Masjid Cheng Hoo Purbalingga
Masjid Cheng Hoo Purbalingga adalah masjid yang berada di Desa Selanggeng, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Masjid ini memiliki arsitektur seperti klenteng yang memadukan gaya Tionghoa dengan budaya lokal dan Timur Tengah.
- Jenis objek
- Bangunan
- Fungsi
- Keagamaan (kategori penelusuran)
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Masjid Cheng Hoo Purbalingga dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Jawa Tengah, Indonesia. Konteks Indonesia didukung keterangan wilayah atau kategori sumber, serta uraian arsitektur yang diperiksa; tidak menyatakan asal tradisi yang eksklusif.
- Nama utama
- Masjid Cheng Hoo Purbalingga
- Lokasi
- Jawa Tengah, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- ID4693874
- Klasifikasi sumber
- keagamaan · nomor ID4693874
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: keagamaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bahan bangunan, pintu, jendela, atau gerbang, ornamen atau relief, atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Masjid Cheng Hoo Purbalingga adalah masjid yang berada di Desa Selanggeng, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Masjid ini memiliki arsitektur seperti klenteng yang memadukan gaya Tionghoa dengan budaya lokal dan Timur Tengah.
Arsitektur
Masjid Cheng Hoo Purbalingga memiliki arsitektur menyerupai klenteng sebagai bentuk akulturasi. Bangunan didominasi warna merah terang dan dihiasi berbagai ornamen serta lampion khas Tionghoa. Bagian atap dirancang melengkung menyerupai pagoda dengan tiga tingkatan, yang memadukan elemen budaya Tionghoa dan Jawa.
Bentuk jendela menyerupai motif jaring laba-laba yang sebenarnya merupakan bentuk kaligrafi Arab. Motif laba-laba tersebut dalam budaya Tionghoa kerap dikaitkan dengan simbol keberuntungan. Pada papan nama masjid juga tertera tulisan nama masjid dalam Aksara Han sederhana. Masjid ini memiliki kombinasi warna merah, kuning, dan hijau. Dalam tradisi Tionghoa, merah dimaknai sebagai simbol keberuntungan, kebahagiaan, dan kemakmuran, hijau dan kuning sebagai simbol kesejukan dan keseimbangan.
Sejumlah elemen bangunan di area masjid dirancang berjumlah delapan, termasuk tiang utama (saka). Angka delapan dalam budaya Tionghoa dipandang sebagai angka yang melambangkan keberuntungan dan dikaitkan dengan delapan arah mata angin, yang dimaknai sebagai harapan datangnya kebaikan dari berbagai penjuru. Atap masjid yang terdiri atas tiga tingkat juga memiliki makna simbolik, yang dikaitkan dengan konsep Islam, Iman, dan Ihsan. Ketiga konsep tersebut dalam ajaran Islam dipahami sebagai landasan pembentukan akhlak dan praktik keagamaan, serta sering dijelaskan sebagai unsur yang saling melengkapi satu sama lain.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Riwayat dalam arsip sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Sejarah
Pada mulanya lahan tempat masjid itu berdiri adalah rawa yang tak terurus. Kemudian, seorang mualaf keturunan Tionghoa asal Bobotsari, Purbalingga, Hery Susetyo dan lembaga PITI meminta izin kepada warga untuk mendirikan masjid. Pada tahun 2003, dibentuklah panitia untuk merencanakan pembangunan masjid. Hery Susetyo yang merupakan Ketua PITI Purbalingga mengemukakan gagasan agar masjid dirancang dengan bentuk yang terinspirasi dari arsitektur klenteng, sebagai representasi akulturasi budaya.
Pada tahap awal, masjid ini direncanakan bernama Masjid Jami’ An-Naba Tansibi. Namun, nama tersebut kemudian berubah menjadi Masjid Jami' PITI Muhammad Cheng Hoo. Istilah “Jami’” merujuk pada masjid dalam bahasa Arab, sedangkan “PITI” merupakan singkatan dari Persatuan Islam Tionghoa Indonesia, organisasi yang didirikan di Jakarta pada 14 April 1961 oleh sejumlah tokoh, di antaranya Abdul Karim Oei Tjeng Hien, Abdusomad Yap A Siong, Kho Goan Tjin, dan Ahmad Tanoesoedibjo. Nama “Muhammad” diambil dari salah satu donatur, sementara “Cheng Hoo” merujuk pada Zheng He, seorang laksamana dan penjelajah pada masa Dinasti Ming yang dikenal sebagai salah satu tokoh Muslim yang berperan dalam penyebaran Islam di Nusantara.
Pembangunan resmi dimulai saat momen peletakan batu pertama pada 20 Maret 2005 yang bertepatan dengan 20 Safar 1426 H. Pembangunan masjid sempat terhenti pada tahun 2006 dan mengalami jeda sekitar dua tahun. Pembangunan kemudian dilanjutkan kembali pada tahun 2008 melalui pembentukan ulang panitia serta penggalangan dana dari para donatur. Proses pembangunan kembali berlanjut pada Oktober 2010, Salah satu penyumbang yang terlibat bernama Muhammad Aksan Juned yang berasal dari Pekalongan, nama Muhammad nya turut dijadikan bagian nama dalam masjid ini. Pembangunan Masjid selesai pada Juni 2011 kemudian diresmikan pada 5 Juli 2011.
Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber
Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Masjid Cheng Hoo Purbalingga. Revisi 29029382. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29029382. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Masjid Cheng Hoo Purbalingga sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2026-03-12T09:16:41Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Masjid Cheng Hoo Purbalingga · revisi 29029382 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-03-12T09:16:41Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.