Pura Ulun Danu Bratan
Pura Ulun Danu Bratan (ejaan tidak baku: Pura Ulun Danu Beratan, Pura Ulun Danu Bĕratan., disebut juga Bratan Pura) adalah sebuah pura dan candi air besar di Bali - candi utama air lainnya menjadi Pura Ulun Danu Batur.
- Jenis objek
- Kompleks
- Fungsi
- Keagamaan (kategori penelusuran)
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Pura Ulun Danu Bratan dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Tabanan, Bali, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.
- Nama utama
- Pura Ulun Danu Bratan
- Lokasi
- Tabanan, Bali, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q2220851; ID600201
- Klasifikasi sumber
- keagamaan · nomor ID600201
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas kompleks arsitektur. Kategori fungsi untuk penelusuran: keagamaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, pintu, jendela, atau gerbang, tiang atau struktur penyangga, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Pura Ulun Danu Bratan (ejaan tidak baku: Pura Ulun Danu Beratan, Pura Ulun Danu Bĕratan., disebut juga Bratan Pura) adalah sebuah pura dan candi air besar di Bali - candi utama air lainnya menjadi Pura Ulun Danu Batur. Kompleks pura ini terletak di tepi barat Danau Bratan di pegunungan dekat Bedugul, tepatnya di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Pura air (ulun/segara) memenuhi seluruh wilayah di daerah aliran; di tepi hilir ada banyak pura kecil air yang spesifik untuk setiap asosiasi irigasi (subak).
Pura ini sebenarnya digunakan untuk upacara persembahyangan Dewi Danu, dewi air, danau dan sungai. Danau Bratan merupakan salah satu danau penting dalam hal irigasi. Pura Batur atau Pura Ulun Danu pertama kali didirikan pada abad ke-17. Pura ini didedikasikan untuk dewa Wisnu dan untuk Dewi Danu sebagai dewi danau. Selain itu, Dewi Laksmi yang merupakan dewi kesuburan dan keindahan juga dipuja di pura ini.
Geografi
Pura ini berjarak sekitar 70 km dari Bandara Internasional Ngurah Rai dan kurang lebih 50 km dari pusat kota Denpasar. Wisata Bedugul, Bali, terletak pada ketinggian sekitar 1.240 meter di atas permukaan laut, dengan suhu sekitar 24° C pada siang hari dan 18° C pada malam hari.
Selain itu, Danau Beratan memiliki luas sekitar 375,6 hektar dengan kedalaman mencapai 22-48 meter. Danau Beratan sendiri sebagai danau terluas kedua di Bali setelah Danau Batur, kemudian menjadi sisi utara Kabupaten Tabanan yang langsung berbatasan dengan Kabupaten Buleleng.
Kemudian komplek pura terletak di tepi barat Danau Beratan dan dikenal sebagai danau "gunung suci". Pura Ulun Danu di tengahnya berfungsi sebagai subak atau pura irigasi dari keseluruhan kompleks pura. Untuk wilayah keseluruhan danau tepatnya di tepi hilir danau dipenuhi dengan "Pura Air."
Arkeologi
Berdasarkan data arkeologi yang terdapat dan berlokasi pada halaman depan Pura Ulun Danu Bedugul ini adalah terdapat peninggalan benda-benda bersejarah seperti sebuah Sarkofagus batu dan papan batu yang diperkirakan telah ada sejak zaman megalitikum, sekitar 500 tahun sebelum Masehi.
Pendirian
Hingga saat ini belum ditemukan sumber pasti mengenai tahun pendirian Pura Ulun Danu. Satu-satunya sumber yang dapat ditemukan adalah berdasar pada Lontar Babad Mengwi. Dijelaskan dalam babad Mengwi bahwa sebelum mendirikan Pura Taman Ayun, pendiri Kerajaan Mengwi, I Gusti Agung Putu, telah mendirikan Pura dipinggir Danau Beratan.
Tidak disebutkan secara spesifik kapan tepatnya Pura Ulun Danu didirikan. Lontar hanya menyebutkan bahwa Pura Taman Ayun didirikan pada hari Anggara Kliwon Mendangsia tahun Saka Sad Bhuta Yaksa Dewa, atau 1556 Saka (1634 Masehi). Berdasarkan penjelasan di atas, disimpulkan bahwa pendirian Pura Ulun Danu dilaksanakan sebelum tahun 1556 Saka.Pura ini dipelihara oleh empat “satakan” dari desa-desa di sekitar area Pura ini, yang terdiri dari: satakan Candikuning mewilayahi 5 bendesa adat, satakan Bangah mewilayahi 3 bendesa adat, satakan Antapan mewilayahi 4 bendesa adat, dan satakan Baturiti mewilayahi 6 bendesa adat.
Kompleks Pura
Pura Ulun Danu Beratan merupakan salah satu Pura Kahyangan Jagat di Bali, kemudian terdiri dari lima kompleks pura yang mengikutinya dan satu stupa Buddha, yaitu:
Pura Lingga Petak: Pelinggih (tempat pemujaan) Dewa Siwa
Pura ini terdapat lingga yang berwarna putih, dengan diapit batu hitam dan merah. Pura ini diyakini sebagai sumber utama air dan kesuburan Danau Beratan. Pura ini memiliki dua pelinggih yaitu Pelinggih Meru Tumpang Solas (meru bertingkat 11) yang menghadap ke arah kelod (selatan) dan Pelinggih Meru Tumpang Telu (meru bertingkat 3), dengan posisi menjorok ke tengah danau.
Pura Penataran Puncak Mangu: Pelinggih Dewa Wisnu
Pura Terate Bang: Pelinggih Dewa Brahma
Pura dalem Purwa: Pelinggih Dewi Danu, dewi air, sungai
Pura Dalem Purwa terdapat tiga pelinggih utama yaitu Pelinggih Dalem Purwa sebagai tempat persemayaman Bhatari Durga dan Dewa Ludra yang dipuja sebagai sumber kemakmuran.
Pura Prajapati
Di pura ini terdapat pohon beringin besar sebagai penandanya. Pura ini didedikasikan sebagai istana Bhatari Durga. Pelinggihnya menghadap ke arah barat dan merupakan bangunan pertama yang dapat Anda jumpai setelah melewati gerbang masuk menuju area Danau Beratan.
Stupa Buddha
Stupa ini sebagai makna keselarasan dan harmoni beragama, posisinya menghadap ke selatan dan terletak di luar area utama kompleks Pura Ulun Danu Beratan.
Tata Letak
Halaman Luar (Pura Penataran Agung)
Pada bagian ini kita akan menemukan Candi Bentar yang merupakan pintu masuk halaman luar. Di sini kita akan menemukan sarkofagus dan sebuah batu tegak yang berada di sebelah kiri halaman luar.
Halaman Tengah (Pura Dalem Purwa)
Tidak ada tembok (penyengker) yang membatasi antara halaman luar dan halaman tengah, melainkan susunan batu batas yang di atasnya terdapat beberapa arca.
Di halaman tengah kita akan menemukan Kori Agung Stupa yang berhiaskan sapta-nsi dengan tangga masuk berhiaskan patung gajah. Melihat ke dalam relung stupa maka kita akan menemukan arca Biksu, sementara dinding stupanya berhiaskan swastika sebagai perlambang matahari dan kekekalan.
Halaman Dalam (Pura Taman Beiji)
Untuk dapat menjangkau halaman dalam kita harus melalui tiga undakan tangga yang diapit oleh dua pasang arca penjaga. Pada bagian halaman dalam kita akan menemukan beberapa bangunan; Prasada Meru Tumpang Sebelas. Bangunan ini ditujukan pada Siwa dan sakti-nya Parwati.
Piodalan
Setiap tahun, Pura Ulun Danu Beratan menjadi pusat berbagai upacara penting, salah satunya adalah Upacara Piodalan, yang dirayakan setiap 210 hari sesuai dengan kalender Pawukon Bali. Terletak di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali, pura ini memiliki tradisi Pujawali yang dilaksanakan dalam skala kecil (alit) dan besar (ageng). Penguger atau Kelian Pura, I Putu Suma Artha, menjelaskan bahwa Pujawali dilaksanakan setiap Anggarakasih Wuku Julungwangi, atau 15 hari sebelum Hari Raya Galungan. Piodalan dibagi menjadi dua, yaitu piodalan alit dan piodalan ageng. Piodalan ageng dilaksanakan setahun sekali, sedangkan piodalan alit dilaksanakan setiap enam bulan sekali atau setiap 210 hari.
Melasti
Pura ini juga sering menjadi tempat pelaksanaan upacara Melasti, yaitu ritual penyucian diri yang dilakukan sebelum Hari Raya Nyepi.
Pariwisata
Untuk mengunjungi pura yang berada di tengah danau ini kita harus menggunakan perahu yang sudah tersedia di tepi danau. Untuk penyewaan perahu dikenakan biaya sebesar Rp30.000,00 untuk satu kali keliling, dengan waktu sekitar 30 menit. Pada bagian pura inti yang terpisah daratan, menjadi landmark wisata ini karena tercantum pada gambar uang Rp.50.000 edisi lama.
Jadwal buka Wisata Pura Ulun Danu Beratan ini, untuk setiap hari, kecuali Sabtu ialah mulai pukul 07.00 hingga 19.00 WITA. Sedangkan untuk hari Sabtu, jadwal bukanya adalah mulai pukul 05.00 hingga 19.00 WITA.
Tiket Masuk
Anak-anak (dalam negeri) : Rp 20.000
Dewasa (dalam negeri) Rp 50.000
Anak-anak (turis) Rp 50.000
Dewasa (turis) : Rp 75.000
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber
Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Pura Ulun Danu Bratan. Revisi 29103695. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29103695. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Pura Ulun Danu Bratan sebagai kompleks dengan lingkup beberapa bangunan atau ruang. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2026-04-05T02:04:40Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Pura Ulun Danu Bratan · revisi 29103695 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-04-05T02:04:40Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.