Sasadu
Sasadu merupakan rumah adat suku bangsa Sahu di Halmahera Barat yang juga merupakan suku bangsa asli dan tertua yang ada di daerah tersebut. Di rumah ini, masyarakat adat Sahu biasa berkumpul dalam pertemuan-pertemuan.
- Jenis objek
- Tipologi
- Fungsi
- Fungsi mengikuti uraian sumber
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Sasadu dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Tradisi arsitektur Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.
- Nama utama
- Sasadu
- Lokasi
- Tradisi arsitektur Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q65213917; ID2752102
- Klasifikasi sumber
- fungsi yang dibahas sumber · nomor ID2752102
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas tipologi arsitektur. Fungsi ruang mengikuti uraian sumber. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, pintu, jendela, atau gerbang, susunan ruang, atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Sasadu merupakan rumah adat suku bangsa Sahu di Halmahera Barat yang juga merupakan suku bangsa asli dan tertua yang ada di daerah tersebut. Di rumah ini, masyarakat adat Sahu biasa berkumpul dalam pertemuan-pertemuan. Di Halmahera Barat, rumah ini lazim ditemui di setiap desa. Penggunaan Sasadu sebagai lokasi pertemuan masyarakat biasanya terkait dengan diselenggarakannya berbagai acara, misalnya ritual atau upacara adat seperti perayaan panen dan pemilihan ketua adat, dan menyambut tamu yang datang. Meski demikian dapat pula Sasadu digunakan hanya untuk sekadar bersantai tanpa ada acara khusus. Secara etimologi, Sasadu berasal dari kata sadu yang dalam bahasa Sahu tidak punya arti apapun, sedangkan dalam bahasa Ternate artinya adalah menimba, dan sado berarti lengkap, genap bilangannya. Sasadu dibangun di bagian tengah kampung atau desa dengan lokasi yang tidak jauh jalan. Hal ini dimaksudkan agar Sasadu bisa dijangkau dengan mudah sehingga orang-orang dari seluruh penjuru kampung bisa mendatanginya untuk berkumpul.
Budaya
Sebagai produk budaya, Sasadu tidak luput dari perubahan. Bagaimana perubahan ini eksis di antaranya terlihat dari atap rumah yang dulunya biasa dibuat dari atap daun sagu, kini berganti dengan material seng. Perubahan ini adalah dampak dari masuknya teknologi tahan api dari barang-barang fabrikan seperti genteng metal ataupun seng. Karena banyak terjadinya kebakaran jika menggunakan material alami tanpa adanya alat-alat penanganan kebakaran, maka di era modern lebih banyak digunakan atap seng. Meski seng lebih aman dari api, tetapi sangat mengurangi nilai estetis bangunan asli. Di sisi lain, perubahan ini bukannya tidak terpantau oleh masyarakat karena ada pula keinginan untuk mempertahankan arsitektur rumah Sasadu agar jati diri sebagai orang Sahu tidak hilang. Sasadu sendiri memang merupakan salah satu bagian dari alur perkembangan budaya Sahu dalam sejarah perkembanganna. Sebelum ada Sasadu, masyarakat setempat tinggal di dalam rumah-rumah "koseba" di hutan. Rumah ini didirikan di atas tiang-tiang pancang yang ditancapkan ke tanah.
Tidak hanya di Halmahera Utara, Sasadu juga dapat ditemukan di luar daerah asalnya. Salah satunya terdapat di Jakarta Timur, tepatnya di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Di Anjungan Maluku Utara TMII, terdapat replika sasadu yang dapat disambangi oleh para pengunjung. Berdasarkan informasi di situs resmi TMII, Anjungan Maluku Utara menggunakan Sasadu sebagai tempat pamer berbagai aspek budaya tradisional Maluku Utara lain seperti pakaian adat, alat musik, dan makanan khas.
Konstruksi
Material yang berasal langsung dari alam banyak digunakan untuk membangun Sasadu. Untuk rangka rumah, digunakan bahan kayu, bambu, atau batang pohon kelapa. Kemudian bagian langit-langitnya dibuat dari susunan daun pohon sagu yang disatukan dengan cara diikat menggunakan tali bambu. Ada pula tali ijuk yang dipakai sebagak pengikat rangka yang dipasang bersambung tanpa putus.
Meski banyak mengandalkan material langsung dari alam sebagai bahan bangunannya, bukan berarti Sasadu juga tidak sama sekali memanfaatkan bahan buatan pabrik. Pada masa kini, semen juga digunakan misalnya untuk membuat lantai. Adapun penggunaan semen ini didasari oleh pertimbangan kebersihan dan pemeliharaannya lebih mudah. Tidak ada kesamaan dalam hal ukuran rumah Sasadu karena setiap rumah masing-masing memiliki ukuran yang berbeda. Ukuran rumah paling besar berukuran 9 kali 6 meter.
Sasadu yang memiliki fungsi beda dengan rumah hunian membuatnya memiliki karakteristik fisik yang berbeda pula. Sasadu biasanya berukuran lebih besar dari rumah-rumah penduduk pada umumnya. Denah bangunan Sasadu memiliki bentuk geometris persegi panjang dengan ruang tengah dan ruang samping. Lantai dasarnya dibuat dari timbunan tanah setinggi 30 sampai 40 sentimeter yang dipadatkan lalu dipasang susunan batu kali berbentuk sudut delapan sebagai penopangnya.
Di bagian tengah bangunan yang ruangannya berfungsi sebagai tempat musyawarah, konstruksinya dibuat tanpa dinding dan ditopang dengan tiang-tiang yang didirikan dengan alas batu. Setiap tiang memiliki namanya sendiri-sendiri seperti Ngasu u lamo yang terletak di pusat bangunan, Ngusu u d'ud'un di sepanjang pinggiran luar, dan Ngasu u taba yang berada di antara Ngasu u lamo dan Ngasu u d'ud'un. Bagian atas Sasadu biasanya tidak memiliki loteng. Atapnya terdiri dari tujuh lembaran yang disebut ngatumding.
Filosofi
Struktur konstruksi rumah Sasadu bukan hanya sekadar memiliki arti fungsional, namun juga filosofis. Dalam Sasadu, memang terkandung berbagai aspek yang merefleksikan arti, adat, dan budaya masyarakat setempat di samping nilai filosofisnya. Hal yang bernilai filosofis dari Sasadu misalnya tampak dari bentuk bangunan yang dibuat dari kayu pohon kelapa dan bambu. Kemudian di bagian atap, terdapat bola-bola yang digantung pada bilah kayu di sisi ujungnya. Ini adalah simbol dari kaki yang memiliki makna kestabilan. Arahnya juga dibuat merunduk sehingga tampak berlawanan arah dengan bagian atapnya yang mencuat ke atas. Ini memiliki arti kerendahan hati meski seseorang sedang berada di posisi puncak. Dari segi bentuk bangunan, Sasadu dibuat pendek. Desain ini membuat setiap orang yang akan masuk ke dalamnya diharuskan menunduk terlebih dahulu. Hal ini memiliki arti agar semua orang diingatkan untuk selalu hormat dan patuh terhadap adat tanpa terkecuali.
Bagi orang Sahu, Sasadu adalah rumah yang diibaratkan sebagai kapal perang kerajaan Ternate yang disebut Kagunga. Sasadu dianggap sebagai Kagunga Tego-tego, yaitu kapal perang yang merapat ke pantai. Filosofi ini adalah alasan mengapa Sasadu selalu dibangun secara membujur ke arah daratan dan gunung dan ditempatkan di tengah kampung.
Sisi filosofis lainnya adalah adanya dua kain berwarna merah dan putih yang dipasang di sambungan rangka rumah. Kain dua warna ini menjadi perlambang dari pemeluk agama Kristen dan Islam. Dari sini, tecermin bagaimana umat beragama sehari-harinya bisa hidup berdampingan secara harmonis di Halmahera.
Ada sejumlah pintu masuk yang dimiliki Sasadu di setiap pojok bangunan dan masing-masing pintu memiliki filosofinya yang mencerminkan strukrur hierarki masyarakat Sahu. Pintu yang berada di bagian pojok rumah dan di bawah atap segitiga adalah pintu yang digunakan oleh masyarakat dari seluruh lapisan. Sementara itu pintu di bagian tengah adalah yang digunakan oleh para petinggi lokal.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Belum tersedia informasi bersumber untuk bagian ini.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Sasadu. Revisi 29365847. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29365847. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Sasadu sebagai bentuk atau tipologi arsitektur. Profil membahas konsep arsitektur dan variasinya dalam konteks Indonesia; bukan satu bangunan contoh atau klaim asal yang eksklusif.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2026-06-20T05:03:32Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Sasadu · revisi 29365847 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-06-20T05:03:32Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.