Bola Ugi
Bola Ugi (ᨅᨚᨒ ᨕᨘᨁᨗ)(bahasa Indonesiaː Rumah Bugis) merupakan rumah tradisional masyarakat Bugis yang berada di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Bola Ugi berfungsi sebagai bangunan tempat tinggal sehari-hari.
- Jenis objek
- Tipologi
- Fungsi
- Fungsi mengikuti uraian sumber
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Bola Ugi dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Sulawesi Selatan, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.
- Nama utama
- Bola Ugi
- Lokasi
- Sulawesi Selatan, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q65210864; ID2758350
- Klasifikasi sumber
- fungsi yang dibahas sumber · nomor ID2758350
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas tipologi arsitektur. Fungsi ruang mengikuti uraian sumber. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, ornamen atau relief, susunan ruang, atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Bola Ugi (ᨅᨚᨒ ᨕᨘᨁᨗ)(bahasa Indonesiaː Rumah Bugis) merupakan rumah tradisional masyarakat Bugis yang berada di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Bola Ugi berfungsi sebagai bangunan tempat tinggal sehari-hari. Adapun masyarakat Bugis yang menghuni rumah ini adalah yang berasal dari golongan rakyat biasa atau nonbangsawan. Dalam gagasan tradisional Bugis, kelas sosial seseorang di masyarakat memang menentukan jenis rumah yang digunakan sebagai tempat tinggal. Ada tiga jenis rumah yang digolongkan pada kelas sosial penghuninya, yaitu Sao-raja (rumah bangsawan), Sao-piti (rumah yang seperti Sao-raja tetapi lebih kecil), dan Bola (rumah bagi rakyat biasa).
Bola Ugi memiliki wujud berupa rumah panggung dari kayu yang berbentuk persegi panjang di mana bagian-bagiannya memiliki tiang-tiang tinggi sebagai penopang rumah. Sementara atapnya memiliki bentuk seperti pelana. Terdapat beberapa variasi bentuk Bola Ugi yang berbeda-beda di setiap daerah, misalnya Rumah Luwu, Rumah Bone, dan Rumah Wajo. Di antara variasi-variasi tersebut, perbedaan yang bisa dilihat terletak pada detail di bagian tertentu.
Keberadaan Bola Ugi sebagai bangunan tempat tinggal di masyarakat Bugis tidak luput dari perubahan sosial-budaya yang memengaruhi kebudayaan setempat. Bola Ugi yang secara tradisional bentuknya berupa rumah panggung dengan bagian kolong, saat ini sudah banyak yang berubah menjadi rumah berlantai batu, khususnya di daerah perkotaan. Rumah-rumah baru yang dibangun pun sudah jarang yang berbentuk rumah panggung.
Struktur bangunan
Struktur dan desain Bola Ugi dapat diamati dengan melihat bangunan dari sisi vertikal dan horizontal. Secara vertikal, rumah dapat dibagi ke dalam tiga bagian bangunan, yaitu bagian bawah (subola), bagian tengah (watang pola), dan bagian atas (rakkeang). Setiap bagian rumah memiliki fungsi yang berbeda satu sama lain. Subola adalah bagian yang fungsinya bisa digunakan bermacam-macam, misalnya kandang hewan ternak, menyimpan kayu bakar, atau gudang. Kemudian watang pola merupakan tempat anggota keluarga tinggal. Sementara itu, rakkeang digunakan untuk menyimpan barang-barang berharga milik keluarga dan persediaan makanan/minuman.
Sedangkan secara horizontal, struktur Bola Ugi juga menjadi tiga bagian, yaitu bagian depan (lego-lego), tengah (laleng pola), dan belakang (bola annasung). Ketiganya pun mempunyai fungsi yang berbeda satu sama lain. Lego-lego adalah ruang tempat menerima tamu yang datang untuk sekadat berkumpul bersama. Lalu, laleng pola digunakan untuk menerima tamu yang kedatangannya membawa kepentingan khusus. Laleng pola dapat digunakan sebagai ruang keluarga atau kamar tidur. Selain itu sebenarnya ada bagian lain di sisi belakang yang bernama annasung, yaitu bagian rumah yang berfungsi sebagai tempat aktivitas penopang kehidupan seperti tempat memasak, makan, dan mencuci.
Di Indonesia, rumah panggung banyak ditemukan di berbagai daerah, bukan hanya di Sulawesi Selatan dengan Bola Ugi-nya. Namun Bola Ugi punya perbedaan dibanding rumah panggung dari daerah lain seperti Sumatra dan Kalimantan. Perbedaan khas ini adalah bentuk Bola Ugi yang memanjang ke belakang dengan bagian tambahan di bagian samping dan depan bangunan. Orang Bugis menyebut bagian ini dengan lego-lego.
Ada satu keunikan lain dalam struktur bola ugi di antara dinding dan atap. Terdapat bidang segitiga atau gevel (gable) yang disebut timpalaja. Dengan bagian timpalaja yang dipasang bersusun ini bisa diketahui status sosial pemilik rumah. Jika timpalaja memiliki tiga atau lima susun, maka tandanya pemilik rumah berasal dari golongan elite. Namun jika timpalaja hanya terdiri dari satu atau dua susun, berarti pemilik rumah berasal dari kalangan biasa. Meski demikian, penggunaan timpalaja untuk menunjukkan status sosial pada masa kini sudah tidak seketat pada zaman dahulu dan jumlah susunannya sudah tidak lagi harus selalu sesuai dengan status sosial. Masyarakat dari segala kalangan dapat memasang timpalaja dengan susunan yang sesuai keinginan.
Filosofi
Dalam bangunan Bola Ugi, terkandung filosofi mengenai keselarasan hidup manusia. Bola Ugi disebut sebagai produk budaya tradisional yang penciptaannya dilakukan melalui proses perenungan yang menghubungkan alam semesta dengan Tuhan di mana perenungan ini kemudian menghasilkan pengetahuan tersembunyi. Dari sini, kemudian muncul Sanro Bola, yaitu orang dengan pemahaman mendalam akan nilai, makna, cara, dan aturan yang terdapat dalam Bola Ugi. Dalam pembangunan Bola Ugi, Sando Bola memiliki peranan sebagai pencari keselarasan hidup antara manusia dengan Tuhan, alam, dan sesamanya.
Bagi masyarakat Bugis, rumah merupakan perwujudan dari alam semesta yang secara makro-kosmos dan mikro-kosmos terbagi menjadi tiga bagian, yaitu dunia atas, dunia tengah, dan dunia bawah. Filosofi inilah yang melekat pada wujud rumah tradisional yang berupa rumah panggung.
Penentuan arah rumah juga mengandung nilai filosofis. Pada dasarnya, bola ugi dapat dibangun ke arah mata angin manapun, baik itu menghadap arah Barat, Timur, Utara, atau Selatan. Namun ada gagasan bahwa yang paling baik adalah membangun rumah ke arah Timur dan Barat. Membangun rumah ke Timur bermakna limpahan rezeki, sementara arah ke Barat bermakna keselamatan dunia akhirat. Sementara itu rumah yang berlokasi di area perbukitan dianjurkan untuk menghadap dataran yang lebih tinggi karena pegunungan dianggap sebagai dunia atas. Hal ini juga dianggap sebagai sikap hormat kepada pegunungan yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.
Nilai filosofis lain ada pada hiasan rumah yang banyak menggunakan bentuk hewan dan tumbuhan. Hiasan berbentuk hewan di antaranya motif ayam jantan yang biasanya ditemukan di atap dan puncak bubungan rumah. Hiasan ayam jantan diartikan sebagai ketentaraman dalam rumah tangga, penanda datangnya matahari terbit, serta perlambang kekuatan, keberanian, dan kesabaran sebagai tiga unsur kehidupan yang perlu diteladani.
Di samping ayam jantan, bubungan rumah juga kerap diberi hiasan motif kepala kerbau. Bagi masyarakat Bugis, kerbau dianggap sebagai hewan keramat yang melambangkaan kemakmuran dan status sosial. Selain itu, ada pula motif ular naga yang selain di bubungan rumah, juga terdapat di bagian tangga. Ular naga merupakan perlambang dari kekuatan dahsyat.
Sementara itu, motif berbentuk tumbuhan yang lazim ditemui dalam bola ugi adalah bunga parenreng yang berarti bunga yang menarik. Bunga parenreng adalah bunga yang menjalar, melambangkan rezeki yang seakan tidak ada putus-putusnya seperti menjalarnya bunga kemana-mana. Bunga parenreng juga adalah simbol kesuburan dan kemakmuran. Motif tumbuhan lain adalah belo-belo cirik-ciring yang berbentuk untaian daun pisang. Seperti bunga parenrang, belo-belo cirik-ciring menyimbolkan kemakmuran dengan rezeki yang terus datang tanpa henti bagaikan pohon pisang yang tetap tumbuh meski sudah ditebang.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Belum tersedia informasi bersumber untuk bagian ini.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Bola Ugi. Revisi 29489370. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29489370. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Bola Ugi sebagai bentuk atau tipologi arsitektur. Profil membahas konsep arsitektur dan variasinya dalam konteks Indonesia; bukan satu bangunan contoh atau klaim asal yang eksklusif.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2026-07-23T21:26:27Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Bola Ugi · revisi 29489370 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-07-23T21:26:27Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.