Museum Kayu Wanagama
Museum Kayu Wanagama (Musiyum Kayu Wanagama) adalah museum khusus di Dusun Bunder yang berhasil didirikan atas gagasan pemikiran yang disampaikan oleh dua orang dosen Universitas Gadjah Mada, yaitu Oemi Hani’in Soeseno dan Etty Suliantoro Sulaiman yang kemudian bekerja sama dengan Perum Perhutani.
- Jenis objek
- Bangunan
- Fungsi
- Kebudayaan (kategori penelusuran)
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Museum Kayu Wanagama dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.
- Nama utama
- Museum Kayu Wanagama
- Lokasi
- Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q97195115; ID3094791
- Klasifikasi sumber
- kebudayaan · nomor ID3094791
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Lihat di Peta Arsitektur ↗
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: kebudayaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, susunan ruang, atap atau kubah, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Museum Kayu Wanagama (Musiyum Kayu Wanagama) adalah museum khusus di Dusun Bunder yang berhasil didirikan atas gagasan pemikiran yang disampaikan oleh dua orang dosen Universitas Gadjah Mada, yaitu Oemi Hani’in Soeseno dan Etty Suliantoro Sulaiman yang kemudian bekerja sama dengan Perum Perhutani. Gagasan pembangunan museum ini muncul setelah mereka menghadiri kegiatan pameran pada Museum Antropologis di Perancis dan pendirian Jati Centre di Cepu. Pembangunan museum dimulai pada tahun 1995 di kawasan hutan pendidikan Wanagama. Bahan baku bangunan museum berasal dari dua buah rumah kayu buatan tahun 1880 yang disumbangkan oleh Perum Perhutani. Bahan ini diubah menjadi satu bangunan berbentuk rumah panggung. Peresmian Museum Kayu Wanagama dilakukan pada tanggal 8 Agustus 1998 oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Muslimin Nasution. Koleksi unggulan dari Museum Kayu Wanagama adalah arca Gupolo yang terbuat dari kayu yang telah berusia 50 tahun.
Desain
Bentuk bangunan dari Museum Kayu Wanagama adalah rumah panggung yang terbuat dari kayu. Bahan baku bangunan museum berupa dua buah rumah kayu yang sebelumnya dibuat pada tahun 1880. Bahan ini merupakan sumbangan dari Perum Perhutani. Rumah tersebut kemudian dirombak dan dijadikan sebagai satu bangunan dalam bentuk rumah panggung. Bahan dasar yang digunakan berbeda-beda pada tiap jenis konstruksi bangunan. Bahan bangunan yang digunakan untuk pondasi hingga lantai terbuat dari beton. Bahan bangunan untuk lantai dan dinding adalah kayu. Bahan bangunan untuk pembuatan atap dari genteng adalah tanah. Museum Kayu Wanagama juga menyediakan fasilitas-fasilitas pendukung yaitu rumah makan, pasar seni, tanaman hutan, pertamanan percobaan, area perkemahan, ruang kelas, asrama, dan gedung serba guna.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Riwayat dalam arsip sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Sejarah
Pendirian museum kayu Wanagama dirintis oleh para pimpinan Universitas Gadjah Mada dan Perhutani. Pendirian museum ini juga menjadi awal keberadaan Hutan Wanagama. Pembangunan Museum Kayu Wanagama mulai dilakukan pada tahun 1995. Tujuan pembangunan museum ini adalah untuk memperkenalkan kepada masyarakat umum tentang berbagai jenis kayu dan cara pemanfaatannya. Museum ini kemudian diresmikan pada tanggal 8 Agustus 1998 oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Menteri Kehutanan Repbulik Indonesia, Muslimin Nasution. Museum Kayu Wanagama berada di Jalan Jogja – Wonosari kilometer 30. Lokasi museum berada di dalam kawasan Hutan Wisata Wanagama, Desa Bunder, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Museum ini dapat dicapai dari arah Kota Yogyakarta yang menuju ke Hutan Wanagama.
Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber
Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Museum Kayu Wanagama. Revisi 27947645. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Kontributor Wikidata · data terstruktur CC0 1.0
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 27947645. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Museum Kayu Wanagama sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2025-10-10T10:03:26Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Museum Kayu Wanagama · revisi 27947645 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2025-10-10T10:03:26Z
- Wikidata P625 · Museum Kayu Wanagama ↗Kontributor Wikidata · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-07-20T13:47:56Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.