Pura Beji Sangsit
Pura Beji Sangsit merupakan sebuah pura di Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Buleleng dengan jarak sekitar 8 km dari kota Singaraja ke arah timur yang merupakan salah satu warisan peninggalan leluhur yang kini masih terjaga keasriannya.

- Jenis objek
- Kompleks
- Fungsi
- Keagamaan (kategori penelusuran)
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Pura Beji Sangsit dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Sangsit, Bali, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.
- Nama utama
- Pura Beji Sangsit
- Lokasi
- Sangsit, Bali, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q43608052; ID2438829
- Klasifikasi sumber
- keagamaan · nomor ID2438829
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Lihat di Peta Arsitektur ↗
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas kompleks arsitektur. Kategori fungsi untuk penelusuran: keagamaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, ornamen atau relief, atap atau kubah, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Pura Beji Sangsit merupakan sebuah pura di Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Buleleng dengan jarak sekitar 8 km dari kota Singaraja ke arah timur yang merupakan salah satu warisan peninggalan leluhur yang kini masih terjaga keasriannya. Pura Beji meruakan salah satu pura Bali utara yang terkenal yang diperuntukkan bagi Dewi Sri, yang merupakan dewi pertanian dan beras bagi masyarakat Jawa dan Bali. Di pura ini dapat dilihat perbedaan antara arsitektur pura di Bali bagian utara dan selatan.
Pura Beji menjadi satu daya tarik wisata. Konon, kunjungan wisatawan yang tak pernah sepi ini karena wisatawan tertarik mengetahui bahwa di pura tersebut terdapat dua buah patung orang asing yang dikenali sebagai warga negara Belanda. Satu patung warga Belanda memegang gitar dan satu lagi memegang rebab. Dua patung ini terletak di kori agung menuju ke jeroan pura.
Geografis
Pura Beji sesuai dengan namanya terletak di Dusun/Banjar Beji, Desa Pakraman Sangsit Dauh Yeh, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Dusun/Banjar Beji adalah salah satu dari 8 Dusun dan 7 Banjar adat yang ada di desa Pakraman Sangsit Dauh Yeh, yang menempati areal yang berbatasan dengan:
Sebelah selatan adalah jalan raya Sangsit (jalan propinsi)
Sebelah timur adalah Tukad Gelung (tukad Sangsit)
Sebelah Barat adalah Banjar Tegal
Sebelah Utara berbatasan dengan Dusun Pabean Sangsit
Di kawasan ini juga terdapat Pura Dalem Klod, yang orang menyebutnya sebagai Pura Dalem Purwa karena kekunoannya, juga ada Pura Segara yang terletak di Pantai Sangsit (wilayah Pabean Sangsit), Pura Pasupati Wong Aya yang sebelumnya disebut dengan Pura Kauh dan Pura Limascatu yang merupakan Pura Subak Beji di tengah sawah serta Pura Setra Klod.
Arsitektur
Pura Beji memiliki keindahan arsitektur bangunan pura yang menakjubkan, tipe bangunan simetris dari candi membuat pura ini tampak indah.
Seperti halnya pura-pura lainnya di Bali, bangunan pura beji ini memiliki 3 bagian yang berbeda yakni bagian luar disebut ‘Nisata Mandala’ bagian tengah disebut ‘Madya Mandala’ dan pada bagian paling dalam disebut ‘Utama Mandala’ atau yang sering disebut juga dengan jeroan.
Di bagian Nista Mandala terdapat bangunan tinggi yang disebut dengan ‘Bale Kulkul’. Bale kulkul ini adalah sebuah bangunan tinggi yang diatasnya terdapat sebuah kentungan besar yang fungsinya untuk mengumpulkan para penduduk sekitar. Di antara bagian pura Nisata Mandala dan Madya Mandala terdapat bangunan candi yang amat megah dengan ukiran-ukiran dengan seni artistik yang tinggi. Masuk ke bagian Madya Mandala, terdapat beberapa bangunan yang mirip seperti aula yakni pada bagian selatan terdapat ‘Bale Sekaulu’ dan ‘Bale Sekapat’ dan pada bagian utara terdapat ‘Bale Roras’ dan ‘Bale Paebatan’.
Beranjak ke bagian utama dari Pura Beji yakni Utama Mandala, Pada bagian ini banyak ditemukan bangunan-bangunan suci dan disinilah umat Hindu melakukan persembahyangan. Selain daripada itu, disetiap tembok yang ada di pura beji ini terdapat relief berupa bunga atau tumbuhan yang terukir indah menghiasi sekeliling pura. Di setiap ukiran-ukiran itu memiliki keunikan dan arti tersendiri. Kawasan di Pura Beji ini juga cukup sejuk karena terdapat pohon-pohon rindang di sekelilingnya.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Riwayat dalam arsip sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Sejarah
Tidak ada bukti tertulis yang memuat sejarah Pura Beji. Minimnya data berupa sumber-sumber tertulis seperti prasasti, lontar, maupun babad yang berkaitan dengan Pura Beji, menyebabkan agak sulit untuk mengungkapkan sejarahnya. Kondisi ini membuat tokoh masyarakat di Sangsit menyusun buku yang menceritakan sejarah pura. Buku ini ditulis dengan narasumber dari pengelingsir yang mengetahui sejarah Pura Beji. Selain itu, secara tata letak dan arsitektur pura juga sempat diteliti oleh salah satu tokoh masyarakat desa setempat. Namun demikian, dari sumber lisan dapat diperoleh sedikit keterangan untuk melacak keberadaan pura Beji. Keberadaan pura Beji (Abad XV) dulunya merupakan Pura Desa oleh Truna Pesaren sebagai pengempu/pengempon. Sebelum bernama Desa Sangsit, pada mulanya bernama desa Beji. Disamping desa-desa lainnya yang telah ada seperti desa Suralepang dan desa Lebah yang merupakan kekuasaan desa Menyali (pahit hati) pada masa pemerintahan Pasek Sakti Batu Lepang.
Tetapi setelah ditelusuri sesuai dengan nama dan keadaannya, maka “Beji” sama artinya dengan “permandian” atau sumur yang merupakan sumber kesuburan. Kenyataan di areal sebelah timur Pura Beji sendiri terdapat bekas sumber mata air yang dahulu pernah berfungsi sebagai kolam. Rupanya para petani yang sangat memerlukan air untuk pengairan persawahan sangat memuliakan sumber mata air, yang kemudian mengatur pengairan melalui subak. Subak merupakan organisasi pengairan yang sudah dikenal sejak zaman pemerintahan marakata pada tahun 1074 Masehi atau abad ke-11.
Untuk itu didirikan Pura Subak Beji. Sebutan Pura Subak Beji inilah yang dikenal oleh masyarakat luas sampai sekarang. Pencerminan lambang kesuburannya dapat dilihat pada salah satu bangunan pada Pura Beji, yakni di Gedong Simpen di atas atap terdapat patung wanita Dewi Sri, yang dikenal sebagai lambang kesuburan. Dengan demikian Pura Beji yang dikenal sekarang ini, tidak lain adalah merupakan perkembangan lebih lanjut dari Pura Subak (Pura Ulun Suwi/Pura Bedugul) yang ada di Desa Sangsit, dan telah beberapa kali mengalami perbaikan sejak dibangunnya yang diperkirakan pada abad XV.
Pura Subak Beji ini sangat besar makna dan manfaatnya bagi masyarakat Desa Sangsit, khususnya masyarakat petani sebagai temapat suci, yaitu para petani (pengamong/pesungsung Pura Subak) memohon keselamatan dan kesejahteraan terhadap Ida Sang Hyang Widhi melalui manifestasinya yang bersemayam di Pura Subak Beji, yakni Dewa Braban, Dewa Ayu Manik Galih dan Dewi Sri. Di samping pelinggih untuk para dewa yang telah tersebut di atas, masih ada beberapa pelinggih sebagai tempat pengayatan di antaranya untuk memuja Ida Betara di Pura Desa Pengastulan, yang menurut kepercayaan dimaksudkan untuk memohon keselamatan terutama air suci (tirta) untuk memberantas hama tanaman. Begitu pula pemujaan terhadap Ida Betara di Pura Manasa Sinabun, karena masyarakat Desa Sangsit (terutama para pengamong Pura Subak Beji) masih merasa memiliki hubungan batin terhadap Pura Desa Manasa di Sinabun. Dahulu Desa Sangsit pernah merupakan bagian-bagian dari Desa di Sinabun.
Bila melihat tatanan Pelemahan dan usia ukiran Pura Beji maka keyakinan sebagai masyarakat Desa Sangsit akan Pura Beji mendekati kebenaran namun karena kurangnya informasi serta data yang mendukung tentang keberadaan Pura Beji maka sampai saat ini tidak ada masyarakat yang berani mengungkapkan dan mengatakan masalah ini kepermukaan. Di samping itu adanya rumor bahwa Pura Beji diperuntukkan kepada mereka yang punya sawah semakin menyiutkan nyali sebagai masyarakat yang kebetulan tidak punya sawah pertanian untuk bersembahyang atau mengaturkan bakti ke Pura yang merupakan Pura termegah di Desa Sangsit.
Karena keterbatasan data, maka jejak-jejak yang dapat dipakai untuk menapak tilas status Pura Beji ini, secara nyata dapat di lacak diantaranya dari tata letak pelemahan Pura terhadap wilayah Desa Sangsit (letak geografis), tatanan Arsitektur Pura yang terdiri Tri Mandala lengkap dengan ciri khas arsitektur Bali Utara yang sempurna, tata upacara piodalan yang beragam dan tradisi yang dilaksanakan serta informasi dari nara sumber yang dipercaya.
Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber
Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Pura Beji Sangsit. Revisi 29870640. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Kontributor Wikidata · data terstruktur CC0 1.0
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29870640. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Pura Beji Sangsit sebagai kompleks dengan lingkup beberapa bangunan atau ruang. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2026-09-18T02:53:02Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Pura Beji Sangsit · revisi 29870640 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-18T02:53:02Z
- Wikidata P625 · Pura Beji Sangsit ↗Kontributor Wikidata · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-05-02T16:51:38Z
Kredit dokumentasi
Ondřej Bahula · https://web.archive.org/web/20161102220127/http://www.panoramio.com/photo/117427970 · CC BY-SA 3.0
Lihat sumber dokumentasi ↗
Gambar Wikimedia Commons ditampilkan utuh pada ukuran yang disediakan sumber, tanpa pemotongan atau penyuntingan warna oleh situs ini.
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-18. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.