Arsitektur.
bagian dari ensiklopedia.online
ARS-R604693874
Adaptasi ensiklopedia kolaboratif · ringkasan berbahasa Indonesia dan teks sumber berbahasa Indonesia. Identitas dan rujukan berasal dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia, nomor ID4693874. Asal dan lisensi uraian
BangunanJawa Tengah, IndonesiaARS-R604693874

Masjid Cheng Hoo Purbalingga

Masjid Cheng Hoo Purbalingga adalah masjid yang berada di Desa Selanggeng, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Masjid ini memiliki arsitektur seperti klenteng yang memadukan gaya Tionghoa dengan budaya lokal dan Timur Tengah.

Dasar informasi:[1]
Bandingkan
Jenis objek
Bangunan
Fungsi
Keagamaan (kategori penelusuran)
Masa tercatat
Belum diringkas dari riwayat sumber
Kondisi dan status
Kondisi mutakhir belum dinilai
01

Identitas dan tapak

Masjid Cheng Hoo Purbalingga dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Jawa Tengah, Indonesia. Konteks Indonesia didukung keterangan wilayah atau kategori sumber, serta uraian arsitektur yang diperiksa; tidak menyatakan asal tradisi yang eksklusif.

Dasar informasi:[1]
Lingkup profil: Artikel sumber mengidentifikasi Masjid Cheng Hoo Purbalingga sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan. Bangunan lain pada tapak tidak otomatis menjadi bagian dari entitas ini.
Nama utama
Masjid Cheng Hoo Purbalingga
Lokasi
Jawa Tengah, Indonesia · Bangunan di Indonesia
Nama lain dalam sumber
ID4693874
Klasifikasi sumber
keagamaan · nomor ID4693874
Dasar kondisi
Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
02

Ruang dan fungsi

Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: keagamaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.

Dasar informasi:[1]

Membaca arsitektur

Uraian sumber mencakup bahan bangunan, pintu, jendela, atau gerbang, ornamen atau relief, atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.

Dasar informasi:[1]

Deskripsi fisik dalam sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Pembuka

Masjid Cheng Hoo Purbalingga adalah masjid yang berada di Desa Selanggeng, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Masjid ini memiliki arsitektur seperti klenteng yang memadukan gaya Tionghoa dengan budaya lokal dan Timur Tengah.

Arsitektur

Masjid Cheng Hoo Purbalingga memiliki arsitektur menyerupai klenteng sebagai bentuk akulturasi. Bangunan didominasi warna merah terang dan dihiasi berbagai ornamen serta lampion khas Tionghoa. Bagian atap dirancang melengkung menyerupai pagoda dengan tiga tingkatan, yang memadukan elemen budaya Tionghoa dan Jawa.

Bentuk jendela menyerupai motif jaring laba-laba yang sebenarnya merupakan bentuk kaligrafi Arab. Motif laba-laba tersebut dalam budaya Tionghoa kerap dikaitkan dengan simbol keberuntungan. Pada papan nama masjid juga tertera tulisan nama masjid dalam Aksara Han sederhana. Masjid ini memiliki kombinasi warna merah, kuning, dan hijau. Dalam tradisi Tionghoa, merah dimaknai sebagai simbol keberuntungan, kebahagiaan, dan kemakmuran, hijau dan kuning sebagai simbol kesejukan dan keseimbangan.

Sejumlah elemen bangunan di area masjid dirancang berjumlah delapan, termasuk tiang utama (saka). Angka delapan dalam budaya Tionghoa dipandang sebagai angka yang melambangkan keberuntungan dan dikaitkan dengan delapan arah mata angin, yang dimaknai sebagai harapan datangnya kebaikan dari berbagai penjuru. Atap masjid yang terdiri atas tiga tingkat juga memiliki makna simbolik, yang dikaitkan dengan konsep Islam, Iman, dan Ihsan. Ketiga konsep tersebut dalam ajaran Islam dipahami sebagai landasan pembentukan akhlak dan praktik keagamaan, serta sering dijelaskan sebagai unsur yang saling melengkapi satu sama lain.

03

Pihak dan peran

Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.

Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.

04

Riwayat perubahan

Riwayat dalam arsip sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Sejarah

Pada mulanya lahan tempat masjid itu berdiri adalah rawa yang tak terurus. Kemudian, seorang mualaf keturunan Tionghoa asal Bobotsari, Purbalingga, Hery Susetyo dan lembaga PITI meminta izin kepada warga untuk mendirikan masjid. Pada tahun 2003, dibentuklah panitia untuk merencanakan pembangunan masjid. Hery Susetyo yang merupakan Ketua PITI Purbalingga mengemukakan gagasan agar masjid dirancang dengan bentuk yang terinspirasi dari arsitektur klenteng, sebagai representasi akulturasi budaya.

Pada tahap awal, masjid ini direncanakan bernama Masjid Jami’ An-Naba Tansibi. Namun, nama tersebut kemudian berubah menjadi Masjid Jami' PITI Muhammad Cheng Hoo. Istilah “Jami’” merujuk pada masjid dalam bahasa Arab, sedangkan “PITI” merupakan singkatan dari Persatuan Islam Tionghoa Indonesia, organisasi yang didirikan di Jakarta pada 14 April 1961 oleh sejumlah tokoh, di antaranya Abdul Karim Oei Tjeng Hien, Abdusomad Yap A Siong, Kho Goan Tjin, dan Ahmad Tanoesoedibjo. Nama “Muhammad” diambil dari salah satu donatur, sementara “Cheng Hoo” merujuk pada Zheng He, seorang laksamana dan penjelajah pada masa Dinasti Ming yang dikenal sebagai salah satu tokoh Muslim yang berperan dalam penyebaran Islam di Nusantara.

Pembangunan resmi dimulai saat momen peletakan batu pertama pada 20 Maret 2005 yang bertepatan dengan 20 Safar 1426 H. Pembangunan masjid sempat terhenti pada tahun 2006 dan mengalami jeda sekitar dua tahun. Pembangunan kemudian dilanjutkan kembali pada tahun 2008 melalui pembentukan ulang panitia serta penggalangan dana dari para donatur. Proses pembangunan kembali berlanjut pada Oktober 2010, Salah satu penyumbang yang terlibat bernama Muhammad Aksan Juned yang berasal dari Pekalongan, nama Muhammad nya turut dijadikan bagian nama dalam masjid ini. Pembangunan Masjid selesai pada Juni 2011 kemudian diresmikan pada 5 Juli 2011.

Tanggal observasi fisik belum dipastikan

Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber

Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.

Dasar informasi:[1]
05

Ukuran dan sistem

Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.

Dasar informasi:[1]

Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.

06

Dokumentasi dan sumber

Edisi sumber dan hak penggunaan

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Masjid Cheng Hoo Purbalingga. Revisi 29029382. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.

Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗

Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.

Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29029382. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.

Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Masjid Cheng Hoo Purbalingga sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.

Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.

Tanggal atau versi data sumber: 2026-03-12T09:16:41Z.

Catatan pembacaan sumber
  • Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
  • Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.

Dasar informasi

  1. Wikipedia bahasa Indonesia · Masjid Cheng Hoo Purbalingga · revisi 29029382 ↗
    Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-03-12T09:16:41Z

Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.

Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.

Baca dokumentasi