Masjid Jami An-Nawawi
Masjid Jami' An-Nawawi adalah masjid yang terletak di kecamatan Tanara, Serang, Banten. Masjid ini berada tak jauh dari komplek pemakaman Tanara, yaitu sekitar 1 km ke arah utara. Masjid tersebut terletak di sebuah kampung bernama Pesisir, desa Pedaleman.
- Jenis objek
- Bangunan
- Fungsi
- Keagamaan (kategori penelusuran)
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Masjid Jami An-Nawawi dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Banten, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.
- Nama utama
- Masjid Jami An-Nawawi
- Lokasi
- Banten, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q12497297; ID526260
- Klasifikasi sumber
- keagamaan · nomor ID526260
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: keagamaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bahan bangunan, susunan ruang, tiang atau struktur penyangga. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Masjid Jami' An-Nawawi adalah masjid yang terletak di kecamatan Tanara, Serang, Banten. Masjid ini berada tak jauh dari komplek pemakaman Tanara, yaitu sekitar 1 km ke arah utara. Masjid tersebut terletak di sebuah kampung bernama Pesisir, desa Pedaleman. Tak ada orang yang tahu kapan persisnya masjid ini didirikan oleh Syekh Nawawi. Namun, jika mengetahui bahwa Syekh Nawawi dilahirkan pada tahun 1813 Masehi, maka kemungkinan besar masjid ini didirikan antara tahun 1850 hingga 1860-an.
Syekh Nawawi mendirikan rumah, mengelola pesantren, dan memimpin masjid di kampung ini. Namun, karena ia memperoleh intimidasi pejajah Belanda, ia kemudian hijrah ke Mekkah. Ia tidak tenang hidup di Tanara. Dia lalu tinggal di mekkah hingga akhir hayatnya. Makamnya pun di sana, yaitu di Ma'la, Mekkah. Sebagian karyanya ditulis di sana, sebagian lagi di Tanara.
Pemberian nama masjid yang diambil dari pendakwah Syekh Nawawi al-Bantani tentu bukan kebetulan. Pasalnya, di masjid ini ia dulu berjuang dan berdakwah. Sebagian hidupnya dijalani di sana. Meski sudah tak tampak seperti dulu, masjid ini tetap menyimpan kenangan tersendiri bagi masyarakat Tanara.
Bagian-bagian masjid
Setelah Syekh Nawawi ke Mekkah, semua urusan masjid dan pesantren dikelola Kyai Arsyad Gasir. Ia tak lain adalah pamannya sendiri, yang juga merupakan muridnya. Pada masa dia, masjid mengalami pemugaran untuk pertama kalinya. Saat itulah, bangunan masjid diganti dengan bahan dari batu bata dan semen. Unsur kayu mulai dihilangkan.
Di dalam masjid ada empat tiang pondasi. Diameternya mencapai 50 cm, tingginya sekitar lima meter. Empat tiang ini dibangun pada masa Kyai Arsyad. Empat tiang mengandung nilai filosofis, yang menggambarkan empat sahabat dekat nabi, yaitu Abu Bakar Al-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.
Empat tiang itu pun, menurut cerita, didirikan kyai Arsyad dengan diawali berpuasa selama 40 hari. Itulah sebabnya, masjid ini berpondasi empat tiang untik mengingat apa yang telah dilakukan Kyai Arsyad. Sebagian masyarakat sangat menolak bila tiang tersebut. Mereka menganggap bahwa bagian tiang adalah peninggalan Kyai Arsyad yang patut dipertahankan.
Saat Syekh Nawawi masih di Tanara, jamaah mengambil air wudhu dari sumur yang letaknya di luar depan mihrab imam. Kini, sumur tersebut sudah tidak ada lagi. Di samping itu, di depan mihrab imam bagian luar juga terdapat air kolam. Luasnya sekitar 4x4 meeter. Kolam ini, konon, merupakan peninggalan Kyai Arsyad. Namun, kolam itu jarang digunakan. Jamaah biasanya berwudhu di bagian tempat biasa.
Lokasi dan aksesibilitas
Letak masjid ini sangat jauh dari pusat kota. Jika Anda berangkat dari Kota Serang, lalu mengendarai transportasi umum ke Tanara, maka Anda akan mengalami kesulitan. Pasalnya, Anda hanya bisa sampai di Pasar Tirtayasa (Jonjing). Sementara itu, dari Tirtayasa, tak ada angkutan umum menuju Tanra. Kalaupun ada, itu jarang sekali. Itulah sebabnya, Anda harus naik ojek sekitar 10 km.
Lain halnya jika Anda naik kendaraan pribadi. Dari Jakarta, ada dua alternatif jalur menuju ke sana, yaitu dari arah kota Serang dan dari arah kota Tangerang. Dari kota Serang, Andamelewati Ciruas, Pontang, dan Tirtayasa. Sementara dari arah Tangerang, Anda melewati Kota Bumi, Sepatan, Mauk, dan Kronjo. Sepanjang jalan itu, Anda tanya saja pada orang. Hampir semua orang tahu di mana kampung Tanara.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber
Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Masjid Jami An-Nawawi. Revisi 29723652. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29723652. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Masjid Jami An-Nawawi sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2026-09-08T00:22:23Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Masjid Jami An-Nawawi · revisi 29723652 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-08T00:22:23Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.