Stasiun Tanah Abang
Stasiun Tanah Abang (THB) atau Stasiun Jakarta Tanah Abang merupakan stasiun kereta api kelas besar tipe A yang terletak di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat, tepatnya berada di sebelah timur Kanal Banjir Barat dan di selatan Jembatan Layang Kalibaru.
- Jenis objek
- Bangunan
- Fungsi
- Transportasi (kategori penelusuran)
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Stasiun Tanah Abang dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.
- Nama utama
- Stasiun Tanah Abang
- Lokasi
- Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q2348424; ID470441
- Klasifikasi sumber
- transportasi · nomor ID470441
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: transportasi. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup pintu, jendela, atau gerbang, susunan ruang, atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Stasiun Tanah Abang (THB) atau Stasiun Jakarta Tanah Abang merupakan stasiun kereta api kelas besar tipe A yang terletak di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat, tepatnya berada di sebelah timur Kanal Banjir Barat dan di selatan Jembatan Layang Kalibaru. Stasiun yang terletak pada ketinggian +9 meter ini hanya melayani KRL Commuter Line dengan jarak 8,2 km arah timur laut dari . Stasiun Tanah Abang juga merupakan stasiun ujung bagi Commuter Line Rangkasbitung yang menghubungkan DKI Jakarta dengan wilayah barat daya Jabodetabek seperti Kota Tangerang Selatan, Banten.
Stasiun ini memiliki layanan , serupa dengan stasiun-stasiun di Jepang yang bertajuk Stamp Rally. Stempel Stasiun Tanah Abang disediakan sejak tanggal 24 Agustus 2026 dengan gambar cap yang tercantum di dalam stempel stasiun yakni merupakan gambar simbolis yang mencerminkan cerita, sejarah, dan budaya di lingkungan stasiun. Stempel tersedia di dalam area stasiun dan dapat dibubuhkan pada buku khusus bernama KAI Stamp Rally Passport atau pada media lainnya.
Pengembangan kawasan berorientasi transit (mulai 2022)
Pada 2022, Penjabat Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Heru Budi Hartono, mengusulkan pengembangan kawasan Stasiun Tanah Abang kepada Kementerian Perhubungan dan Presiden Joko Widodo. Usulan ini didasarkan pada kepadatan Stasiun Tanah Abang yang akan terus meningkat dan lokasinya yang strategis. Proyek ini melibatkan beberapa pemangku kepentingan, antara lain Kereta Api Indonesia (KAI), Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pengembangan stasiun dibagi menjadi tiga tahap, dengan tahap pertama menggunakan investasi senilai Rp380,93 miliar.
Pengembangan Stasiun Tanah Abang menggunakan konsep kawasan berorientasi transit (TOD). Bangunan stasiun baru akan berdiri di atas lahan seluas 12000 m2 milik KAI. Sebelumnya, sebagian besar lahan tersebut digunakan sebagai depo lokomotif. Dalam proyek ini, DJKA bertugas membangun emplasemen, persinyalan, peron, bangunan stasiun, dan jembatan penyeberangan orang di atas jalur kereta api. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bertugas melebarkan jalan raya dan mengurus fasilitas integrasi antarmoda. KAI mengurus lahan dan sistem perparkiran serta menyiapkan lahan yang dibangun. PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ) ditugaskan membangun kawasan TOD. Kawasan ini akan dipergunakan sebagai kawasan serbaguna yang dilengkapi dengan hunian, ruang terbuka, perkantoran, dan integrasi enam moda transportasi yang akan beroperasi di masa depan. Luas lahan yang berpotensi dibangun dalam kawasan TOD Tanah Abang sebesar 77,5 ha, dengan perkiraan modal Rp1 triliun dan membutuhkan waktu 30 tahun.
Pembangunan Stasiun Tanah Abang baru awalnya berencana dimulai pada Desember 2023, tetapi mundur hingga Mei 2024. Setelah keseluruhan proyek selesai, diharapkan kapasitas Stasiun Tanah Abang naik tiga kali lipat, dari 105.000 penumpang menjadi 300.000 penumpang. Pada 29 Juni 2025, bangunan baru Stasiun Tanah Abang telah dibuka untuk umum. Kemudian pada 4 November 2025, bangunan baru tersebut diresmikan langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.
Bangunan dan tata letak
Kompleks Stasiun Tanah Abang berdiri di atas lahan seluas 2,4 ha, dengan 9000 m2 adalah luas bangunan depo lokomotif. Stasiun ini awalnya memiliki lima jalur kereta api. Jalur 2 merupakan sepur lurus jalur ganda arah Duri—Kampung Bandan, jalur 3 merupakan sepur lurus jalur ganda arah Sudirman—Manggarai, dan jalur 5 merupakan sepur lurus jalur tunggal menuju Rangkasbitung—Merak.
Setelah dilakukan pembangunan jalur ganda pada segmen Tanah Abang—Serpong pada 4 Juli 2007, tata letak stasiun ini dirombak sehingga jumlah jalur bertambah menjadi enam dengan jalur 5 merupakan sepur lurus jalur ganda dari arah Rangkasbitung—Merak dan jalur 6 merupakan sepur lurus jalur ganda ke arah Rangkasbitung—Merak. Di stasiun ini dahulu pernah terdapat depo lokomotif yang berada di sebelah timur laut stasiun dan terhubung langsung dengan jalur 1.
Seiring waktu, stasiun ini juga terus berkembang, dengan adanya bangunan pintu masuk dan keluar baru yang terletak dekat dengan depo lokomotif tersebut. Bangunan pintu masuk dan keluar baru ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas baru, seperti area komersial. Pintu masuk dan keluar stasiun ini sudah diintegrasikan dengan JPO yang menghadap Jalan Jatibaru Bengkel, serta skybridge yang menghubungkan Stasiun Tanah Abang dengan Pasar Tanah Abang.
Pada Mei 2024, proyek perluasan Stasiun Tanah Abang dimulai. Perluasan stasiun ini menggunakan lahan Depo Lokomotif Tanah Abang yang mulai dibongkar sejak Desember 2022. Pada tahap pertama, stasiun ini memiliki jalur baru untuk pelayanan penumpang, menggunakan bekas jalur 1 eksisting menuju bekas depo lokomotif. Selain itu, dibangun pula dua peron baru, yakni satu peron pulau antara jalur 1 dan 2 serta satu peron sisi di sebelah timur jalur 1. Letak kedua peron ini berada sedikit ke utara dibandingkan peron lama stasiun untuk menyesuaikan keberadaan bangunan baru dan ketersediaan lahan.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Riwayat dalam arsip sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembangunan dan pengembangan di masa orde baru (1899—1997)
Stasiun ini diresmikan pada tanggal 1 Oktober 1899 oleh perusahaan kereta api Hindia Belanda yang bernama Staatsspoorwegen Westerlijnen (SS-WL), bersamaan dengan pengoperasian jalur KA baru Jakarta—Angke—Rangkasbitung.
Karena stasiun ini semakin ramai dengan kereta api lokal, komuter, dan antarkota, stasiun ini kemudian dipasangi atap peron (overkapping). Overkapping stasiun ini dibawa langsung dari Stasiun Secang pascakemerdekaan.
Bangunan asli stasiun ini telah dibongkar dan digantikan dengan bentuk bangunan berlantai dua seperti sekarang serta dilengkapi jembatan penyeberangan penumpang dan eskalator. Bangunan ini diresmikan pada tanggal 3 Juni 1997 oleh Menteri Perhubungan kala itu, Haryanto Dhanutirto. Bangunan baru ini dibuat untuk mengakomodasi penumpang layanan kereta api komuter Jabotabek yang kala itu sudah beroperasi di jalur Tanah Abang—Serpong.
Pembangunan JPO di utara dan JPM (2016—2018)
Pada 2016, KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) mulai membangun jembatan penyeberangan orang (JPO) yang menghubungkan bangunan utara dengan dua peron pulau stasiun. Sebelumnya, penumpang yang ingin mengakses peron harus menyeberangi rel menggunakan penyeberangan sebidang. JPO ini memiliki panjang 60 meter, lebar 6 meter, dilengkapi 3 tangga manual dan 6 eskalator. Pengoperasian JPO dimulai pada 10 Maret 2017, bersamaan dengan aula (hall) baru di bangunan utara yang memiliki gerbang tiket.
Pada 2018, Perusahaan Daerah Pembangunan Sarana Jaya membangun Jembatan Penyeberangan Multiguna di depan Stasiun Tanah Abang senilai 38 miliar. Jembatan sepanjang 400 meter tersebut menghubungkan Stasiun Tanah Abang dengan Pasar Tanah Abang Blok G. Pembangunan JPM didasari oleh kepadatan di Jalan Jatibaru Raya akibat lalu lalang penumpang dan pedagang kaki lima (PKL). JPM memiliki tempat untuk 446 kios untuk PKL yang terdampak relokasi. JPM resmi difungsikan pada 7 Desember 2018.
Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber
Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Stasiun Tanah Abang. Revisi 29916806. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29916806. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Stasiun Tanah Abang sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2026-09-19T23:12:19Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Stasiun Tanah Abang · revisi 29916806 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-19T23:12:19Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.