Museum Bank Indonesia
Museum Bank Indonesia menggunakan bekas gedung De Javasche Bank di Kota Tua Jakarta. Bangunan ini merupakan hasil pembangunan bertahap pada 1910, 1922, dan 1933. Riwayat tapak mencakup bekas Binnenhospital, tetapi artikel Bank Indonesia menjelaskan bahwa bangunan lama diganti; profil tidak menampilkan rumah sakit abad ketujuh belas sebagai gedung museum yang masih utuh.
- Jenis objek
- Bangunan
- Fungsi
- museum
- Masa tercatat
- Pembangunan bertahap 1910, 1922, dan 1933; museum dibuka untuk umum 2006
- Kondisi dan status
- Pemanfaatan sebagai museum didokumentasikan BI
Identitas dan tapak
Tahap 1910 menghadap Binnen Nieuwpoortstraat, kini Jalan Pintu Besar Utara. Pada 1922, bagian lama di utara, barat, dan selatan diganti agar berhubungan dengan pembangunan sebelumnya. Susunan bertahap ini lebih tepat untuk membaca identitas bangunan daripada memberikan satu tanggal kepada seluruh tapak dan semua ruang.
- Nama utama
- Museum Bank Indonesia
- Lokasi
- Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Gedung BI Kota; Gedung De Javasche Bank Batavia; Museum BI
- Dasar kondisi
- Laman layanan museum menyediakan fungsi, program, dan fasilitas. Tidak memberikan tanggal pemeriksaan kondisi komponen bangunan.
Hubungan dengan karya lain
- Bangunan bekas Binnenhospital pada tapak De Javasche Bank — Sumber menerangkan bangunan pendahulu diganti bertahap; tanggal 1643 tidak menjadi tanggal gedung museum.
- Kota Tua Jakarta — Konteks revitalisasi kawasan menurut pengelola museum; tidak menyamakan satu gedung dengan seluruh kawasan.
Ruang dan fungsi
Program perbankan mencakup kantor serta ruang khazanah dan ruang efek yang ditambahkan pada 1933. Setelah menjadi museum, gedung berfungsi untuk pendidikan sejarah bank sentral dan penyajian koleksi numismatik. Laman pengelola mencatat pembukaan kepada umum pada 15 Desember 2006 serta penggunaan ruang untuk pameran dan kegiatan edukasi.
Membaca arsitektur
Artikel Bank Indonesia menghubungkan arsiteknya dengan Hulswit dan Cuypers, sekaligus menyebut penyederhanaan muka bangunan pada tahap 1933. Jan Schoten di studio Prinsenhof mengerjakan kaca patri. Atribusi tersebut dicatat menurut lingkup pekerjaan yang diterangkan, bukan sebagai bukti bahwa semua bagian gedung dirancang sekaligus.
Pihak dan peran
| Pihak | Peran dan fase | Dasar atribusi |
|---|---|---|
| Hulswit dan Cuypers | arsitek yang disebut Bank Indonesia Rangkaian pembangunan gedung De Javasche Bank awal abad ke-20 | Artikel menyebut pasangan nama tanpa menguraikan pembagian tanggung jawab tiap tahap. Nama tidak diperluas dengan nama depan yang belum diverifikasi dalam sumber ini. Dasar informasi:[1] |
| Jan Schoten / studio Prinsenhof | seniman kaca patri Kaca patri dalam pembangunan gedung bank | Atribusi karya kaca patri, bukan perancang seluruh gedung. Batas pasti tanggal pemasangan tiap panel belum diuraikan. Dasar informasi:[1] |
| Hollandsch Beton Maatschappij | pemborong perombakan Tahap 1933 | Ejaan dan cakupan mengikuti artikel Bank Indonesia. Tidak otomatis diterapkan pada pekerjaan 1910 dan 1922. Dasar informasi:[1] |
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Tahap bangunan menghadap Binnen Nieuwpoortstraat
Bangunan baru di samping bangunan lama; menjadi awal konstruksi yang menjadi acuan kelompok periode.
Penggantian bagian lama utara, barat, dan selatan
Bentuk disesuaikan dengan bagian 1910.
Ruang khazanah, ruang efek, dan perubahan fasad
Mencakup unit tengah baru dan penyederhanaan tampilan depan sesuai artikel.
Museum dibuka untuk umum
Tanggal pembukaan kepada umum; dipisahkan dari penyempurnaan tata pamer berikutnya.
Peresmian museum dengan penyempurnaan tata pamer
Tahun dipertahankan; tanggal hari-bulan tidak dipakai sebelum menyelaraskan versi laman BI yang terindeks.
Ukuran dan sistem
Sumber mencatat tiang pancang beton dan bahan impor, termasuk granit, keramik lantai dan dinding, kaca patri, serta penutup atap. Uraian ini membantu menjelaskan investasi konstruksi dan seni bangunan pada masa pembangunan. Jumlah bahan dan kondisi setiap komponen sekarang tidak ditaksir tanpa inventaris teknis.
- Bahan dan sistem
- Tiang pancang beton · Fondasi yang dijelaskan dalam artikel sejarah pembangunan; lingkup setiap kelompok tiang belum dipetakan.Dasar informasi:[1]
- Bahan dan sistem
- Granit dan keramik · Bahan impor untuk bangunan bank; keramik disebut untuk lantai dan dinding.Dasar informasi:[1]
- Bahan dan sistem
- Kaca patri · Karya Jan Schoten yang disebut artikel; tidak menyatakan semua panel sekarang tetap asli atau lengkap.Dasar informasi:[1]
Belum tersedia ukuran bersumber yang dapat ditampilkan.
Dokumentasi dan sumber
- Artikel Cerita BI menulis pembelian 5 Mei 1930 sebagai dua tahun setelah 1828; inkonsistensi ini tidak dikoreksi diam-diam dan tanggal pembelian dihilangkan.
- Laman museum yang dibaca menyebut 21 Juli 2009; versi lain terindeks 19 Juli 2009. Data hanya menggunakan tahun 2009 sampai sumber arsip diselaraskan.
- Keterangan SK Gubernur 475/1993 di laman pengelola belum disertai pembacaan keputusan; heritage tetap kosong.
- Luas atau jumlah panel/tiang tidak direkam sebagai pengukuran kondisi terkini.
Dasar informasi
- Gedung DJB Batavia Dibangun dari Bahan Langka ↗Departemen Komunikasi Bank Indonesia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2021-03-03
- Museum BI ↗Bank Indonesia · diakses pada 2026-10-15
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-15. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.