Masjid Tua Patimburak
Masjid Tua Patimburak adalah sebuah masjid tua bersejarah yang terletak di Kampung Patimburak, Distrik Kokas, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat, Indonesia. Masjid ini merupakan salah satu peninggalan sejarah Islam di Tanah Papua dan juga menjadi salah satu pusat agama Islam di Kabupaten Fakfak.
- Jenis objek
- Bangunan
- Fungsi
- Keagamaan (kategori penelusuran)
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Masjid Tua Patimburak dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Papua Barat, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.
- Nama utama
- Masjid Tua Patimburak
- Lokasi
- Papua Barat, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q12497341; ID524019
- Klasifikasi sumber
- keagamaan · nomor ID524019
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Lihat di Peta Arsitektur ↗
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: keagamaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, susunan ruang, atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Masjid Tua Patimburak adalah sebuah masjid tua bersejarah yang terletak di Kampung Patimburak, Distrik Kokas, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat, Indonesia. Masjid ini merupakan salah satu peninggalan sejarah Islam di Tanah Papua dan juga menjadi salah satu pusat agama Islam di Kabupaten Fakfak. Beberapa literatur sejarah Papua menyebutkan bahwa di tempat inilah awal pertama peradaban Papua dimulai dengan masuknya Islam di Kabupaten Fakfak dengan dibangunnya masjid ini. Manuskrip-manuskrip kuno di Jazirah Onin (Patimunin – Fakfak) menyebutkan bahwa agama Islam masuk di Fakfak pada tahun 1606 melalui proses penyebarluasan kekuasaan Kesultanan Bacan hingga Kesultanan Tidore, karena pengaruh tersebut maka tokoh-tokoh masyarakat di Fakfak kemudian memeluk agama Islam. Meskipun saat itu kondisi masyarakat pedalaman masih menganut kepercayaan animisme (Gunung Nabi), tetapi khususnya rakyat pesisir Fakfak sudah menganut agama Islam.
Kondisi Masjid
Aura tradisional muncul saat menyambangi lokasi masjid tua ini. Di kampung yang dihuni tak lebih dari 35 kepala keluarga tersebut didapati suasana kesederhanaan yang menyatu dari bangunan masjid dan kehidupan masyarakatnya.
Sekilas bangunan masjid seluas tidak lebih dari 100 meter persegi ini tampak biasa. Namun coba perhatikan lebih saksama. Masjid ini memiliki keunikan pada arsitekturnya, yaitu perpaduan bentuk masjid dan gereja. Musa Heremba mengaku bangunan masjid ini telah mengalami beberapa kali renovasi. Meski mempertahankan bentuk aslinya, tetapi material asli yang belum diganti adalah empat buah pilar penyangga yang terdapat di dalam masjid.
Di pelataran masjid, sebuah pohon mangga yang kokoh berdiri. Namun, bukan sembarang pohon mangga, dari ukuran batangnya bisa dipastikan usia pohon raksasa ini tak terpaut jauh dengan usia masjid. Syahdan, perlu empat rentang tangan orang dewasa untuk merengkuh keseluruhan batang pohon ini.
Masjid Tua Patimburak memiliki arsitektur yang dipengaruhi arsitektur Belanda dan Jawa yang sangat kental, hal ini dapat dilihat pada kubah masjid yang menyerupai model atap gereja-gereja di Eropa, ventilasi masjid juga berbentuk lingkaran, dan kayu di dinding masjid seperti bangunan kolonial. Di dalam masjid juga terdapat empat buah tiang penyangga yang diprediksikan telah berusia lebih dari satu abad yang tentunya tidak terlepas dari pengaruh ajaran Islam. Adapun bangunan yang khas berbetuk segi enam melambangkan rukun iman dalam kepercayaan Islam sebagai pondasi dalam beragama, sedangkan atas kubahnya berbentuk segi delapan yang melambangkan delapan arah mata angin, dimana mata angin barat ditandai dengan mihrab sebagai kiblat salat dalam ajaran agama Islam.
Masjid Tua Patimburak juga dibangun oleh masyarakat setempat secara gotong royong. Selain mendapat julukan masid tertua di Tanah Papua masjid ini juga menjadi wujud filosofi satu tungku tiga batu yang merupakan sebuah konsep toleransi antar umat beragama di Kabupaten Fakfak. Adapun filosofi tiga batu menjadi lambang tiga agama besar di Kabupaten Fakfak yang hidup berdampingan yakni, Islam, Kristen Protestan, dan Katolik. Ketiga batu tersebut menjadi tungku dan diletakkan secara melingkar dan berjarak. Ketiganya harus seimbang untuk menopang kehidupan dalam keluarga yang diibaratkan sebuah periuk.
Aksesibilitas
Masjid Tua Patimburak dapat dicapai dengan menempuh perjalanan darat dari Distrik Fakfak ke Distrik Kokas selama kurang lebih 2 jam. Tersedia angkutan luar kota dari terminal Distrik Fakfak. Tiba di Distrik Kokas, perjalanan menuju Kampung Patimburak harus dilanjutkan menggunakan longboat (perahu panjang) sewaan selama 1 jam. Jika menggunakan long boat, pengunjung yang ingin menuju masjid bisa menikmati keindahan pulau-pulau karang yang masih perawan di sepanjang perjalanan.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Riwayat dalam arsip sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Sejarah
Menurut catatan sejarah, masjid ini telah berdiri lebih dari 100 tahun yang lalu, bahkan merupakan masjid tertua di Kabupaten Fakfak. Bangunan yang masih berdiri kokoh dan berfungsi hingga saat ini dibangun pada tahun 1870. Ada dua versi tentang pendiri masjid yang pertama orang bernama Abuhari Kilian yang merupakan imam pertama masjid tersebut atau raja ke-7 Petuanan Wertuar.
Pada masa penjajahan, masjid ini bahkan pernah diterjang bom tentara Jepang. Hingga kini, kejadian tersebut menyisakan lubang bekas peluru di pilar masjid.
Menurut Musa Heremba, penyebaran Islam di wilayah Kokas tak lepas dari pengaruh Kekuasaan Sultan Tidore di wilayah Papua. Pada abad XV, Kesultanan Tidore mulai mengenal Islam. Sultan Ciliaci adalah sultan pertama yang memeluk agama Islam. Sejak itulah sedikit demi sedikit agama Islam mulai berkembang di daerah kekuasaan Kesultanan Tidore, termasuk di wilayah Kokas.
Berdasarkan Musa Heremba, banguban masjid sudah mengalami beberapa perubahan. Walau bentuknya sama, yang tidak berubah adalah empat tiang pendukung di dalam masjid.
Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber
Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Masjid Tua Patimburak. Revisi 29968337. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Kontributor Wikidata · data terstruktur CC0 1.0
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29968337. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Masjid Tua Patimburak sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2026-09-25T12:50:31Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Masjid Tua Patimburak · revisi 29968337 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-25T12:50:31Z
- Wikidata P625 · Masjid Tua Patimburak ↗Kontributor Wikidata · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-06-08T23:00:20Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.