Museum Ballaʼ Lompoa
Museum Ballaʼ Lompoa atau Ballaʼ Lompoa ri Sungguminasa adalah sebuah museum yang terletak di Jalan Wahid Hasyim, Kelurahan Sungguminasa. Museum ini didirikan pada tanggal 11 Desember 1973.
- Jenis objek
- Bangunan
- Fungsi
- Kebudayaan (kategori penelusuran)
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Museum Ballaʼ Lompoa dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Sungguminasa, Sulawesi Selatan, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.
- Nama utama
- Museum Ballaʼ Lompoa
- Lokasi
- Sungguminasa, Sulawesi Selatan, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q65203916; ID2845440
- Klasifikasi sumber
- kebudayaan · nomor ID2845440
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Lihat di Peta Arsitektur ↗
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: kebudayaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, susunan ruang, atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Museum Ballaʼ Lompoa atau Ballaʼ Lompoa ri Sungguminasa adalah sebuah museum yang terletak di Jalan Wahid Hasyim, Kelurahan Sungguminasa. Museum ini didirikan pada tanggal 11 Desember 1973. Ballaʼ Lompoa merupakan arsitek rumah etnis Makassar dapat diartikan rumah besar dalam bahasa Makassar atau istana bagi raja-raja dari Kerajaan Gowa. Museum ini dibangun di areal seluas 7663 m2 tahun 1936 di masa Raja Gowa ke-XXXV. Luas bangunan kayu 1144 m2. Bangunan ini terbuat dari bahan kayu jati bercorak arsitektur tradisional Makassar. Ada juga terdapat teknik modern di beberapa bagian tertentu, misalnya di persambungan kayu menggunakan baut, bahkan bagian dapurnya menggunakan bahan batu bata.
Arsitektur
Sejumlah arsitektur Ballaʼ Lompoa memberi gambaran sejumlah peradaban yang masuk secara silih berganti ke Bantaeng. Diantaranya yaitu tiang dengan bentuk oktagon atau segi delapan. Bentuk tiang tersebut disebut menjadi pelambang 8 arah mata angin, yang diketahui menjadi jejak masuknya agama Hindu. Ada juga tiang yang salah satu dari bagiannya dipahat seperti bentuknya bunga teratai. Simbol tersebut konon jejak dari masuknya Kerajaan Buddha. Lalu pada sisi atas, tampak kaligrafi yang membingkai tiap sisi ruangan. Jejak tersebut menjadi tanda masuknya agama Islam di wilayah tersebut. Pada bagian atap rumah panggung, di sisi depannya ada sesuatu berbentuk kepala naga serta sisi belakangnya berbentuk ekor naga atau miniaturnya seekor naga. Kepala serta ekor naga tersebut memiliki arti kalau rumah tersebut yang tertinggi serta tak ada yang menyerupainya. Dari depan,
rumah ini terbagi menjadi 3 ruangan yang masing-masing memiliki 3 anak tangga.
Waktu kunjung museum
Waktu kunjungan yang disediakan pihak museum dimulai hari Senin sampai dengan Kamis pukul 08.00 - 13.00 WITA. Hari Jumat dibuka pukul 08:00 - 11.00 WITA sedangkan hari Sabtu pukul 08.00 - 12.00 WITA. sedangkan untuk tiket Masuk Museum tidak ditentukan bayarannya atau sukarela saja.
Harga Tiket
Mengenai harga tiket wisata untuk dapat memasuki kawasan Ballaʼ Lompoa Banteng ini Anda tak perlu mencemaskannya. Hal itu karena harga tiket untuk masuk ke wisata tersebut dipatok sangat murah bagi seluruh wisatawan yang datang. Setiap wisatawan hanya akan dikenai tiket masuk dengan harga 5 ribu rupiah saja.
Fasilitas
Museum Ballaʼ Lompoa juga dilengkapi dengan fasilitas seperti Ruang Administrasi, Gudang, Ruang Konservasi , Ruang Auditorium, Ruang Pameran Tetap, Ruang Admnistrasi, Ruang Konservasi dan Preparasi.
Jarak tempuh
Alamat Museum Ballaʼ Lompoa di Jalan Sultan Hasanuddin No. 44 Sangguminasa Kecamatan Samba Opu. Kabupaten Gowa. Provinsi Sulawesi Selatan. Jarak tempuh Museum Ballaʼ Lompoa dari Bandara Hasanuddin ke museum berjarak sekitar 1 km. Dari Terminal Bis Mallengkeri ke museum 3 km, sedangkan dari Pelabuhan Laut Soekarno Hatta ke museum berjarak sekitar 23 km.
Kegunaan
Museum Ballaʼ Lompoa utamanya digunakan sebagai tempat penyimpanan benda-benda kerajaan Gowa. Pemerintah Kabupaten Gowa juga menggunakan museum Ballaʼ Lompoa sebagai tempat pelaksanaan upacara-upacara adat yang menjadi agenda tahunan yatu ''accera kalompoang.'' Upacara adat ini merupakan kegiatan pencucian benda-benda pusaka kerajaan yang dilaksanakan setiap bulan Zulhijah atau pada hari raya Idul Adha dan telah berlangsung sejak masa pemerintahan Raja Gowa ke-14, yaitu Sultan Alauddin. Masyarakat meyakini bahwa perubahan berat benda pusaka setelah dicuci akan menentukan nasib Kerajaan Gowa (di masa lalu) dan Kabupaten Gowa (di masa kini). Bertambahnya berat benda pusaka dianggap sebagai pertanda baik, sedangkan berkurangnya berat benda pusaka dianggap sebagai pertan buruk. Masyarakat Kabupaten Gowa menganggap musem Ballaʼ Lompoa sebagai tempat keramat dan mempunyai kekuatan magis. Kunjungan ke museum Ballaʼ Lompoa bagi masyarakat setempat bertujuan untuk meminta berkah kepada Tuhan melalui benda-benda pusaka Kerajaan Gowa. Ini ditandai dengan adanya sebuah kamar khusus yang digunakan untuk menyimpan benda-benda pusaka. Di dalam kamar tersebut dilengkapi dengan sesajian seperti seperangkat alat makan, lilin merah, foto Syekh Yusuf dan Sultan Hasanuddin, dan pisang raja sebagai persembahan yang digunakan untuk melaksanakan ritual. Di dekat sesajian terdapat ranjang kecil dengan kelambu berwarna merah dan kasur beralas kain berwarna kuning. Pada ranjang kecil itu terdapat kotak kayu yang digunakan sebagai tempat penyimpanan benda-benda kerajaan peninggalan Tumanurung.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Riwayat dalam arsip sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Sejarah
Ballaʼ Lompoa ri Sungguminasa dulunya dijadikan sebgai Istana Kerajaan Gowa, kini berubah fungsi menjadi museum dan kini menjadi salah satu objek wisata menarik bagi wisatawan. didalam kawasan Ballaʼ Lompoa juga terdapat istana Tamalate bangunanya jauh lebih besar dibanding Ballaʼ Lompoa. Ballaʼ Lompoa ri Sungguminasa ini dibangun setelah diangkatnya Raja Gowa XXXVI Mangi Mangi Daeng Matutu, Karaeng Bontonompo yang bergelar Sultan Muhammad Tahir Muhibuddin. Dengan dibangunya Ballaʼ Lompoa sebagai kediaman Raja juga sekaligus sebagia pusat pemerintaha Kerajaan gowa. Pada tahun 1936 Gowa mengalami perubahan dalam struktur pemertinthan dengan adanya onderofdealing. Gowa mempunyai 13 adat Gemeinschep. dalam perkembnagan berikutnya, Gowa direhibilitasi menjadi daerah Swapraja, ditandai dengan diangkatnya I Mangi Mangi Daeng Mututu sebagai Raja Gowa. Sebelum Ballaʼ Lompoa dibangun, sudah ada tempat kegiatan untuk melaksanakan pemerintahan kerajaan Gowa yakni kantor Orde Ofdealing yang berlokasi tidak jauh dari Ballaʼ Lompoa dengan diantari lapapangan Bungaya, tepatnya dilokasi knator bupati kepala daerah tingkat II lamanya kini sudah menjadi lokasi rumah toko (Ruko)
Didalam museum ini tersimpan benda-benda peinggalan raja dan benda purbakal, termasuk benda peninggalan Raja Gowa Pertama Tumanurunga (1320) seperti Salokawa berupa mahkota yang sering dipakai oleh Raja-raja Gowa. Tujuan dijadikan museum adalah untuk menyelamatakan warisan budaya bangsa yang sudah hampir punah, memantapkan ketahanan nasional dibidang kebudayaan. Ballaʼ Lompoa kini menjadi salah satu objek wisata di Kabupaten Gowa yang ternyata menraik perhatian bagi wisatawan. Terbukti, setiap tahunya banyak wisatawan baik domestik maupun manacanegara mengunjungi Ballaʼ Lompoa. Apalagi disampingnya juga terdapat Istana Tamalate. Konon, Istana itu merupakan gambaran istana pertama di Gowa yang dibangun pada masa pemerintahan Tumanurung tahun (1320)
Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber
Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Museum Ballaʼ Lompoa. Revisi 30020740. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Kontributor Wikidata · data terstruktur CC0 1.0
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 30020740. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Museum Ballaʼ Lompoa sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2026-10-02T14:41:07Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Museum Ballaʼ Lompoa · revisi 30020740 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-10-02T14:41:07Z
- Wikidata P625 · Museum Ballaʼ Lompoa ↗Kontributor Wikidata · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-07-20T13:41:36Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.