Stasiun Winongo
Gedung Stasiun Winongo memperlihatkan perubahan orientasi akses melalui pertukaran posisi pintu serta jendela pada massa bangunan yang memanjang.
- Jenis objek
- Bangunan
- Fungsi
- stasiun
- Masa tercatat
- Belum diringkas untuk keseluruhan objek
- Kondisi dan status
- Kondisi dan keutuhan mengikuti catatan sumber
Identitas dan tapak
Objek tercatat di Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul. Pembahasan berfokus pada gedung stasiun, sehingga keberadaan bangunan tidak dianggap sebagai bukti bahwa layanan kereta masih beroperasi.
- Nama utama
- Stasiun Winongo
- Lokasi
- Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- 3402162002.3.2021.1209
- Dasar kondisi
- Sumber membahas kehilangan atau perubahan pada sebagian objek. Lingkup dan bagian tersisa dijelaskan dalam narasi; tidak dinyatakan sebagai bangunan utuh atau hasil survei mutakhir.
Ruang dan fungsi
Tiga bagian ruang tersusun sepanjang arah utara–selatan. Emper berada di timur, sementara jejak dinding menunjukkan pembagian sebelumnya yang mempunyai proporsi ruang berbeda dari keadaan yang didokumentasikan.
Membaca arsitektur
Atap limasan menutup gedung berdinding bata berplester. Teras memakai plester semen, sedangkan ruang dalam berlantai tegel cokelat muda dengan lis merah. Pada sisi timur terdapat pintu-pintu kayu berdaun ganda. Lubang ventilasi bundar dengan teralis besi tersusun di atas bukaan dan juga muncul pada sisi utara serta selatan. Sisi barat memuat pintu dengan jumlah daun berbeda dan jendela kayu. Perubahan orientasi tercermin pada pemindahan pintu dari barat ke timur, disertai pemindahan jendela ke arah sebaliknya. Sebuah pintu tambahan kemudian dibuat pada dinding barat. Kombinasi jejak dinding, variasi bukaan, dan permukaan lantai membantu membedakan susunan ruang terdahulu dari perubahan gedung berikutnya.
Pihak dan peran
Belum tersedia informasi bersumber untuk bagian ini.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Penambahan pintu barat
Sumber hanya menetapkan tahun untuk satu pintu tambahan.
Keterangan tanggal: Tahun dinyatakan dalam sumber; bukan hasil penanggalan independen.Bentuk dan ruang yang didokumentasikan sumber resmi
Narasi profil ditulis baru dari fakta registri. Riwayat konstruksi yang tidak tersedia tidak diisi dari tanggal akses, kode periode, atau tanggal penetapan.
Ukuran dan sistem
Pintu tambahan di barat disebut dibuat pada 1974. Angka tinggi nok yang keliru satuan tidak digunakan, dan perubahan arah hadap tidak otomatis diberi tahun yang sama.
- Bahan dan sistem
- Kayu · Pada sisi timur terdapat pintu-pintu kayu berdaun ganda.Dasar informasi:[1]
- Bahan dan sistem
- Besi · Lubang ventilasi bundar dengan teralis besi tersusun di atas bukaan dan juga muncul pada sisi utara serta selatan.Dasar informasi:[1]
- Bahan dan sistem
- Bata · Atap limasan menutup gedung berdinding bata berplester.Dasar informasi:[1]
- Bahan dan sistem
- Tegel · Teras memakai plester semen, sedangkan ruang dalam berlantai tegel cokelat muda dengan lis merah.Dasar informasi:[1]
Belum tersedia ukuran bersumber yang dapat ditampilkan.
Dokumentasi dan sumber
- Kondisi dan fungsi mengikuti dokumentasi sumber; tanggal survei serta kondisi mutakhir belum diverifikasi.
- Profil editorial disusun dari fakta registri resmi dengan narasi baru. Prosa dan gambar pemerintah yang belum mempunyai izin redistribusi tidak disalin. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Dasar informasi
- Stasiun Winongo ↗Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta · Jogjacagar · data resmi diakses pada 2026-10-15
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.