Rumah Tradisional Sri Mujiyati
Rumah Sri Mujiyati mempertemukan lintring depan dengan omah mburi beratap limasan. Ukiran jati pada rumah belakang dan pembagian tiga senthong menjadi rincian penting kompleks rumah keluarga ini.
- Jenis objek
- Kompleks
- Fungsi
- rumah tinggal
- Masa tercatat
- Belum diringkas untuk keseluruhan objek
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Rumah berada di Padukuhan Kerjo 2, Genjahan, Ponjong, Gunungkidul. Akses melewati gang ke timur dari Jalan Pontjodirdjo, berakhir pada rumah yang menghadap selatan dengan gandok di bagian timurnya.
- Nama utama
- Rumah Tradisional Sri Mujiyati
- Lokasi
- Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- 3403102006.3.2021.1606
- Dasar kondisi
- Uraian mengacu pada dokumentasi sumber. Tidak dilakukan survei fisik mutakhir; perubahan sesudah pendataan belum dipastikan.
Ruang dan fungsi
Lintring digunakan untuk belajar dan sebagian musala. Omah mburi menampung ruang keluarga, dua kamar pada senthong sisi, serta gudang pada senthong tengah. Gandok memuat dapur, kamar mandi, dan penyimpanan, dengan longkangan belakang untuk menjemur serta sumur di lingkungan samping.
Membaca arsitektur
Lintring berukuran sekitar 15,5 × 5,6 meter dengan atap limasan. Lawang gebyog menutup bagian yang dahulu terbuka, sedangkan lantainya memakai acian semen. Delapan tiang berdiri pada umpak batu putih berbentuk kubus. Omah mburi yang lebih tinggi juga ditopang delapan tiang jati, dengan denah persegi panjang sekitar 15 × 10,6 meter. Kayu cokelat tua diberi ukiran flora, fauna, dan geometris. Bagian tengah rumah belakang memakai keramik pengganti lantai tanah bersesek. Dua limasan menaungi bagian depan gandok, sedangkan longkangan di belakang terbuka. Sumur dibuat dari pasangan batu berplester; dua penyangga bibirnya dahulu menahan batang untuk kerekan timba, sebelum pemakaian pompa yang disebut dalam dokumentasi.
Pihak dan peran
Belum tersedia informasi bersumber untuk bagian ini.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Pendirian lintring
Tahun menyangkut bagian lintring, bukan seluruh kompleks.
Keterangan tanggal: Berdasarkan riwayat dalam sumber resmi.Bentuk dan ruang yang didokumentasikan sumber resmi
Narasi profil ditulis baru dari fakta registri. Riwayat konstruksi yang tidak tersedia tidak diisi dari tanggal akses, kode periode, atau tanggal penetapan.
Ukuran dan sistem
Jati menjadi rangka serta bidang ukiran, dengan umpak batu putih pada lintring dan pasangan batu pada sumur; penutup lantai berbeda antarbagian.
- Bahan dan sistem
- Jati · Rangka dan ukiran omah mburiDasar informasi:[1]
- Bahan dan sistem
- Batu putih · Umpak lintringDasar informasi:[1]
- Bahan dan sistem
- Batu berplester · SumurDasar informasi:[1]
- Bahan dan sistem
- Keramik · Lantai pengganti ruang tengahDasar informasi:[1]
Belum tersedia ukuran bersumber yang dapat ditampilkan.
Dokumentasi dan sumber
- Tahun 1817 dan kisah persinggahan 1949 merupakan keterangan pemilik; tidak dipakai sebagai tanggal pendirian terverifikasi.
- Fragmen kalimat tahun 2017 tentang lantai tidak diperlakukan sebagai tanggal renovasi.
- Profil editorial disusun dari fakta registri resmi dengan narasi baru. Prosa dan gambar pemerintah yang belum mempunyai izin redistribusi tidak disalin. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Dasar informasi
- Rumah Tradisional Sri Mujiyati ↗Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta · Jogjacagar · data resmi diakses pada 2026-10-15
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.