami dua kali rehab. Rehab atau perbaikan fisik bangunan dilakukan pertama kali pada tahun 1958. Rehab kedua dilaksanakan sekitar tahun 1996.
Sekarang ini, bangunan masjid yang mayoritas menggunakan bahan baku kayu sudah tergolong lapuk. Tinggal dinding lapis terbuat dari bahan kayu lokal atau campuran memperkuat bangunan seluas 12 X 12 meter persegi itu berdiri kokoh hingga kini.
Hanya fondasi masjid yang masih kuat hingga sekarang karena terbuat dari kayu ulin (penduduk setempat mengenalnya kayu belian). Kalau yang lainnya seperti tiang-tiang hampir seluruhnya sudah hancur dimakan usia. Tinggal dinding lapis yang memperkuat bangunan karena belum lama diganti.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Riwayat dalam arsip sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Sejarah
Masjid ini didirikan oleh pemuka agama yang tersohor kala itu, yakni Sy Hasyim Al Hadad.
Sebelum dinamakan Babaul Hasanah, warga saat itu lebih mengenal sebutan masjid dengan nama Tembok Baru. Masjid Tembok Baru sendiri jadi tren kala itu karena jalan yang melintas di depan bangunan masjid baru dibangun. Kata "tembok" sendiri bagi warga setempat disebut jalan. Dengan kata lain, masjid tersebut dikenal karena dekat tembok atau jalan baru. Tembok atau jalan baru itu sekarang ini tidak lagi berupa tanah seperti dulu. Melainkan sudah di aspal dan berstatus jalan provinsi.
Pada tahun 1958, Sy Hasyim memberikan nama masjid yang didirikannya itu Babul Hasanah. Nama tersebut diambil dari dialek bahasa Arab yang artinya 'Rumah Kebaikan'. Saat ini, generasi muda Ratau Panjang sudah banyak yang tidak mengenal lagi nama Masjid Tembok Baru, kecuali Babul Hasanah.
Sejak didirikan, Masjid Babul Hasanah menjadi sentra bagi umat muslim untuk menunaikan ibadah. Untuk Salat Jumat saja, terkadang masjid tak mampu menampung jemaah. Bahkan, setiap Salat Idul Fitri maupun Idul Adha pelaksanaan salat terpaksa tidak di masjid tetapi dialihkan ke Lapangan Bola Desa Rantau Panjang sekitar 1 km dari masjid.
Setelah Babul Hasanah sebagai satu-satu masjid di kala itu, kemudian muncul masjid baru di Pasar Teluk Melano. Namun, masjid di Pasar tersebut sudah tidak lagi dapat dijumpai, sebab beralih ke Jalan Kesematan dan dinamakan Masjid Baiturrahman. Letak masjid ini persis di depan Kantor Urusan Agama Kecamatan Simpang Hilir nomor 261.
Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber
Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Masjid Babul Hasanah. Revisi 29969987. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Kontributor Wikidata · data terstruktur CC0 1.0
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29969987. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Masjid Babul Hasanah sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2026-09-25T13:12:25Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Masjid Babul Hasanah · revisi 29969987 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-25T13:12:25Z
- Wikidata P625 · Masjid Babul Hasanah ↗Kontributor Wikidata · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-08-06T18:37:40Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.