Masjid Sulaimaniyah
Masjid Sulaimaniyah merupakan sebuah masjid raya yang berada di kawasan Deli Serdang, Sumatera Utara. Masjid ini merupakan masjid bersejarah yang didirikan pada tahun 1322 H/1901 M oleh Sultan Sulaiman Alamsyah (Sultan Serdang).
- Jenis objek
- Bangunan
- Fungsi
- Keagamaan (kategori penelusuran)
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Masjid Sulaimaniyah dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Sumatera Utara, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.
- Nama utama
- Masjid Sulaimaniyah
- Lokasi
- Sumatera Utara, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q127853486; ID4255533
- Klasifikasi sumber
- keagamaan · nomor ID4255533
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Lihat di Peta Arsitektur ↗
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: keagamaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, pintu, jendela, atau gerbang, ornamen atau relief, susunan ruang, atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Masjid Sulaimaniyah merupakan sebuah masjid raya yang berada di kawasan Deli Serdang, Sumatera Utara. Masjid ini merupakan masjid bersejarah yang didirikan pada tahun 1322 H/1901 M oleh Sultan Sulaiman Alamsyah (Sultan Serdang).
Masjid ini dalam pendanaannya ditanggung oleh Sultan Serdang. Hampir seluruh bahan bangunan yang digunakan berasal dari dalam negeri, kecuali marmer yang dipesan dari luar negeri. Selepas wafatnya Sultan Serdang, pendanaan masjid tetap dilanjutkan pembiayaannya oleh keluarga sultan.
Komplek makam
Dalam komplek Masjid Sulaimaniyah juga terdapat sebuah makam-makam para Sultan Serdang, yakninya makam Sultan Sulaiman Syariful Alamsyah beserta keturunannya. Selain dari Sultan Serdang beserta keturunannya, juga terdapat makam Ketua Majelsi Syar'i Kesultanan Serdang yaitu T. Fachruddin dan Tuanku Haji Yafizham, makam pemangku adat Kesultan Serdang, T. Abu Nawar Sinar dan Tuanku Lukman Sinar Basarsah II.
Arsitektur
Arsitektur Masjid Sulaimaniyah memiliki arsitektur gaya Melayu. Bangunan masjid memiliki perpaduan warna kuning dan hijau. Pada bagian kubah masjid, berbentuk segi empat memanjang dan di atasnya terdapat bulan sabit dan bintang.
Terdapat empat buah pilar besar di bagian dalam dan satu lampu hiasa di bagian tengah ruangan masjid. Di bawah langit masjid terdapat ornamen-ornamen kaligrafi ayat Al-Qur'an. Teras masjid ditopang dengan tiang-tiang kecil yang dihiasi oleh lampu yang mengililingi teras samping di bagian kiri dan belakang.
Luas bangunan Masjid Sulaimaniyah pada saat ini adalah 40 x 100 meter persegi. Pada awal berdirinya luas masjid ini hanya seluas 20 x 20 meter persegi, tetapi karena jamaah yang selalu bertambang sehingga daya tampung masjid semakin sesak. Makanya, dalam perkembangannya luas bangunan masjid selalu di perluas, mulai dari tahun 1965 M bangunan masjid ini diperluas menjadi 26 m x 26 m hingga sampai pada luas bangunan saat ini.
Masjid Sulaimaniyah memiliki dua kubah serta daya tampung masjid sekitar 2000 jamaah. Masjid ini juga memiliki perpustakaan dan sekolah madrasah dari tingkatan ibtidaiyah sampai ke tingkatan aliyah.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Riwayat dalam arsip sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Sejarah
Masjid Raya Sulaimaniyah merupakan masjid peninggalan dari Kesultanan Serdang. Masjid ini juga dapat dikatakan sebagai salah satu pintu masuk untuk melihat jejak sejarah kejayaan kesultanan Serdang. Masjid ini didirikan oleh Sultan Sulaiman Syariful Alamsyah pada tahun 1901. Untuk pembangunan Masjid Sulaimaniyah sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 1889. Sultan Syariful Alamsyah mendirikan Masjid Sulaimaniyah berbarengan dan seklaigus saat mendirikan Istana Draul Arif di Kraton Kota Galuh.
Pada perkebangan selanjutnya, tepatnya pada tahun 1939, Sultan Serdang memberikan seluruh kekuasaanya termasuk didalamnya Masjid Raya Sulaimaniyah kepada Tengku haji Yafizham selaku Ketua Majelis Syar’I kerajaan Serdang. Lalu setelah itu, Tengku haji Yafizham memberikan kuasa kepada T.Lukman Sinar, T. Abu Nawar Sinar, T. Abu Kasim Sinar, dan T.Ziwar pada tahun 1964.
Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber
Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Masjid Sulaimaniyah. Revisi 29008266. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Kontributor Wikidata · data terstruktur CC0 1.0
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29008266. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Masjid Sulaimaniyah sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2026-03-04T00:59:33Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Masjid Sulaimaniyah · revisi 29008266 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-03-04T00:59:33Z
- Wikidata P625 · Masjid Sulaimaniyah ↗Kontributor Wikidata · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-03-04T00:58:39Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.