Arsitektur.
bagian dari ensiklopedia.online
ARS-R602642267
Adaptasi ensiklopedia kolaboratif · ringkasan berbahasa Indonesia dan teks sumber berbahasa Indonesia. Identitas dan rujukan berasal dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia, nomor ID2642267. Asal dan lisensi uraian
BangunanPadang Bintungan, Sumatera Barat, IndonesiaARS-R602642267

Surau Bintungan Tinggi

Surau Bintungan Tinggi terletak di Nagari Padang Bintungan, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman. Surau ini didirikan oleh Syekh Abdurrahman pada tahun 1864. Bentuk surau ini hampir sama dengan surau-surau lainnya di Minangkabau.

Dasar informasi:[1]
Bandingkan
Jenis objek
Bangunan
Fungsi
Keagamaan (kategori penelusuran)
Masa tercatat
Belum diringkas dari riwayat sumber
Kondisi dan status
Kondisi mutakhir belum dinilai
01

Identitas dan tapak

Surau Bintungan Tinggi dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Padang Bintungan, Sumatera Barat, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.

Dasar informasi:[1]
Lingkup profil: Artikel sumber mengidentifikasi Surau Bintungan Tinggi sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan. Bangunan lain pada tapak tidak otomatis menjadi bagian dari entitas ini.
Nama utama
Surau Bintungan Tinggi
Lokasi
Padang Bintungan, Sumatera Barat, Indonesia · Bangunan di Indonesia
Nama lain dalam sumber
Q56416995; ID2642267
Klasifikasi sumber
keagamaan · nomor ID2642267
Dasar kondisi
Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Titik lokasi: Titik rujukan Wikidata P625 untuk identitas sumber; bukan jejak bangunan. Ketelitian horizontal belum diverifikasi.
Lihat di Peta Arsitektur ↗
02

Ruang dan fungsi

Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: keagamaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.

Dasar informasi:[1]

Membaca arsitektur

Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, pintu, jendela, atau gerbang, ornamen atau relief, susunan ruang, atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.

Dasar informasi:[1]

Deskripsi fisik dalam sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Pembuka

Surau Bintungan Tinggi terletak di Nagari Padang Bintungan, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman. Surau ini didirikan oleh Syekh Abdurrahman pada tahun 1864.

Bentuk surau ini hampir sama dengan surau-surau lainnya di Minangkabau. Hal ini ditandai dengan bangunan yang berdenah bujur sangkar, atap berbentuk limas berundak-undak, dan lantai yang ditinggikan membentuk kolong.

Konstruksi

Surau Bintungan Tinggi memiliki denah bujur sangkar berukuran 11 x 11 m. Komponen bangunan terbuat dari kayu, sedangkan atap bangunan terbuat dari ijuk. Letak bangunan ditinggikan 1,2 m dari permukaan tanah, membentuk kolong.

Di dalam ruang salat, terdapat tiang utama atau disebut tonggak macu berbentuk segi delapan berhiaskan motif sulur-suluran. Tonggak macu berdiameter 55 cm dikelilingi sembilan tiang penyangga berdiameter 25 cm. Berdasarkan temuan BPCB Sumbar, tujuh tiang penyangga masih asli, sedangkan sisanya sudah diganti dengan yang baru. Antara tonggak macu dengan tiang penyangga saling terhubung dengan sistem pasak.

Pada bagian mihrab, terdapat empat tiang penyangga dengan satu tiang utama. Keseluruhan tiang ini tidak dipaku, melainkan disangga oleh pasak yang berbentuk mata angin. Di bagian depan mihrab, terdapat sebuah kamar yang dipergunakan sebagai gudang tempat menyimpan naskah (kitab-kitab kuning) peninggalan dari Syekh Abdurrahman.

Pintu masuk berada di sisi timur sebanyak dua buah. Berdasarkan temuan BPCB Sumbar, engsel-engsel pintu masih asli. Untuk masuk ke ruang utama terdapat tangga naik dari bata berplester yang berspesi kapur.

Di sisi selatan dari pintu masuk terdapat sebuah bedug, sampai sekarang bedug ini masih di tabuh ketika memanggil warga masyarakat untuk berkumpul wirid.

Naskah

Menurut penelitian filolog Universitas Andalas M. Yusuf, terdapat 36 naskah kuno di surau ini. Sebagian besar naskah berbahasa Arab dan sebagian lainnya berbahasa Melayu dalam aksara Arab. Naskah tersebut berisi tentang ilmu-ilmu keislaman, seperti Alquran, tafsir, fikih, nahwu, sharaf, dan kisah-kisah.

Naskah-naskah di surau ini telah didigitalisasi oleh British Library dengan total lebih 6.000 halaman.

Makam

Syekh Abdurrahman meninggal pada 1923 dan dimakamkan di bangunan gobah (cungkup makam) yang terdapat di sebelah barat surau. Bangunan asli dari gobah sudah hancur akibat gempa tahun 2009. Makam ini ramai diziarahi, terutama pada saat tradisi basapa.

Gobah di Surau Bintungan Tinggi berdenah bujur sangkar berukuran 9 x 9 mdan ruang utama berukuran 5 x 5 m. Pintu masuk berada di sisi selatan. Lantai makam ditinggikan 1 m dari permukaan tanah.

Selain makam Syekh Abdurrahman, terdapat beberapa makam murid Syekh Abdurrahman di dalam gobah. Makam Syekh Bintungan Tinggi terdiri dari jirat dan nisan. Jirat makam berbahan mortar dengan denah persegi panjang berukuran panjang 3,5 m, lebar 2 m, dan tinggi 60 cm. Sementara itu, makam lain hanya bernisan saja dan tidak ada yang berjirat.

03

Pihak dan peran

Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.

Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.

04

Riwayat perubahan

Riwayat dalam arsip sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Sejarah

Keberadaan surau ini berkaitan dengan figur Syekh Abdurraham atau Syekh Bintungan Tinggi. Usai mendalami agama di Ulakan, Abdurahman mendirikan surau di Nagari Padang Bintungan pada 1864. Bangunannya pertama kali didirikan dalam bentuk yang sederhana.

Pada 1908, dibangunlah surau baru yang lebih besar dari surau pertama. Pengerjaannya dipimpin oleh Tuanku Khatib Koto Baru. Bangunan baru mendapat pengaruh arsitektur Minangkabau, seperti bentuk atap gonjong dan penggunaan ragam hias aka cino saganggang.

Di bawah kepemimpinan Abdurraham, surau ini ramai dikunjungi oleh penuntut ilmu yang berasal dari berbagai daerah Minangkabau hingga luar daerah di Sumatra. Peneliti UIN Imam Bonjol Padang Yulfira Riza menyebutkan, setidaknya terdapat seribu orang murid atau disebut "pakih" yang pernah belajar di Surau Bintungan Tinggi. Mereka mendirikan semacam surau kecil di sekitar kawasan surau sebagai tempat berdiam, dengan jumlah mencapai 15 surau kecil.

Pada 2004, Surau Bintungan Tinggi dipugar oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala. Keberadaanya telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Indonesia.

Tanggal observasi fisik belum dipastikan

Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber

Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.

Dasar informasi:[1]
05

Ukuran dan sistem

Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.

Dasar informasi:[1]

Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.

06

Dokumentasi dan sumber

Edisi sumber dan hak penggunaan

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Surau Bintungan Tinggi. Revisi 29799850. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.

Kontributor Wikidata · data terstruktur CC0 1.0

Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗

Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.

Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29799850. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.

Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Surau Bintungan Tinggi sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.

Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.

Tanggal atau versi data sumber: 2026-09-17T09:08:15Z.

Catatan pembacaan sumber
  • Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
  • Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.

Dasar informasi

  1. Wikipedia bahasa Indonesia · Surau Bintungan Tinggi · revisi 29799850 ↗
    Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-17T09:08:15Z
  2. Wikidata P625 · Surau Bintungan Tinggi ↗
    Kontributor Wikidata · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-01-18T03:44:05Z

Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.

Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.

Baca dokumentasi