Arsitektur.
bagian dari ensiklopedia.online
ARS-R600011790
Adaptasi ensiklopedia kolaboratif · ringkasan berbahasa Indonesia dan teks sumber berbahasa Indonesia. Identitas dan rujukan berasal dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia, nomor ID11790. Asal dan lisensi uraian
KompleksJakarta Pusat, DKI Jakarta, IndonesiaARS-R600011790

Museum Nasional Indonesia

Museum Nasional Indonesia atau yang sering disebut dengan Museum Gajah adalah sebuah museum arkeologi, sejarah, etnografi, dan geografi yang berada di bawah naungan Museum dan Cagar Budaya, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan terletak di Jalan Merdeka Barat 12, Jakarta Pusat.

Dasar informasi:[1]
Bandingkan
Jenis objek
Kompleks
Fungsi
Kebudayaan (kategori penelusuran)
Masa tercatat
Belum diringkas dari riwayat sumber
Kondisi dan status
Kondisi mutakhir belum dinilai
01

Identitas dan tapak

Museum Nasional Indonesia dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.

Dasar informasi:[1]
Lingkup profil: Profil membahas kompleks Museum Nasional Indonesia dengan beberapa gedung utama, termasuk Gedung A dan Gedung B yang dijelaskan pada uraian sumber. Lingkup ini tidak dihitung sebagai satu bangunan individual. Kompleks dihitung satu profil dan tidak ditambahkan ke hitungan bangunan individual.
Nama utama
Museum Nasional Indonesia
Lokasi
Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia · Bangunan di Indonesia
Nama lain dalam sumber
Q1467125; ID11790
Klasifikasi sumber
kebudayaan · nomor ID11790
Dasar kondisi
Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Titik lokasi: Titik rujukan Wikidata P625 untuk identitas sumber; bukan jejak bangunan. Ketelitian horizontal belum diverifikasi.
Lihat di Peta Arsitektur ↗
02

Ruang dan fungsi

Profil ini membahas kompleks arsitektur. Kategori fungsi untuk penelusuran: kebudayaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.

Dasar informasi:[1]

Membaca arsitektur

Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, susunan ruang, atap atau kubah, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.

Dasar informasi:[1]

Deskripsi fisik dalam sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Pembuka

Museum Nasional Indonesia atau yang sering disebut dengan Museum Gajah adalah sebuah museum arkeologi, sejarah, etnografi, dan geografi yang berada di bawah naungan Museum dan Cagar Budaya, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan terletak di Jalan Merdeka Barat 12, Jakarta Pusat. Museum ini merupakan museum pertama dan terbesar di Asia Tenggara.

Pasca-kemerdekaan

Setelah kemerdekaan Indonesia, pada 23 Februari 1950 Bataviaasch Genootschap berganti nama menjadi Lembaga Kebudayaan Indonesia. Pada tanggal 17 September 1962, lembaga ini diserahkan kepada pemerintah Indonesia dan dikenal dengan nama Museum Pusat. Melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 092/0/1979 tanggal 28 Mei 1979, namanya diubah menjadi Museum Nasional.

Pada kuartal terakhir abad ke-20, koleksi manuskrip dan literatur museum diserahkan kepada Perpustakaan Nasional Indonesia, sementara koleksi seni rupa, termasuk lukisan, dipindahkan ke Galeri Nasional.

Pada tahun 1977, sebuah perjanjian antara Indonesia dan Belanda menghasilkan pemulangan beberapa harta karun budaya ke Indonesia. Di antara harta karun yang dikembalikan adalah harta karun dari Lombok, naskah lontar Nagarakretagama, dan patung Prajnaparamita dari Jawa. Benda-benda tersebut kini disimpan di Museum Nasional Indonesia.

Pada tahun 1980-an, ada kebijakan pemerintah untuk mendirikan museum negeri di setiap provinsi di Indonesia. Ide ini terwujud pada tahun 1995 ketika semua provinsi di Indonesia memiliki museum negeri. Sejak saat itu, semua temuan arkeologi yang ditemukan di setiap provinsi tidak harus dibawa ke Museum Nasional di Jakarta, tetapi disimpan dan dipajang di museum negeri yang terletak di ibukota provinsi. Namun, ada pengecualian untuk beberapa temuan arkeologi yang sangat penting, seperti temuan Wonoboyo dari abad ke-10 dan arca Siwa dari perunggu.

Pada tahun 2007, sebuah gedung baru di sebelah utara gedung yang sudah ada dibuka, yang menampilkan banyak artefak dari zaman prasejarah hingga zaman modern. Gedung baru ini, yang disebut Gedung Arca, menyediakan ruang pameran baru. Gedung lamanya bernama Gedung Gajah.

Pada tanggal 11 September 2013, empat artefak emas berharga dari masa kerajaan Mataram Kuno abad ke-10 dicuri dari museum. Benda-benda tersebut pertama kali ditemukan di reruntuhan pemandian kerajaan kuno Jalatunda dan di candi-candi di lereng Gunung Penanggungan di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Empat artefak yang hilang adalah sebuah plakat emas berbentuk naga, sebuah plakat emas berbentuk bulan sabit bertuliskan, dan satu plakat Harihara berwarna emas-perak, serta sebuah kotak kecil berwarna emas. Semua benda yang hilang tersebut dipajang bersama dalam sebuah etalase kaca yang terletak di dalam ruang arkeologi artefak dan harta karun emas di lantai dua Gedung Gajah (sayap lama).

Saat ini, terdapat dua bangunan utama di museum, yaitu Gedung A (Gedung Gajah atau sayap lama) di bagian selatan, dan Gedung B (Gedung Arca atau sayap baru) di bagian utara. Gedung ketiga, Gedung C, direncanakan sebagai perluasan untuk menampung dan melestarikan koleksi museum yang sangat banyak. Pada tahun 2017, Gedung Gajah atau sayap lama sedang direnovasi besar-besaran, sementara Gedung C sedang dalam tahap pembangunan.

Dalam kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada bulan Maret 2020, Raja Willem-Alexander dari Belanda mengembalikan keris Pangeran Diponegoro dari Yogyakarta ke Indonesia, yang diterima oleh Presiden Joko Widodo. Diponegoro adalah pemimpin karismatik pemberontakan massal melawan pemerintahan kolonial Belanda di Jawa Tengah. Ia dikalahkan dan ditawan setelah berakhirnya Perang Jawa pada tahun 1830. Kerisnya telah lama dianggap hilang, tetapi berhasil ditemukan setelah diidentifikasi oleh Museum Nasional Etnologi Belanda di Leiden. Keris Jawa bertatahkan emas yang luar biasa ini sebelumnya disimpan sebagai bagian dari Koleksi Negara Belanda dan sekarang menjadi bagian dari koleksi Museum Nasional Indonesia.

Sejak 2023, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi membentuk Badan Layanan Umum (BLU) Museum dan Cagar Budaya. Badan ini membawahi museum dan cagar budaya di Ditjen Kebudayaan. Tugasnya adalah memfasilitasi sinergi antara pelestarian, pemanfaatan, dan pengelolaan koleksi melalui penelitian dan pengembangan demi meningkatkan kebermanfaatan bagi masyarakat. Setidaknya ada 18 unit museum dan 34 cagar budaya milik pemerintah yang kini dikoordinasikan langsung melalui badan khusus ini.

Pada malam tanggal 16 September 2023, kebakaran terjadi di Gedung Gajah, menyebabkan atap dan dinding belakang gedung runtuh. Pihak berwenang mengatakan bahwa setidaknya empat ruangan di gedung tersebut, yang menyimpan artefak-artefak prakolonial, hancur, dan api berhasil dikendalikan tanpa ada yang terluka dalam waktu beberapa jam. Setelah kebakaran pada September 2023, Museum Nasional Indonesia menjalani proses revitalisasi yang mencakup pembaruan kuratorial dan koleksi, peningkatan infrastruktur, serta penguatan kompetensi sumber daya manusia.

Bangunan

Dengan gaya Klasisisme, gedung Museum Nasional Republik Indonesia adalah salah satu wujud pengaruh Eropa, terutama semangat Abad Pencerahan, yang muncul pada sekitar abad 18. Gedung ini dibangun pada tahun 1862 oleh pemerintah sebagai tanggapan atas perhimpunan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen yang bertujuan menelaah riset-riset ilmiah di Hindia Belanda.

Sayap baru ditambahkan pada tahun 1996 di sebelah utara gedung lama. Gedung ini disebut dengan Unit B atau Gedung Arca.

03

Pihak dan peran

Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.

Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.

04

Riwayat perubahan

Riwayat dalam arsip sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Sejarah

Pada tanggal 24 April 1778, para akademisi di Hindia Belanda dan sejumlah pejabat Pemerintah Hindia Belanda bersama-sama membentuk sebuah perhimpunan bernama Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen. Perhimpunan ini didirikan dengan tujuan mencapai kemajuan ilmu pengetahuan melalui pengembangan museum. J.C.M. Radermacher, ketua perkumpulan, menyumbang sebuah gedung yang bertempat di Jalan Kalibesar beserta dengan koleksi buku dan benda-benda budaya yang nanti menjadi dasar untuk pendirian museum.

Pada masa pemerintahan Inggris (1811–1816), Sir Thomas Stamford Raffles yang juga merupakan direktur dari Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen memerintahkan pembangunan gedung baru yang terletak di Jalan Majapahit No. 3. Gedung ini digunakan sebagai museum dan ruang pertemuan untuk Literary Society (dahulu bernama "Societeit de Harmonie".) Lokasi gedung ini sekarang menjadi bagian dari kompleks Sekretariat Negara.

Pada tahun 1862, setelah koleksi memenuhi museum di Jalan Majapahit, pemerintah Hindia Belanda mendirikan gedung yang hingga kini masih ditempati. Gedung museum ini dibuka untuk umum pada tahun 1868.

Setelah kemerdekaan Indonesia, Lembaga Kebudayaan Indonesia yang mengelola menyerahkan museum tersebut kepada pemerintah Republik Indonesia, tepatnya pada tanggal 17 September 1962. Sejak itu, pengelolaan museum dilakukan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan, di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Mulai tahun 2005, Museum Nasional berada di bawah pengelolaan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata sehubungan dengan dipindahnya Direktorat Jenderal Kebudayaan ke lingkungan kementerian tersebut.

Museum Nasional juga dikenal sebagai Museum Gajah karena, dihadiahkannya patung gajah berbahan perunggu oleh Raja Chulalongkorn dari Thailand pada tahun 1871 yang kemudian dipasang di halaman depan museum. Meskipun demikian, sejak 28 Mei 1979, nama resmi lembaga ini adalah Museum Nasional Republik Indonesia.

Pada malam hari tanggal 16 September 2023, terjadi kebakaran di bagian Museum Gedung Gajah yang menyebabkan atap dan dinding belakang bangunan roboh.

Tanggal observasi fisik belum dipastikan

Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber

Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.

Dasar informasi:[1]
05

Ukuran dan sistem

Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.

Dasar informasi:[1]

Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.

06

Dokumentasi dan sumber

Edisi sumber dan hak penggunaan

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Museum Nasional Indonesia. Revisi 29942855. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.

Kontributor Wikidata · data terstruktur CC0 1.0

Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗

Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.

Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29942855. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.

Lingkup identitas: Profil membahas kompleks Museum Nasional Indonesia dengan beberapa gedung utama, termasuk Gedung A dan Gedung B yang dijelaskan pada uraian sumber. Lingkup ini tidak dihitung sebagai satu bangunan individual.

Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.

Tanggal atau versi data sumber: 2026-09-23T04:01:57Z.

Catatan pembacaan sumber
  • Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
  • Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.

Dasar informasi

  1. Wikipedia bahasa Indonesia · Museum Nasional Indonesia · revisi 29942855 ↗
    Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-23T04:01:57Z
  2. Wikidata P625 · Museum Nasional Indonesia ↗
    Kontributor Wikidata · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-10-12T14:16:10Z

Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.

Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.

Baca dokumentasi